
"Kembali ke Villa ." ucap King pada Haris
"Baik Tuan ." jawab Haris .
Dalam perjalanan pulang ke villa Amin melihat ponselnya bergetar berulang kali , ia melihat pesan masuk dari nomor yang belum ia simpan dan beri nama . Tapi di lihat dari poto profilnya Amin bisa mengenalnya , itu adalah nomor kontak Abu Rijal Rojak .
"Amin , terimakasih banyak karena telah membantu paman . Pagi ini perwakilan dari menteng group datang ke perusahan Rojak kontruksi untuk melanjutkan kerja sama lagi . Paman benar benar berterimakasih ."
Setelah membaca isi pesan itu Amin melirik King yang duduk tenang di sampingnya . Heran dan bingung menjadi satu .
"Bukankah kemarin marah marah karena masalah itu ? Dan pagi ini telah menyuruh orangnya untuk melanjutkan kerja sama nya ? .
"ehem .
Satu deheman membuyarkan lamunan amin dengan segera amin memalingkan wajahnya . Hari ini ia telah kepergok dua kali diam diam menatap wajahnya . Rasanya ingin bersembunyi sejauh jauhnya agar tidak lagi terlihat di depan nya .
"Masih pusing ?" tanya King .
"Ya ya , masih sedikit pusing ." Amin mengiyakan pertanyaan King biar tidak merasa malu . Tapi siapa yang menyangka dengan apa yang di lakukan oleh King .
Dia duduk menyandarkan badan nya dan menarik bahu amin dan membaringkan kepalanya di pangkuan nya . Amin melongo dengan jantung berdegup kencang .
"Pria ini ! Kenapa menjadi begitu perhatian .?.
Jika King bersikap seperti ini pada semua orang siapa yang tidak akan terpesona .
"Tidurlah , saat sudah sampai aku akan membangunkan kamu ." ucap King sambil tangan nya mengelus kepala Amin .
Sungguh aneh , Amin telah terpedaya dan tidak memiliki kuasa untuk menolaknya . perlahan ia mulai memejamkan mata nya terbuai oleh belaian tangan king di kepalanya .
Hubungan yang di mulai dari ketidak akuran dan keharmonisan sekarang berakhir seperti ini . Sekalipun Amin tidak pernah membayangkan nya .
Hari pertama bekerja hanya ada kekesalan dan kedongkolan di hatinya di berikan oleh Bosnya , ia sangat membenci King yang semena mena . Dia juga sangat kesal kepada King yang sering menindasnya .
Tapi sekarang ..... 3DP ...Dengan perlindungan darinya .. Dengan perhatian yang di berikan nya ...Dari sifat posesif nya , Amin mulai nyaman berada di sampingnya .
***
__ADS_1
Tidak terasa mobil yang di tumpangi oleh mereka telah sampai di halaman Villa .
King tidak membangunkan Amin seperti katanya pada Amin tadi . Tapi.King membopong Amin yang tertidur . Sambil berjalan king terus menatap wajah Amin yang tertidur pulas . Mungkin karena kejadian kemarin malam membuat takut dan tidurnya tidak tenang .
Sesampainya di lantai dua ,king membaringkan tubuh Amin di atas tempat tidur dan memanggil Haris yang berdiri di ambang pintu .
"Ya tuan ,apa ada perintah ."jawab Haris .
King mengeluarkan sapu tangan Amin dari dalam saku jasnya yang hampir tertinggal di rumah sakit .
"Cari tau siapa Maxsim ." perintah King .
Haris mengerutkan kening nya melihat gambar leon di sapu tangan itu ." Tuan ..
"hemm..
"Coba amati gambar leon ini bukankah sangat mirip . Dan di samping nya ada gambar seorang anak laki laki ." ucap Haris .King meraih kembali sapu tangan itu .
"sketsa ini hanya aku yang bisa membuatnya ,sebagai penyamaran aku mencari Ayahku . Tapi aku tidak pernah punya sapu tangan seperti ini dan siapa Maxsim ."
Haris kembali memperhatikan sapu tangan itu . Ia lihat gambar sablon leon dan seorang anak laki laki , kedua matanya menyipit ." Tuan jika tidak salah anak laki laki ini adalah anak.laki laki yang berpapasan dengan kita di rumah sakit tadi siang ." jelas Haris .
"Cari tau sekarang . Aku ingin besok pagi sudah mendapatkan jawaban nya ."
"Siap Tuan ." Haris sudah siap pergi tapi langkah kakinya terhenti ,ia ingat dengan dua orang penculik yang sudah di tangkap .
"Tuan bagaimana dengan Abraham dan keponakan nya . Apa yang harus kita lakukan kepada mereka ."
King diam sejenak ." untuk malam ini biarkan saja mereka di gudang . Besok adalah waktu di mana mereka harus membayar keberaniannya telah menantang King samudra ."
"Baik Tuan ."
Setelah kepergian Haris King kembali masuk ke kamar dan berbaring di samping Amin . Dia sengaja berbaring di depan Amin agar bisa menatap wajah nya dengan leluasa .
Bibir merah Amin tampak menggoda .king menelan ludahnya susah payah . Berusaha menahan diri Agar tidak bertindak lebih jauh dan lancang . king menarik nafas dalam dan meraih pinggang Amin dengan pelan dan ikut memejamkan matanya .
***
__ADS_1
Keesokan harinya Amin pulang di antar oleh sopir pulang ke rumah bibi indah . Sampai di halaman rumah Amin melihat Bini indah sedang sibuk memutari tanaman di halaman rumahnya seperti sedang mencari sesuatu .
"Bini Indah , apa kamu sedang mencari sesuatu ." tanya Amin .
Melihat kepulangan Amin , bibi indah sejenak melupakan ." Amin kamu sudah boleh pulang . Maxsim sedang nonton tv di ruang tamu , pergilah lihat dia dan temani dia ." ucap Bibi indah
"Oh ...." Amin manggut manggut dan sebelum pergi ia kembali bertanya pada bibi indah .
" sebenarnya bibi sedang mencari apa bi ."
Bibi indah masih sibuk membongkar semua barang yang ada di sampingnya . Tapi tidak menemukan apa yang sedang ia cari .
"Bibi Indah ."
"Oh itu sapu tangan ." Amin berpikir sejenak baru bisa nyambung setelah mendengar tentang sapu tangan .
"Apa itu sapu tangan Maxsim . "
"Ya , bibi telah melupakan nya , entah tertinggal dimana ." ucap Bibi Indah penuh penyesalan
Amin segera ikut membantu bi indah mencari sapu tangan itu . Ia tau itu sapu tangan kesayangan Maxsim , dia tidak akan mau makan sebelum memegang sapu tangan nya itu .
"Ah ..Dimana ya , perasaan kemarin masih ada lo ." ucap Bibi indah mencoba mengingat ingat .
Amin juga mengelus dagunya ." Bukan nya kemarin bibi membawanya ke rumah sakit .? Mungkinkah masih di dalam tas atau...
"Ah kamu benar , kemarin membawanya ke rumah sakit , mungkin tertinggal di sana ."Bibi Indah menakup wajahnya dengan frustasi . Dia telah menghilangkan sapu tangan kesayangan Maxsim .
Dan akan sulit untuk membujuk nya , jika dia menginginkan sapu tangan itu dan tidak di berikan .
"Amin bagaimana ini ? Apa kamu tidak punya yang lain nya , yang mirip begitu . Bibi sekarang benar benar merasa bersalah ." Amin menggelengkan kepala .
"Tidak ada bi , hanya bisa dengan memesan secara langsung baru mendapatkan nya .
Di rumah bibi indah heboh mencari sapu tangan , tapi sapu tangan itu sekarang ada di ruangan kerja King .
"Bagaimana hasilnya .? .tanya King .
__ADS_1
"Berhasil , Informasi tentang anak laki laki itu telah kami dapatkan ." Haris mengeluarkan beberapa lembar kertas informasi hasil laporan identitas . Tapi saat akan menyerahkan nya ada keraguan di hati Haris .