REY (ISTRI KEMBAR CEO  1 )

REY (ISTRI KEMBAR CEO 1 )
87 Dia cemburu


__ADS_3

King merasa Uti nya dan Amin sangat mirip , suka mengumpat di belakang nya . King segera mematikan teleponnya setelah mengucapkan maaf kepada neneknya .dan menyimpan nya di atas meja .


 Drt...Drt...


King mengerutkan keningnya , ia mengira neneknya berusaha untuk menghubunginya lagi , tapi ternyata itu bukan berasal dari ponselnya . Melainkan ponsel Amin yang bergetar .


King meraih ponsel Amin untuk menolak panggilan itu , karena nada deringnya sangat menganggu . Siapa yang mengira ia belum sempat mematikan nada dering itu telah mati dan berubah dengan notifikasi pesan masuk dari nama yang sama , Bibi Indah .


" Minah nanti pulanglah lebih awal , bibik masak banyak untuk makan malam kamu , dan juga Axsim sepertinya sangat merindukan mu . Dia selalu memandangi foto kamu , dan memeluknya saat dia tidur . Cepatlah pulang ."


Pesan yang begitu intim , pandangan king berubah mengelap saat membaca setiap kata yang tertulis dalam pesan itu .


"Axsim siapa dia .? Apa dia pacarnya ?


Satu hal yang king tau kalau Amin belum menikah . Itu tertera dalam data informasinya saat dia mengajukan surat lamaran kerja . Sekarang muncul nama Axsim , king tidak bisa tidak berpikir macam macam .


"Bahkan tidur sampai memeluk fotonya ? ."King mendengus pelan sambil melirik Amin yang masih tidur lelap . Dan menghapus pesan dari bibi indah agar Amin tidak mengetahui pesan tersebut .


Setengah jam kemudian Amin merasa gerah dan tidak bisa bergerak .perlahan dia membuka matanya betapa terkejut nya dia saat mengetahui dirinya berada dalam ruangan .


"I ..ini adalah ruangan pribadi ." Amin memang pernah sekali masuk ke ruangan itu tapi ia masih mengingatnya dengan jelas . Dengan letak kamar mandi yang ada di sebelah kiri tempat tidur .


Amin terhenyak beberapa saat .lalu satu pertanyaan tiba tiba muncul di benaknya .


"siapa yang membawaku ke sini ?. Presdir King !." Amin yakin kalau presdir king yang melakukan nya . tak akan ada orang yang berani masuk ke ruangan pribadi ini selain pemiliknya sendiri .itu berati.dia juga yang telah mengendongnya .


Amin bangun dan menggeser badan nya untuk turun dari tempat tidur itu untuk meninggalkan ruangan pribadi King , tapi keadaan kantor presdir sudah sepi .tidak ada orang bahkan meja kerjanya juga kelihatan sudah bersih dan rapi .


"Ini baru jam tiga sore , seharusnya dia belum pulang kan ? Gumam Amin sambil menatap jam yang besar di sudut dinding ruangan .

__ADS_1


Selama bekerja Amin tidak pernah melihat King pulang lebih awal yang ada dia selalu pulang paling akhir ,dan datang paling awal .


"Eh...kenapa aku jadi memikirkan dia, Pergi kemana . Lebih baik aku kembali.ke ruangan aku saja ." Amin melangkahkan kakinya dengan perlahan menuju ke pintu . Tapi saat ia akan membuka pintu ruangan itu sinar infra merah di sana menyala .


"Eh ..kenapa tidak bisa di buka ." Amin mencoba membuka nya beberapa kali tapi hasilnya tetap sama . Baru Amin menyadari jika akses pintu telah di nonaktifkan .dan sekarang berubah harus memakai sidik jari .


" kenapa di nonaktifkan , apa dia lupa kalau aku masih di dalam .? Amin tidak tau apa sebenarnya yang telah terjadi . Kalau ingin mengetahuinya ia harus bertanya langsung pada King .


Amin segera merogoh sakunya untuk mencari ponselnya . Tapi sakunya kosong dan ponselnya juga hilang entah kemana .


"Di mana ponsel aku , apa mungkin jatuh saat aku tidur .?," Amin tanpa buang waktu segera pergi menuju ke ruang pribadi untuk mencari ponselnya .


Amin melihat ponselnya ada di atas nakas , ia segera mencari nomor kontak King .dan segera menelponya tapi yang berdering adalah telepon ruang kerja King . karena ia lupa menyimpan nomor pribadi King .


"Hah ." Amin menghela nafas lelah .


"tentu saja yang ku simpan nomor kantor ,bukan nomor pribadi nya .tapi Amin ingat ia menyimpan nomor ponsel King . Ia segera menggeser layar ponsel nya .


Beberapa saat Amin termenung menatap kontak nomor baru itu .meski ia yakin itu nama kontak King , tapi sejak kapan nomor itu berganti nama .?


Amin menjadi curiga dan mencoba untuk menghubunginya .


***


Sementara king yang sedang berada di sebuah restoran sedang mengadakan pertemuan dengan indo raya group . Ia tidak menduga bila ponselnya yang ada di atas meja akan berdering .


Directur perusahaan Indo raya group seketika berhenti bicara . Memberi ruang pada King untuk menjawab telepon nya .


Namun king malah mengangkat tangan nya ." lanjutkan ."

__ADS_1


Directur indo jaya group melirik kepada Haris bertanya apa yang harus ia lakukan dengan tatapan matanya .presdir king menyuruhnya lanjut , tapi ponselnya masih di biarkan tetap berdering juga tidak di matikan .membiarkan suara dering ponselnya membuat dirinya menjadi tambah gugup .


Haris juga tidak tau sekarang ada di dalam keadaan seperti apa . Ia coba melirik sebentar ke arah ponsel king .panggilan dari Amin ." ini aneh , benar benar aneh , tidak biasanya Tuan akan bersikap seperti ini jika menyangkut tentang Amin . Apa telah terjadi sesuatu di antara mereka .!


"Kenapa kamu hanya diam , jika penjelasan kamu sudah selesai , kamu boleh pergi ." ucap King .


Directur perusahaan indo jaya menjadi panik dan kembali melanjutkan pembahasan nya . Dan berusaha mengabaikan suara dering ponsel king yang ada di atas meja .


King sendiri hanya fokus pada suara dering ponselnya . Bahkan direktur indo jaya group yang berusaha mengeraskan suaranya pun , tetap tidak sebanding dengan ringtone dari ponselnya .


"Apa sekarang wanita ini tau , bagaimana caranya memohon ?." king menarik senyum simpul yang sangat samar hingga tak seorangpun yang menyadarinya .


"Tuan bagaimana keputusan Anda ." Haris berdehem agak nyaring untuk menyadarkan king . Sejurus kemudian tatapan yang tajam tertuju padanya .


"Kamu saja yang putuskan ." jawab king tanpa memberikan jawaban yang di harapkan .king bangkit dari tempat duduknya lalu meninggalkan restoran .


Directur indo Raya menyipitkan matanya karena tidak tau apa yang terjadi ,berniat untuk menghentikan juga tidak punya keberanian .hanya bisa bergantung dengan Asisten Haris .


King telah ada di dalam mobil yang ada di tempat parkiran . Ia mengeluarkan ponselnya dan lagi lagi telepon dari Amin . Senyum di wajahnya makin terbuka lebar .


"Hallo ."


***


Sudah setengah jam lebih Amin menelpon king tapi setiappanggilan nya terus di abaikan . Amin menjadi semakin frustasi dia mencoba untuk yang terakhir kalinya , siapa mengira panggilan nya benar benar di angkat .


"Hallo ." suara dari sebrang sana .


Beberapa saat Amin belum juga menjawab nya .

__ADS_1


"Apa kamu hanya akan diam saja ? Aku akan menutupnya ".


"Tu..tunggu ,!saya bicara , saya akan bicara ." Amin beranjak dari duduknya .


__ADS_2