Reinkarnasi Belahan Jiwa

Reinkarnasi Belahan Jiwa
21. Rencana


__ADS_3

Di sisi lain tampak livia sedang mengendarai mobil menuju ke sebuah tempat, hingga beberapa saat livia mencapai di sebuah kompleks apartemen.


Kemudian livia berjalan menuju ke sebuah kamar apartemen.


Tok tok tok


Livia mengetuk pintu salah satu unit apartemen, hingga pemilik dari apartemen tersebut membuka pintunya.


Cklek


" Livia, apa yang kamu lakukan di sini?." Tanya xing saat melihat livia berada di depan apartemennya.


"Bisa kita berbicara sebentar ?. Ini sangat penting." Ucap livia.


"Oh, oke silahkan masuk." Ucap xing, mempersilahkan livia memasuki apartemennya.


"Silahkan duduk, kamu ingin minum apa akan aku buatkan." Ucap xing dengan sopan.


"Tidak perlu, aku kesini karena aku ingin membicarakan sesuatu mengenai mei." Ucap livia to the point.


"Mei, apa dia membuat masalah lagi?." Tanya xing waspada.


"Bukan bukan, aku ingin kita berkerja sama untuk membuat livia menderita." Ucap livia dengan licik.


"Membuat mei menderita, bagaimana bisa. Dia itu licik, satu satunya cara untuk membuatnya menderita kita harus bisa lebih licik dari dia." Sarkas xing.


"Maka dari itu, kita harus bekerja sama." Terang livia.


"Bagaimana caranya?." Tanya xing, penasaran.


"Kamu tahu, mei dia sepertinya jatuh cinta kepadamu." Ucap livia.


Degg

__ADS_1


'Dia jatuh cinta denganku, apakah itu benar.' Batin xing bertanya tanya antara senang dan juga tidak percaya.


"Dia jatuh cinta kepadaku, itu tidak mungkin. Gadis seperti dia mana punya perasaan mungkin hatinya terbuat dari batu." Sinis xing berusaha untuk menutupi perasaannya yang campur aduk tersebut.


Livia yang mendengar perkataan xing yang cukup menyakitkan pun hanya terkekeh.


"Di kehidupan sebelumnya, mei mencoba membangkitkan mu dengan segala cara, bahkan dia menyuruhku memasuki hutan di gunung prist untuk memgambil roh dan juga darah dari burung pheonix. Dia bahkan berkali kali pingsan karena energinya terkuras habis akibat dari rune hitam kuno yang di gunakan untuk membangkitkan mu." Ucap livia, menerawang masa lalu.


"Aku tahu kamu sudah memberi tahu ku, lalu apa hubungannya itu semua dengan dia jatuh cinta kepadaku?." Tanya xing dengan penasaran.


"Dia sering menangis dengan putus asa di depan guci roh kamu xing. Bahkan sampai sekarang dia masih mencoba untuk meminta maaf kepadamu walau kamu menolaknya dengan sangat kejam. Aku bisa melihat matanya yang berkaca kaca dan menagis saat itu, dan itu sama persis seperti yang dia lakukan di masa lalu." Jelas livia, tersenyum.


'Kenapa hati ini menjadi sangat bimbang.' Pikir xing.


"Mungkin itu hanya salah satu rencana liciknya, dia ingin aku lebih menderita lagi karena melakukan kesalahan yang sama untuk yang ke sekian kalinya. Dan aku tidak akan membiarkan itu terjadi." Icap xing dengan dingin.


Dia terus menerus menyangkal perasaannya dengan seluruh pemikiran negatifnya tentang mei, seakan akan itu adalah benteng terbaiknya.


"Jika memang dia tidak jatuh cinta denganmu dan ingin melakukan hal yang sama, kenapa dia harus rela relain nangis di depan mata kamu. Kamu tahu sendiri mei egonya sangat tinggi, sekali ada yang mengejeknya dia akan melukai orang tersebut. Dan jika memang dia sudah berubah dan ingin menebus semua kesalahannya di masa lalu, kenapa dia hanya meminta maaf kepadamu, kenapa dia tidak pernah sedikit pun mencoba untuk menemuiku dan meminta maaf kepadaku." Ucap livia dengan penuh emosi.


"Apa dia tidak pernah memikirkan kesalahannya terhadap ku. Dan satu lagi, dia bahkan merencanakan untuk membunuhku saat melihat aku berada di tempat yang sama dengan kamu saat itu, dia tidak ingin kamu meninggalkannya jika kita sudah bertemu nanti jadi dia merencanakan itu semua. Tetapi memang dasar dia bodoh dengan perasaannya justru dia malah memanfaatkan itu dan memberi tahukan segalanya kepadamu, tapi justru kamu memilih membakar dirinya sendiri dan itu tidak sesuai dengan keinginannya. Melihatmu tewas menjadi abu justru membuatnya menjadi gila dan ingin membangkitkanmu dengan berbagai cara. Dia hanya memikirkanmu, bagaimana dia tidak jatuh cinta kepadamu." Ucap livia dengan sakit.


Xing yang mendengar yang di katakan oleh livia pun hanya terdiam dan memikirkan baik baik degan semua cerita yang di sampaikan oleh livia.


'Apa benar jika dia melakukan itu semua karena dia jatuh cinta denganku.' Batin xing, berkecamuk.


'pasti itu semua hanya kesimpulan salah yang di tafsirkan oleh livia. Mei tidak jatuh cinta dengan ku, dia hanya ingin balas dendam dan dia ingin aku membalas perbuatannya sesuai dengan apa yang di inginkan olehnya.' Pikir xing.


'Hanya dengan satu cara, jika memang apa yang di katakan oleh livia itu semua benar. Maka aku harus mengikuti rencana yang di buat oleh livia, walau aku belum tahu rencana seperti apa itu.Tapi bagaimana jika aku mengetahui kebenaran itu, apa yang akan aku lakukan.' Pikir xing dengan kalut.


'Dulu saja saat mengetahui jika orang yang sangat aku cintai ternyata adalah mei musuh aku sendiri aku tetap tidak mampu menyakitinya. Bagaimana jika aku mengetahui jika mei benar benar mencintaiku dan aku telah menyakitinya dengan kejam, aku benar benar tidak akan sanggup jika harus melihatnya terluka. Lebih baik jika aku melihat kebenciannya terhadapku dari pada aku harus melihatnya terluka.' batin xing, campur aduk.


'Arghh... Untuk apa aku memikirkannya hingga seperti ini, dia dulu bahkan tidak memperdulikan perasaanku jadi sekarang untuk apa aku memperdulikannya.' Pikir xing, menyangkal kata hatinya.

__ADS_1


Livia yang sedari tadi memperhatikan xing yang sedang berpikir dengan keras pun hanya membiarkannya karena dia mengetahui perasaan xing terhadap mei di kehidupannya yang terdahulu, livia hanya berharap xing menyetujui ini semua. Selain untuk membuat mei menderita, livia juga berharap xing bisa jatuh cinta dengannya dan bisa melupakan perasaannya terhadap mei.


'Sorry, xing aku melakukan ini semua agar aku bisa tetap bersama denganmu dan agar wanita sialan itu tahu di mana tempatnya berada. Kamu tidak akan pernah pantas berpasangan dengan wanita beludak itu. Aku akan membuatmu semakin membenci mei dan melupakan perasaanmu terhadap mei.' Pikir livia dengan licik.


'Aku tidak akan sanggup jika harus berpisah denganmu untuk yang kesekian kali, aku sudah menunggumu selama 1000 tahun dan aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi.' batin livia.


"Baiklah kita akan berkerjasama, tapi apa yang harus kita lakukan?." tanya xing, memutuskan untuk berkerja sama.


Livia pun sangat senang saat xing mau berkerja sama dengannya untuk membuat mei menderita.


"Aku ingin kita berpacaran, kamu tahu di kampus sudah banyak rumor tentang kita yang menjadi sepasang kekasih dan kita tidak pernah mengkonfirmasi itu. Jadi aku ingin kita mengkonfirmasi mengenai hubungan kita ke semua orang, dan mei akan patah hati saat mengetahui itu." Jelas livia.


Xing yang mendengarnya pun sangat terkejut.


"Kamu sudah seperti saudaraku livia, dulu aku memang mencintai mu tapi sekarang aku menganggapmu sebagai saudara aku sendiri." Ucap xing, tidak menerimanya.


'Apa susahnya sih kamu mencintaiku.' Batin livia sedih.


"Ini bukan untukku, tapi untuk penderitaan yang sudah kita rasakan karena dia. Dia sekarang bahagia dan tidak merasa bersalah sama sekali, dia pantas menderita xing." jelas livia, mencoba untuk meyakinkan xing.


"Kenapa kita harus berpacaran." Xing sebenarnya sangat tidak setuju dengan rencana ini.


"Sekali hati patah maka akan susah untuk menyembuhkannya. Jika kita berpacaran dan kita menunjukkan kebersamaan kita di depan matanya setiap hari maka dia akan semakin sakit hati xing. Dia harus menderita secara perlahan lahan dan pasti." Kata livia.


Xing yang merasa jika apa yang di katakan oleh livia itu benar pun menyetujuinya.


"Baiklah kita akan berpacaran. Tapi jika itu tidak berhasil kita harus berhenti." Ucap xing dengan dingin.


"Aku yakin ini akan berhasil." Ucap livia, tersenyum licik.


'Kamu pasti akan menderita mei.' Batin livia, senang.


***

__ADS_1


Pusing aing bikin bab yang ini🤯🤯


Mohon dukungan dan sarannya ya teman teman😘😘


__ADS_2