
Bruak ..
Melihat taxsi yang mereka incar sudah ringsek dan tidak bergerak mereka berdua segera turun dari mobil hitam itu .
"Paman sepertinya mereka berdua pingsan ." pria kurus kering berusia tiga puluhan tahun itu melapor ke paman nya . Mereka adalah Abraham dan keponakan nya yang bernama Boby .
"Boby jangan banyak bicara cepat bawa mereka berdua ke dalam mobil dan cepat tinggalkan tempat ini." ucap Abraham mengingatkan keponakan nya . Mereka berdua segera memindahkan Amin dan sopir taksi ke dalam mobilnya dan segera pergi .
"Wanita ini ternyata cantik juga tanpa kacamata , pantas saja presdir King bisa tertarik padanya ." Abraham mengingat kejadian di restoran beberapa hari yang lalu .
Bukan hanya mendapat pukulan hingga babak belur , ia juga harus di pecat secara tidak hormat dari perusahaan sendiri itu semua juga karena pengaruh King samudra , semua itu juga berawal dari wanita ini .
"King samudra kamu harus membayarnya ."
***
Sementara King malam itu ia kembali pulang ke villa yang sebelumnya ia telah mendapat kabar kalau Amin datang ke villa membawakan Hadiah untuk nya .
Seolah ia telah lupa dengan kemarahan nya di kantor tadi siang . Ia menyuruh Haris untuk melajukan mobilnya lebih cepat lagi . Di atas kecepatan rata rata .
"Haris , menurutmu dia bawakan aku hadiah apa ." tanya King dengan raut yang menggemaskan seperti seorang anak kecil yang mendapat hadiah dari ibunya , karena mendapat nilai yang sangat bagus .
Haris menatap Tuan nya dengan tatapan tak kalah gemas lewat kaca spion ." ya mungkin baju kalau tidak mungkin bunga ." jawab Haris yang juga merasa aneh dengan jawaban nya sendiri . Mana ada wanita memberi bunga kepada pria .
Tapi King sama sama bodohnya dengan Haris ia hanya manggut manggut mendengar jawaban dari Haris .sambil tersenyum senyum sendiri .
"ya mungkin benar . Bisa tidak kamu kemudi nya lebih cepat lagi , kamu sangat lambat ." gerutu King .
Haris tersenyum pahit .dalam hati ia berbicara ." Tuan bukankah kamu sebelumnya tidak mau bertemu dengan nona Amin . Begitu mendengar Nona Amin datang membawakan hadiah . Kamu malah kegirangan seperti anak tk yang mendapat hadiah sebungkus kebab dan burger ."
Dua puluh menit kemudian m[bil mayback yang di kemudikan Haris telah memasuki halaman Villa samudra .
__ADS_1
Bibi Idah yang menyadari kalau Tuan mudanya yang pulang ia segera menyambut kedatangan King bersama belasan bawahan nya di depan pintu .tapi King tidak perduli dengan tindakan mereka ia hanya perduli dengan hadiah dari Amin .
"Di mana hadiahnya ." ucap King tanpa basa basi .
" Di sini , Tuan muda ." Bibi Idah mengulurkan tangan nya menyerahkan kotak yang tidak terlalu besar itu kepada King .
King langsung membuka kotak itu dan mengeluarkan dua batang coklat premium .
"Apa benar ini dia yang memberikan nya ." Tanya King pada bibi idah yang masih menatap dua batang coklat di tangan nya
"Benar tuan muda , Ini Nona Amin swndiri yang menyerahkan nya pada bibi . Tapi bibi lihat Nona Amin mungkin tidak tau.kalau Tuan Muda tidak suka coklat ."
King menatap dalam kotak itu selain ada dua batang coklat , King melihat ada secarik kertas di sana yang bertuliskan ." HAPPY SUNDAY ."
Seulas senyum manis mengembang di bibir King , dia menyimpan kertas itu ke dalam saku jasnya dan memakan satu batang coklat di tangan nya sampai habis .
Bibi Idah dan belasan asisten rumah tangganya di buat melongo dengan tindakan King .
"Bukankah Tuan muda tidak suka coklat , kenapa sekarang dia memakan coklat begitu lahap ."
"Benar , mungkin Tuan muda benar benar jatuh cinta dengan Nona Amin ."
Bibi idah mendengar bisik bisik dari para bawahan nya , yang tidak jauh dari apa yang sekarang ada dalam otaknya , sikap Tuan mudanya menanggapi hadiah dari Nona Amin sungguh luar biasa .
"Bibi Idah , swtelah dia memberikan kotak ini padamu , apa dia ada mengatakan sesuatu ." tanya king setelah menghabiskan coklatnya
Bibi Indah terkejut mendengar pertanyaan King ." Tidak Tuan muda , tapi dia menyuruh bibi menyampaikan permintaan maaf kepada Tuan muda . Setelah itu Nona Aminah pergi , setelah menyerahkan kotak itu , tapi...
"Tapi apa ? ." king menyatukan kedua alisnya melihat wajah Bibi Idah yang begitu serius .
Haris yang diam berdiri di balakang King juga ikut penasaran dengan ucapan Bibi Idah .begitu juga dengan belasan asisten rumah tangga yang ada di samping nya .
__ADS_1
"Itu ...Tuan muda . Setelah taxsi yang di tumpangi Nona Amin pergi , di belakangnya ada sebuah mobil.yang sangat mencurigakan , sepertinya sedang mengikuti Nona Amin ."
Tapi tiba tiba bibi idah melihat wajah King berubah khawatir , ia segera meralat ucapan nya .
"Tuan muda , mungkin itu hanya perasaan bibi saja . Mungkin kebetulan mobil itu sejalur dengan Nona Amin ." ralat bibi idah
King mengabaikan ucapan bibi Idah dan langsung meraih ponselnya dan mencoba menghubungi Amin .
"Sial kenapa Aku tidak mengangkat semua panggilan dia , sekarang ponselnya hanya berdering tidak di angkat ." ucap King .
Bibi idah terlihat panik dwngan hal , menyesali dengan ucapannya tadi ." Mungkin Nona Amin sedang sibuk , atau mungkin sedang ke kamar mandi ." lipur Bini Idah .
Tapi King tidak menghiraukan ucapan Bibi idah ia segera lari ke ruangan cctv yang ada di samping Villa utama .kepala penjaga keamanan sangat terkejut melihat kedatangan Tuan mudanya . Sia cepat cepat berdiri dan menyapa .
"Selamat malam Tuan Muda , ada yang bisa kami bantu . Atau perintah yang lain ."
"Tunjukan rekaman CCTV di depan pintu gerbang ." ucap King .
Kepala penjaga keamanan segera mengaskes semua layar komputer yang ada di empat penjuru menuju ke arah luar villa .
"Ini Tuan muda ."
"Utur ulang tepat pukul ..."King menoleh ke arah bibi idah karena dia tidak tau jam berapa Amin datang ke villa. Bibi Idah tau maksud tatapan Tuan mudanya .
"Nona Amin datang ke villa sekitar jam setengah enam Tuan muda ."jawab bibi Idah .
"Atur waktu dari jam setengah enam ." perintah King .
kepala keamanan segera mengatur dari keempat arah rekaman Cctv , dari jam setengah enam . Di depan pintu gerbang dengan jarak belasan meter terparkir sebuah taxsi .
"Tuan muda itu seperti nya Nona Amin ." ucap.Haris yang melihat seorang wanita yang baru turun dari taxsi . Sambil membawa sebuah kotak , sebelum pergi.dia berbicara sebentar dengan sopir taxsi , sebelum berjalan ke arah pintu gerbang .
__ADS_1
Di layar monitor lain tiba tiba muncul mobil pajero hitam yang berhenti , dan entah dari arah mana dia muncul .dan berhenti sedikit jauh di belakang taxsi yang di tumpangi oleh Amin .
"Mobil itu Tuan , saya melihat gelagat mobil itu dari awal sangat mencurigakan ." ucap Bibi idah sambil.menunjuk layar monitor .