
King merasa Uti nya dan Amin sangat mirip , suka mengumpat di belakang nya . King segera mematikan teleponnya setelah mengucapkan maaf kepada neneknya .dan menyimpan nya di atas meja .
Drt...Drt...
King mengerutkan keningnya , ia mengira neneknya berusaha untuk menghubunginya lagi , tapi ternyata itu bukan berasal dari ponselnya . Melainkan ponsel Amin yang bergetar .
King meraih ponsel Amin untuk menolak panggilan itu , karena nada deringnya sangat menganggu . Siapa yang mengira ia belum sempat mematikan nada dering itu telah mati dan berubah dengan notifikasi pesan masuk dari nama yang sama , Bibi Indah .
" Minah nanti pulanglah lebih awal , bibik masak banyak untuk makan malam kamu , dan juga Axsim sepertinya sangat merindukan mu . Dia selalu memandangi foto kamu , dan memeluknya saat dia tidur . Cepatlah pulang ."
Pesan yang begitu intim , pandangan king berubah mengelap saat membaca setiap kata yang tertulis dalam pesan itu .
"Axsim siapa dia .? Apa dia pacarnya ?
Satu hal yang king tau kalau Amin belum menikah . Itu tertera dalam data informasinya saat dia mengajukan surat lamaran kerja . Sekarang muncul nama Axsim , king tidak bisa tidak berpikir macam macam .
"Bahkan tidur sampai memeluk fotonya ? ."King mendengus pelan sambil melirik Amin yang masih tidur lelap . Dan menghapus pesan dari bibi indah agar Amin tidak mengetahui pesan tersebut .
Setengah jam kemudian Amin merasa gerah dan tidak bisa bergerak .perlahan dia membuka matanya betapa terkejut nya dia saat mengetahui dirinya berada dalam ruangan .
"I ..ini adalah ruangan pribadi ." Amin memang pernah sekali masuk ke ruangan itu tapi ia masih mengingatnya dengan jelas . Dengan letak kamar mandi yang ada di sebelah kiri tempat tidur .
Amin terhenyak beberapa saat .lalu satu pertanyaan tiba tiba muncul di benaknya .
"siapa yang membawaku ke sini ?. Presdir King !." Amin yakin kalau presdir king yang melakukan nya . tak akan ada orang yang berani masuk ke ruangan pribadi ini selain pemiliknya sendiri .itu berati.dia juga yang telah mengendongnya .
Amin bangun dan menggeser badan nya untuk turun dari tempat tidur itu untuk meninggalkan ruangan pribadi King , tapi keadaan kantor presdir sudah sepi .tidak ada orang bahkan meja kerjanya juga kelihatan sudah bersih dan rapi .
"Ini baru jam tiga sore , seharusnya dia belum pulang kan ? Gumam Amin sambil menatap jam yang besar di sudut dinding ruangan .
__ADS_1
Selama bekerja Amin tidak pernah melihat King pulang lebih awal yang ada dia selalu pulang paling akhir ,dan datang paling awal .
"Eh...kenapa aku jadi memikirkan dia, Pergi kemana . Lebih baik aku kembali.ke ruangan aku saja ." Amin melangkahkan kakinya dengan perlahan menuju ke pintu . Tapi saat ia akan membuka pintu ruangan itu sinar infra merah di sana menyala .
"Eh ..kenapa tidak bisa di buka ." Amin mencoba membuka nya beberapa kali tapi hasilnya tetap sama . Baru Amin menyadari jika akses pintu telah di nonaktifkan .dan sekarang berubah harus memakai sidik jari .
" kenapa di nonaktifkan , apa dia lupa kalau aku masih di dalam .? Amin tidak tau apa sebenarnya yang telah terjadi . Kalau ingin mengetahuinya ia harus bertanya langsung pada King .
Amin segera merogoh sakunya untuk mencari ponselnya . Tapi sakunya kosong dan ponselnya juga hilang entah kemana .
"Di mana ponsel aku , apa mungkin jatuh saat aku tidur .?," Amin tanpa buang waktu segera pergi menuju ke ruang pribadi untuk mencari ponselnya .
Amin melihat ponselnya ada di atas nakas , ia segera mencari nomor kontak King .dan segera menelponya tapi yang berdering adalah telepon ruang kerja King . karena ia lupa menyimpan nomor pribadi King .
"Hah ." Amin menghela nafas lelah .
"tentu saja yang ku simpan nomor kantor ,bukan nomor pribadi nya .tapi Amin ingat ia menyimpan nomor ponsel King . Ia segera menggeser layar ponsel nya .
Beberapa saat Amin termenung menatap kontak nomor baru itu .meski ia yakin itu nama kontak King , tapi sejak kapan nomor itu berganti nama .?
Amin menjadi curiga dan mencoba untuk menghubunginya .
***
Sementara king yang sedang berada di sebuah restoran sedang mengadakan pertemuan dengan indo raya group . Ia tidak menduga bila ponselnya yang ada di atas meja akan berdering .
Directur perusahaan Indo raya group seketika berhenti bicara . Memberi ruang pada King untuk menjawab telepon nya .
Namun king malah mengangkat tangan nya ." lanjutkan ."
__ADS_1
Directur indo jaya group melirik kepada Haris bertanya apa yang harus ia lakukan dengan tatapan matanya .presdir king menyuruhnya lanjut , tapi ponselnya masih di biarkan tetap berdering juga tidak di matikan .membiarkan suara dering ponselnya membuat dirinya menjadi tambah gugup .
Haris juga tidak tau sekarang ada di dalam keadaan seperti apa . Ia coba melirik sebentar ke arah ponsel king .panggilan dari Amin ." ini aneh , benar benar aneh , tidak biasanya Tuan akan bersikap seperti ini jika menyangkut tentang Amin . Apa telah terjadi sesuatu di antara mereka .!
"Kenapa kamu hanya diam , jika penjelasan kamu sudah selesai , kamu boleh pergi ." ucap King .
Directur perusahaan indo jaya menjadi panik dan kembali melanjutkan pembahasan nya . Dan berusaha mengabaikan suara dering ponsel king yang ada di atas meja .
King sendiri hanya fokus pada suara dering ponselnya . Bahkan direktur indo jaya group yang berusaha mengeraskan suaranya pun , tetap tidak sebanding dengan ringtone dari ponselnya .
"Apa sekarang wanita ini tau , bagaimana caranya memohon ?." king menarik senyum simpul yang sangat samar hingga tak seorangpun yang menyadarinya .
"Tuan bagaimana keputusan Anda ." Haris berdehem agak nyaring untuk menyadarkan king . Sejurus kemudian tatapan yang tajam tertuju padanya .
"Kamu saja yang putuskan ." jawab king tanpa memberikan jawaban yang di harapkan .king bangkit dari tempat duduknya lalu meninggalkan restoran .
Directur indo Raya menyipitkan matanya karena tidak tau apa yang terjadi ,berniat untuk menghentikan juga tidak punya keberanian .hanya bisa bergantung dengan Asisten Haris .
King telah ada di dalam mobil yang ada di tempat parkiran . Ia mengeluarkan ponselnya dan lagi lagi telepon dari Amin . Senyum di wajahnya makin terbuka lebar .
"Hallo ."
***
Sudah setengah jam lebih Amin menelpon king tapi setiappanggilan nya terus di abaikan . Amin menjadi semakin frustasi dia mencoba untuk yang terakhir kalinya , siapa mengira panggilan nya benar benar di angkat .
"Hallo ." suara dari sebrang sana .
Beberapa saat Amin belum juga menjawab nya .
__ADS_1
"Apa kamu hanya akan diam saja ? Aku akan menutupnya ".
"Tu..tunggu ,!saya bicara , saya akan bicara ." Amin beranjak dari duduknya .