REY (ISTRI KEMBAR CEO  1 )

REY (ISTRI KEMBAR CEO 1 )
78 dia sembelit


__ADS_3

" Sepertinya tidak bisa , beliau tidak bisa di ganggu ." jawab Haris .


"Tidak bisa di ganggu , apa dia sembelit ." jawaban spontan Aminah membuat wajah Haris langsung panas dan berkeringat dingin . Sementara King wajahnya sudah mengelap dan langsung merampas ponselnya dari.tangan Haris dan mematikan nya .


Sementara Amin yang dapat perlakuan tidak sopan pun mengumpat ." keterlaluan , tidak Bos tidak asisten sama saja , tidak jauh berbeda main matikan ponsel tanpa salam ." gerutu Amin sambil menyimpan ponselnya kembali ke dalam saku blazernya .


"Pak bisa cepat sedikit , kita sudah akan terlambat ." ucap Amin kepada sopir kantornya .


"Baik mbak ."


Setelah menempuh perjalan kurang lebih tiga puluh menit , mereka sampai di tempat tujuan tapi di lihat dari luarnya itu sepertinya bukan cafe atau restoran biasa . Tempatnya sangat privat dan tidak sembarang orang bisa datang .


Amin berjalan ke meja resepsionis dan mengatakan tujuan nya . Bila ia sudah ada janji dengan Tuan Abraham dari perusahaan Abraham New Company . Setelah Amin menyebut nama Tuan Abraham ia segera mendapat kan nomor sebuah ruangan .


Dengan 0etunjuk dari beberapa pegawai restoran akhirnya Amin menemukan ruangan yang di maksud . Saat akan melangkah kakinya , langkah Amin terhenti karena ia mencium bau alkohol yang menyengat dari dalam ruangan itu .


"Tunggu sepertinya aku salah ruangan ." ucap Amin pada diri sendiri . Kemudian amin melihat nomor ruangan itu untuk mencocokan nomor ruangan yang ia terima dari resepsionis tadi .


"Benar tidak salah , ruangan nomor empat puluh lima , tapi kenapa ..." perasaan cemas dan khawatir yang sebelumnya telah Amin tahan kini membuncah hebat dalam dirinya . Tanpa sadar kaki Amin melangkah mundur seakan dapat komando agar pergi dari sana .


 Tapi 0ada saat itu dari arah belakang datang seorang pria muda sekitar umur tiga puluhan tahun menyapanya ." hai apa kamu akan menemui pamanku , masuk saja paman ku sudah menunggumu di dalam ." ucap pria itu .


Amin terkejut dan ingin melompat saat mendengar ada seseorang yang berbicara padanya . Amin swgera membalikan badan nya .


"kamu siapa .? " tanya Amin .


"Hehe ." sahut pemuda itu sambil meraba tengkuknya melihat Amin terkejut .


"Namaku Boby keponakan tuan Abraham . Bukan nya kamu ingin bertemu dengan pamanku , kalau begitu ayo masuk ke dalam ." ajak pemuda itu dan langsung membuka pintu ruangan itu .

__ADS_1


Amin ikut masuk walau dengan perasaan tidak tenang , ia memantapkan hati untuk masuk kedalam . Saat sampai di dalam bau alkohol semakin menyeruak .suasana ruangan juga gelap bisa di bilang hanya remang remang .


Ruangan seperti itu tidak pantas di jadikan ruang pertemuan untuk membahas tentang kerja sama , namun Amin menepis semua pikiran negatifnya . Perlahan ia edarkan pandangan nya , dan ada sosok pria yang duduk di sudut ruangan dengan botol botol bir yang berserakan .


"Paman , perwakilan dari menteng group sudah datang ." ucap Boby .


"Oh sudah datang ." pria itu adalah Directur Abraham , pria yang kira kira berusia empat puluh lima tahun itu segera menekan sakelar lampu . Ruangan yang awalnya remang remang berubah menjadi terang benderang .


Amin menarik nafas lega setelah melihat ruangan berubah menjadi terang .


"Tuan Abraham , saya Siti Aminah sekretaris dari presdir King . Bagaimana jika kita langsung bahas pada tujuan kerja sama kita ." ucap Amin yang tidak ingin berlama lama di ruangan itu bersama dua pria yang tidak begitu ia kenal ..


Amin mengambil tempat duduk dan mengeluarkan berkas berkas kerja samanya yang telah ia cetak swbwlum berangkat tadi .


Dia ingin segera menyelesaikan pertemuan itu . Tapi kelihatan nya pihak lain tidak menginginkan pertemuan ini berakhir dengan cepat .


"Kenapa kamu begitu terburu buru ? Bagaimana jika kita minum terlebih dulu ." ucap Abraham .


Amin berusaha untuk menolaknya . Dan bicara dengan jujur ." maaf sebelumnya , saya tidak bisa minum ."jelas Amin .


"Omong kosong ? Mana ada jaman sekarang ada orang sudah dewasa ,tidak bisa minum minuman keras . Jangan jangan kamu hanya mencari alasan saja ." ucap Director sambil menuangkan bir ke dalam gelas dan ia dorong ke depan Amin .


"Jika kamu tidak mau minum , jangan harap aku juga akan menanda tangani kerja sama itu ." ancam Director Abraham .


Amin menatap gelas yang ada di depan dengan tatapan yang rumit ." Directur Abraham , kamu tidak akan pernah menarik kembali ucapan anda, bukan ? ." tanya Amin memastikan .


"Tentu saja tidak , asal kamu mau minum bersamaku , aku pasti akan tanda tangan ." jawab Abraham .


Ucapan yang memastikan dari Abraham , membuat Amin kembali menatap gelas yang telah berisi minuman penuh . Ia meneguk ludahnya dengan susah payah .

__ADS_1


Tugasnya datang ke tempat ini hanya untuk mendapatkan tanda tangan dari Direktur Abraham dari Abraham New Company . Sekarang kesempatan itu telah terbuka di depan matanya . Tapi ia akan mendapatkan tanda tangan itu jika ia mau meminum bir yang di berikan nya .


Tapi yang jadi masalah , bir adalah kelemahan nya . Ia sangat lemah oleh minuman alkohol , walau kadar alkoholnya sangat rendah masih mampu membuat dirinya tidak berdaya . Bahkan bisa membuatnya mabuk dan kehilangan kesadaran nya .


Seperti kejadian di pesta kemarin lusa , itu benar benar kejadian yang tidak mau ia ulang untuk yang kedua kalinya .


"sekretaris Aminah , kamu bisa kok katakan , jika kamu tidak mau minum . Tapi cukup kamu tau , jika aku tidak akan tanda tangani kerja sama ini maka semua nya akan berakhir ." jelas Abraham .


Mata Amin membulat , ia tidak bisa membayangkan jika kerja sama ini benar benar berakhir . Mungkin ia akan di pecat dan menanggung semua kerugian perusahaan .


"Tidak , jangan sampai di suruh untuk ganti rugi ." Gumam Amin tak lama kemudian ia meraih gelas bir itu , sebelum meminumnya ia memastikan lagi kepada pria yang ada di depan nya itu .


""Direktur Abraham setelah saya meminum bir ini , anda akan menanda tangani surat kerja sama kita bukan ." tanya Amin .


"Tentu saja , aku Abraham tidak pernah juga suka berbohong ."


Untuk kesekian kalinya Amin menatap kembali gelas bir itu . Ia memejamkan mata beberapa saat , dan dalam sekejap ia langsung meminum bir itu dalam satu tegukan langsung tandas .


Tak ..Amin meletak kan gelas itu di atas meja dengan keras setelah menghabiskan isinya . Amin langsung menatap Director Abraham .


"Sudah waktunya , Anda menanda tanganinya , saya telah meminumnya ." ucap Amin .


Hehehe...


"Sekretaris Amin , sepertinya kamu salah paham .." ucap Abraham.


"Director Abraham , apa anda akan menjilat ucapan mu kembali .? Potong Amin .


"Tidak ,tentu saja bukan . Hanya saja yang aku maksud sebelumnya . Kamu harus menghabiskan satu botol bir bukan satu gelas bir yang kecil ini ." ucap Abraham .

__ADS_1


__ADS_2