REY (ISTRI KEMBAR CEO  1 )

REY (ISTRI KEMBAR CEO 1 )
101 Uti Aisyah drop


__ADS_3

Amin masih menghormati mereka . Karena dulu Rojak benar benar telah berjasa dalam hidupnya . Amin bukan kacang yang lupa akan kulitnya . Ia tidak akan mungkin lupa dan menjadi orang yang tidak tau diri.


"Aminah , paman minta maaf atas nama mamanya Ridwan . Paman tau dia kali ini benar benar kelewatan ."


Amin berusaha menenangkan diri , ia tersenyum kepada Rojak ." tidak apa apa paman , Dan mengenai pembatalan kerja sama oleh presdir King saya benar benar tidak tau ." ucap Amin .


"paman percaya ." Rojak melihat pelayan yang membawa jus untuk Amin , ia melambaikan tangan nya agar mempercepat langkahnya .


"Amin , silahkan minum dulu ." ucap Rojak.


" terimakasih paman ." setelah itu suasana menjadi hening .setelah melihat amin telah tenang kembali , Rojak mulai bicara dengan pelan pelan .


" Amin , sekarang Rojak kontruksi dalam masa masa sulit . Kerja sama dengan menteng group sangat sangat penting bagi kami . Bisakah kamu bantu paman untuk mendapatkan nys kembali ." ucap Rojak .


"Paman takutnya ini nanti akan berakhir mengecewakan saja . Aku tidak bisa membantu sama sekali ." Amin juga bingung bagaimana harus mengatakan nya . Dia sama sekali tidak punya pengaruh sama sekali dalam masalah ini . Satu satu nya orang tentu saja King sendiri .


" kamu bisa mencobanya terlebih dahulu ." Rojak sangat berharap banyak padanya , sehingga Amin tidak tega untuk menolaknya .


"Saya akan mencobanya paman , tapi paman . Tapi jangan berharap apa pun padaku . Saya akan berusaha membantu ." ucap Amin .


"Terima kasih , Amin ." ucap Rojak .pertemuan itu berakhir lebih cepat dari perkiraan , setelah menghabiskan minuman nya , amin segera pamitan pada Rojak .


Sopir taxsi yang melihat Amin sudah keluar dari restoran ia segera keluar membukakan pintu untuk Amin ." Sudah kelar urusan nya Non ."


" ya , sudah selesai ." jawab Amin dan langsung masuk ke dalam taxsi , duduk di kursi belakang . Amin segera mengambil ponselnya lalu berkata .


"Pak , kita tidak langsung pulang .ya "


"Nona ingin pergi ke suatu tempat ." tanya Sopir taxsi , tapi Amin jadi ragu .


"Ah.. Tidak jadi pak , pulang saja ."ucap Amin sambil mengelus dagunya .


"Baik nona ." sopir taxsi segera meluncurkan taxsinya pergi meninggalkan restoran itu .


Sebenarnya tadi Amin sempat berpikir akan menemui King di Villanya , tapi Amin pikir pikir lagi lebih baik menemui King besok saja di kantor . Terlebih yang akan ia bahas nantinya adalah soal kerjasama yang notabenya berurusan dengan perusahaan .


 ***

__ADS_1


Keesokan harinya Amin datang ke kantor langsung naik ke lantai lima puluh dan segera masuk ke dalam ruangan nya . Sekilas ia melihat ke ruangan presdir tapi ruangan itu kelihatan masih sepi .


"Nona amin apa yang kamu lakukan ?. Satu suara yang datang tanpa di undang . Amin terlonjak kaget dan membalik kan badan nya .


"Asisten Haris ..


"Ahh kebetulan sekali kamu sudah datang , apa presdir King juga sudah datang .? Sekarang dia ada di mana ." tanya Amin , sambil menjulurkan kepalanya melihat ke belakang Haris , tapi tidak ada siapa siapa , sejauh mata memandang ia tidak melihat bayangan King . Bahkan Lift pun kelihatan kosong tidak ada seorang pun .


"Presdir King tidak akan datang hari ini ." Haris memberi jawaban akan rasa penasaran Amin .


"Tidak datang , kenapa tidak datang .? Tanya Amin pada Haris .


"Apa Nona Amin membutuhkan sesuatu . Bisa nona katakan terlebih dahulu padaku jika sangat mendesak ." ucap Haris yang gemes melihat tingkah Amin yang kelihatan begitu cemas .


Amin menggelengkan kepala ." Tidak perlu , masalah ini tidak begitu penting ." jawab Amin .


"Oh .. "Haris tidak bertanya lagi lebih banyak , ia segera melangkah kan kakinya pergi meninggalkan Amin .


Amin kembali masuk ke ruangan nya . Karena king tidak datang hari ini , terpaksa Amin harus menundanya .mustahil ia mengatakan semuanya pada haris .lebih baik mengatakan pada orangnya yang bersangkutan .


Telepon kantor berdering Amin yang baru saja akan duduk langsung dengan cepat mengangkatnya .


" hallo sekretaris Amin di sini ."


"sekretaris Amin bisakah menyambungkan telepon ini dengan presdir king ." amin diam sejenak , kemudian menjawab dengan sejelas jelasnya .


" Maaf presdir king hari ini tidak datang ke kantor ." jawab Amin


"Tidak datang ke kantor , tapi ini masalah penting ,harus dapat persetujuan dari presdir king ,kami juga tidak bisa memutuskan nya sendiri ."


"Bagaimana kalau kalian bicarakan dengan asisten Haris saja dulu ." Usul Amin karena masalah kedengaran sangat serius , Amin juga tidak bisa memberi keputusan , hanya bisa mengusulkan untuk musyawarah dengan Haris . Mungkin dengan begitu akan menemukan jawaban .


"Boleh , coba tolong sambungkan dengan telepon ruangan asisten Haris ."


"Baik ."


Dengan ketidak hadiran King ke perusahaan . Pekerjaan Amin seperti jadi semakin banyak , dia bekerja dari pukul delapan hingga pukul dua belas siang , Amin masih belumberhenti bekerja . Menerima telepon yang masuk tidak cukup ia hitung dengan jari . Setelah menerima telepon ia harus buat laporan dan membuatkan journal untuk King .

__ADS_1


Beruntungnya di hari itu tidak ada rapat atau pertemuan yang penting . Jika ada sudah di pastikan ia yang harus bertanggung jawab mengurusnya .hingga akhirnya Amin menghembuskan nafas lega sembari merentangkan kedua tangan nya dan melemaskan lehernya , jam makan siang sudah tiba .


"Akhirnya bisa istirahat ." gumam Amin .kemudian ia meraih ponselnya , bertepatan sebuah pesan chat masuk dari King .


"Datang ke ruanganku ." itu isi pesan dari King . Tentu saja hal itu membuat Amin mengerutkan keningnya .


"Bukankah dia tidak datang ke kantor hari ini ."


Saat Amin masih tenggelam dalam pikiran nya sebuah pesan masuk lagi .


"Cepat ."


Amin segera cepat cepat bangun dari tempat duduknya menuju ke ruangan King selain karena isi pesan dari King . Ia sendiri juga punya keperluan dengan King .


***


Sebenarnya King hari ini memang tidak masuk ke kantor . Ia pergi ke rumah utama menteng menemani uti Aisyah yang kondisinya sedang drop dan harus menjalani perawatan .


Karena Haris memberitahu dirinya kalau amin mencari keberadaan nya . Setelah memastikan keadaan neneknya baik baik saja dan pengeran juga ada di sana king segera berangkat ke kantor .


"Presdir King boleh saya masuk ." ucap Amin .


"Masuk ."


Aminpun masuk dengan ragu ragu ia membuka pintu ruangan King . Dan melangkah mendekat ke meja King .


"Presdir King , Apa anda membutuhkan sesuatu ."tanya Amin .


"Bukankah kamu yang membutuhkan sesuatu ." jawab King , sambil menatap ke arah aAmin .


"Saya...." kalimat Amin tertahan di tenggorokan .


"Ini pasti Asisten Haris yang memberi taunya ," batin Amin . Seharusnya dia sudah tau kalau Asiaten Haris akan melaporkan segala sesuatu yang terjadi di perusahaan pada tuan nya . Mustahil dia akan melewatkan satu kejadian untuk tidak di jadikan bahan laporan .


"Apa kamu hanya akan diam ? ." Suara King yang dominan mengejutkan aminah .


" em...Memang ada satu hal yang ingin saya bicarakan .

__ADS_1


__ADS_2