
Viagra mendengus kesal, dia menatap pemandangan di depannya dengan tatapan datar.
"Ehemm.. Aduh sepertinya ada dua domba yang sedang mesra-mesraan ini. Sampai tidak sadar ada orang lain di sini." Ucap Viagra menyindir Mei dan Xing.
Mereka berdua menatap Viagra dengan cangung. "Maaf kak, kita tidak melakukan hal aneh kok. Sumpah, demi Tuhan kita tidak melakukan apa-apa." Ucap Mei dengan serius.
'Cihh.. Kalau seperti ini saja sok manis.' Batin Viagra dongkol dengan Mei yang berbicara manis kepadanya jika perlu saja.
Viagra mendelik, menatap mereka berdua dengan tatapan menyelidiknya. "Benarkah, lalu kenapa tangan kamu lebam seperti punya Xing hmm.. Sepertinya itu bekas gigitan." Ucap Viagra sembari melirik tangan Mei.
"Ini karena di gigit Xing. Padahal aku hanya mencubitnya tapi dia membalas ku dengan mengigit tanganku. Sakit tahu.." Ucap Mei yang justru mengadukan tindakan Xing.
Viagra menatap Xing dengan tajam. "Kamu menyakiti Mei. Saya saja tidak pernah berpikir menyakitinya dan kamu justru malah menyakitinya." Ucap Viagra geram dengan apa yang di lakukan oleh Xing.
Badan Xing langsung tegang saat mendengar nada bicara Viagra yang tajam.
"Noo.. Aku tidak akan pernah menyakitinya, ini hanya bekas gigitan kecil kok. Lihat tidak ada bekas luka sama sekali." Ucap Xing, dia menujukkan tangan Mei yang hanya lebam dan tidak terluka seperti sobek akibat koyakan taring.
Viagra menatap mereka berdua dengan datar. "Baiklah, aku percaya dengan kalian. Tapi jangan aneh-aneh! Ingat ultimatum dari Uncle Julius. Jangan bertemu secara diam-diam seperti ini jika tidak ingin di curigai." Ucap viagra, memberi peringatan kepada mereka berdua.
Mereka berdua benafas lega setelah Viagra mempercayai mereka berdua, mereka mengangguk sebagai tanda jika mereka akan menuruti apa yang di katakan oleh Viagra.
"Kita janji kita tidak akan melakukan hal aneh." Ucap mereka berdua kompak.
'Kompak amat.' Batin Viagra.
Viagra menggelenglan kepalanya. Dia terkekeh kecil melihat tingkah mereka berdua yang konyol dan lucu.
"Hahaha.. Kalian ini kok kompak banget sih." Viagra terkekeh kecil, lalu dia melangkah pergi meninggalkan mereka berdua.
Xing dan Mei saling melirik, mereka berdua menghembuskan nafas mereka dengan kasar.
'Viagra menyebalkan.' Batin mereka berdua kesal dengan tingkahnya.
Mereka bertiga justru malah saling mengumpat dan saling menyalahkan.
Xing dan Mei memandang pungung Viagra dengan tatapan mematikannya.
'Ganggu kesenangan saja.' Batin Xing kesal dengan apa yang baru saja di lakukan Viagra.
__ADS_1
Viagra yang mendrngar pikiran mereka berdua pun membalikkan badannya dan menatap nyalang mereka berdua.
"Kalian tidak bisa memikirkan hal lain selain mengumpati orang lain hmm.." Ucap Viagra dengan suara rendahnya.
Xing menatap viagra dengan tatapan datarnya. "Kamu mengaggu kesenagan saya Viagra. Jadi tidak perlu tersingung, di sini saya juga tersingung ya." Ucap Xing dingin.
Viagra hanya bisa berdecih kesal dengan respon Xing yang amat datar tersebut. Kemudian dia melengang pergi meninggalkan mereka berdua.
"Dasar, memangnya mereka tidak menganggu. Katanya tidak boleh bertemu selama tiga bulan tapi tetap saja bertemu. Mana tahan berpisah mereka berdua, sok-sokan segala." Gerutu Viagra kesal sendiri.
Xing dan Mei tertawa geli dengan tingkah Viagra yang sudah seperti anak kecil tersebut.
"Ternyata kita membuat Viagra hampir serangan Jantung hahha.." Ucap Mei geli sendiri.
"Yah, dia memang sudah tua." Sahut Xing.
Mei menatap Xing dengan tatapan polosnya. "Sepertinya kita memang tidak bisa berpisah ya." Ucap Mei.
Xing menatap mei, dia lalu meraih pingang Mei dan membawanya ke tepi jendela yang ada di kamar Mei. Mei menatap Xing dengan tatapan bingungnya saat Xing justru menariknya ke tepi jendela.
"Kamu mau apa?." Tanya Mei bingung.
"Ap.. Ahhh.." Teriak Mei kencang saat Xing tiba-tiba terjun dari jendela kamarnya yang terletak di lantai paling atas. Hingga membuat Mei secara reflek memeluk lehernya karena terkejut.
Xing membawa terbang Mei untuk melihat pemandangan kota sekaligus untuk membawanya ke suatu tempat.
"Kamu ingin membuatku serangan jantung ya." Protes Mei, tidak suka dengan cara Xing yang selalu saja melakukan hal yang sukses membiatnya spot jantung.
"Kenapa kamu cerewet sekali sih. Tidak perlu protes seperti itu, lihat pemandangan di bawah sana!." Xing menyuruh Mei untuk memandang pemandangan kota dari atas.
"Wow.. So Beautiful Xing, ini indah sekali."Ucap Mei yang terpukau dengan keindahan kota yang ada di bawahnya. Tampak bangunan berwarna-warni yang berjejer indah, di tambah dengan pantulan cahaya yang memantul dari kaca gedung tinggi yang menjulang. Menabah kesan estetik antara bangunan kuno dan modern yang menyatu menjadi satu.
"Tidak lebih indah dari kamu sayang." Ucap Xing lembut.
Mei menoleh menatap Xing. "Benarkah, kamu bilang aku cerewet lho. Memangnya itu indah, setahuku itu buruk." Ucap Mei acuh.
"Apa pun yang adadi dalam diri kamu itu adalah keindahan. Bukan hanya indah, tapi juga sangat unix." Jawab Xing jujur.
Wajah Mei merah padam saat mendapat pujian dari Xing. Meski bukan pujian yang tergolong romantis menurutnya tapi itu sudah cukup untuk membuatnya blushing.
__ADS_1
"Tidak perlu memujiku jika pada akhirnya tetap mengejek ku. Hobby kamu kan mengejek ku Xing." Ucap Mei ketus, berusaha menyembunyikan kebahagiaannya karena baru saja di puji oleh Xing.
Xing berhenti tepat di atas rumah miliknya. Dia terkekeh pelan saat mendengar apa yang di katakan oleh Mei. "Melihat wajah cemberut kamu itu sangat menyenangankan sayang. Jadi aku harus bagaimana dong." Ucap Xing dengan nada main-main.
Mei menatap Xing dengan wajah cemberutnya. "Kamu memang sangat menyebalkan. Melihat orang kesal kok malah senang ya kamu." Ucap Mei sewot.
Xing menyolek hidung Mei dengan gemas. Lalu dia menujuk ke bawah. "Lihat pemandangan di bawah! Kamu suka dengan apa yang ada di bawah hmm?."
Mei melihat ke bawah, matanya melotot. Terperangah memandang pemandangan yang jauh lebih menakjubkan dari pemandangan kota tadi.
Hamparan taman bunga warna-warni yang luas serta kolam ikan yang ukurannya cukup luas dengan jembatan kayu yang berwarna putih di atas kolam tersebut membuat keindahannya sangat memanjakan mata Mei.
Di tambah ada taman hijau asri yang di dalamnya ada gazebo dan kolom berenang membuatnya semakin indah. Serta rumah megah berwarna putih yang berada tepat di pinggir taman tersebut seakan menjaga agar taman hijau dan taman bunga tersebut tidak ada yang mengaggu.
"Ii.. Ini rumah kamu yang di acak-acak kemarin bukan. Kenapa sekarang jadi seindah ini? Kamu yang membuatnya?." Tanya Mei takjub dengan keadaan rumah yang semakin indah.
Xing tersenyum senang saat melihat Mei yang sangat bahagia karena melihat pemandangan rumahnya yang sekarang menjadi sangat indah. Dia memang sengaja memugar keadaan rumahnya, dia ingin membuat pemandangan rumahnya menjadi sesuai dengan apa yang di inginkan oleh Mei.
'Tidak sia-sia ternyata menyiapkan ini semua. Dia sangat menyukainya.' Batin Xing puas saat melihat ekspresi takjub Mei.
"Iya, aku memang sengaja mengubah beberapa hal agar jauh lebih indah. Dan sesuai dengan apa yang kamu inginkan, aku sendiri yang mendesainnya khusus untuk kamu. Kamu suka tidak?." Jawab Xing.
Mei tersenyum lebar, matanya berbinar-binar karena senang dengan kejutan yang di berikan oleh Xing untuknya.
"Suka sekali. Sangat amat menyukainya. Ini di luar ekspektasiku, bagaimana kamu bisa kepikiran untuk membuat hal yang sangat menakjubkan ini Xing." Ucap Mei dengan ceria.
Dia tak henti-hentunya memandang ke bawah. Dia benar-benar sangat jatuh cinta dengan pemandangan di bawah.
"Melihatmu sangat ceria ini yang membuatku terpikirkan untuk mendesain pemandangan di bawah sana. Kamu sangat indah, hingga menapilkan sesuatu yang indah pula. Pemandangan di bawah sana adalah manifestasiku tentangmu." Ucap Xing lembut.
Saat dia mendesain taman tersebut yang terlintas di pikirannya adalah senyum ceria yang di tujukkan oleh Mei. Hingga membuatnya jatuh cinta kepada Mei berkali-kali.
Mei menatap Xing dengan sorot mata bahagianya. Dia tidak menyangka jika Xing melakukan ini hanya untuknya dan dari dirinya.
'Bagaimana dia bisa semanis ini.' Batin Mei.
...****************...
Jangan lupa dukungannya teman-teman😘😘
__ADS_1