
Uti Aisyah sengaja datang ke rumah Bibi Indah selain mengajak Maxsim bermain , ia juga punya tujuan lain . Ia mencari informasi tentang Maxsim dan ibunya berharap ia dapat celah dan memiliki petunjuk jika Maxsim adalah cucunya ,
Tapi Uti Aisyah kecewa karena selama ini Maxsim dan Ibunya ternyata tinggal di luar negri .pupus sudah tak bersisa harapan Uti Aisyah .
"Nyonya besar , mungkin Tuan muda memang belum memiliki anak . Karena yang saya ketahui , selama ini Tuan muda tidak pernah terlibat dengan masalah wanita . Dia terus fokus dalam bekerja dan menghasilkan uang saja ." ucap erik .
"Kamu lupa dia anaknya rafael yang hanya setia pada satu wanita ." jawab Uti Aisyah .
"Tapi tuan Rafael menikahi istri kembar ." erik segera menutup mulutnya yang lebih sulu ia pukul.
" Ya , dia menikahi cinta pertamanya , karena merasa bersalah dan berhutang pernikahan dengan samudra . Kamu tidak melihat kenapa marga anak anaknya menjadi samudra , karena cintanya hanya untuk Reyana samudra bukan Reyana safitri ." jelas Uti Aisyah
"Tapi bagaimana dengan Tuan muda ." tanya erik .
"Dia , hatinya telah di tabrak oleh seorang gadis yatim piatu dua puluh lima tahun yang lalu di pemakaman samudra di jogya , mungkin dia menunggu gadis itu ."
"Dimana gadis itu sekarang nyonya ."
Uti Aisyah hanya menggelengkan kepala ," entahlah hanya takdir dan jodoh yang akan mempertemukan mereka ." jawab Uti mendesah pelan .pandangan nya kosong menatap ke depan .
"Tunggu ." tiba tiba matanya berubah bersinar .
"Aku baru ingat , kalau anak itu sekarang sedang mengencani seorang wanita ." wajah keriput Uti Aisyah secara perlahan , tapi pasti tercipta senyuman di bibirnya sedikit lebar .
Erik bingung ia mengaruk kepala penasaran ." Apa benar nyonya besar , kalau Tuan muda sedang mengencani wanita .?
"Untuk apa aku sembarang ngomong . Wong aku tau dari Diana yang melihat dengan mata kepalanya kok ..King sendiri yang memanggil Diana datang ke kantor nya . Kamu tau di suruh apa ."
"Tuan muda tidak sehat ." jawab asal Erik.
__ADS_1
"Ya , dia tidak sedang sehat . Karena dia memasukan seorang wanita di ruangan kerjanya , dan wanita itu sedang terluka , anak itu menyuruh Dinda mengobati wanita itu dengan baik sekali . Pernah anak itu bersikap seperti itu selama ini ." reflek Erik menggeleng gelengkan kepalanya .
Erik tampak kesulitan mempercayai apa yang di ceritakan oleh Uti Aisyah . King samudra , seorang King samudra benar benar memperlakukan seorang wanita dengan berbeda ?
"Nyonya besar .karena tuan muda memperlakukan wanita ini begitu baik , apa mungkin Tuan muda benar benar mengencani wanita itu .Atau benar benar harus mengencani wanita itu ." Erik akhirnya memberi usul kepada Uti Aisyah .
"Nyonya besar , bagaimana kalau kita minta kepada Tuan muda untuk membawa wanita itu pulang ke rumah ." usul Erik .
Uti Aisyah mengangguk kan kepala ." sudah , sudah pernah aku menyuruh anak itu , tapi anak kurang ajar itu tidak menganggap neneknya ini . Dia berniat terus menyembunyikan identitas wanita itu ." kesal Uti Aisyah .
Jelas jelas ada kekesalan di wajah Uti Aisyah saat menyebut nama King . Erik tersenyum kecut dan memberi saran yang lain .
"Bagaimana kalau Nyonya besar datang saja ke kantornya , dan bertemu secara langsung dengan wanita yang sedang dekat dengan Tuan muda itu .bagaimana ?
Sesaat Uti Aisyah mencerna saran yang di usulkan oleh Erik ." ehh kamu benar , aku akan pergi sekarang menemui wanita itu secara langsung .Anak kurang ajar itu tidak akan bisa menghalangi aku ."
Sesuai rencananya kemarin pagi ini Uti Aisyah benar benar datang ke kantor untuk mencari tau tentang wanita yang sedang dekat dengan King cucunya itu . Saat ia baru datang dan memasuki pintu perusahaan semua karyawan yang melihatnya menunduk hormat kepadanya .
Bayangkan saja Pewaris sah pertama menteng group datang berkunjung ke kantor . Tentu saja akan membuat heboh di tambah foto Uti Aisyah terpasang di beberapa sudut kantor .jadi tidak heran semua mudah mengenalinya .
Saat itu Amin sedang berada di ruangan nya . Menyusun laporan dan beberapa proposal . Dia begitu serius melakukan pekerjaan nya . Tiba tiba pintu ruangan terbuka yang reflek mengundang perhatian nya .
"Asisten Haris , Apa ada yang kamu butuhkan ? ." Haris hanya diam di depan pintu juga tidak bermaksud untuk masuk . Tapi dia malah menarik badan nya untuk sedikit minggir seakan ada seseorang yang akan lewat . Benar , tidak lama kemudian dari belakang Haris masuk seorang wanita tua memakai gaun muslimah , maauk ke ruangan nya .
Amin terhitung karyawan baru . Saat melihat wanita itu ia seperti ingat atau pernah kenal dengan wanita itu tapi di mana dan kapan ia lupa , ingatan nya seperti benang ruwet . Jadi dia berusaha meminta bantuan jawaban dari Haris .
Tapi sayangnya , Haris juga bergeming tidak berusaha menjawab walau ia tau kebingungan di wajah Amin .
"kamu yang bernama Amin , bukan? ." tanya Uti Aisyah . Sambil bertanya matanya melirik ke arah tangan kiri Amin yang terluka dan diperban. Harusnya tidak salah orang karena wanita di depan nya punya luka seperti yang di ceritakan oleh Diana .
__ADS_1
Uti Aisyah memutar badannya ." Ayo ikut dengan ku , ada yang ingin aku bicarakan ." ucap Uti Aisyah .
Untuk beberapa saat Amin diam tak bergeming .tak lama kemudian amin segera melangkah mengikuti langkah uti Aisyah . Saat ia melewati Asisten Haris , Haris berbisik di dekat telinganya .
"Nona Amin , beliau eyang putri presdir King ."
Deg..
Mata Amin melotot sempurna mendengar ucapan Haris . Jantungnya seakan ingin berhenti berdetak .
"Neneknya presdir king .?
Amin sekarang baru ingat , bahwa wanita tua ini ada di dalam foto yang ada di beberapa sudut ruangan kantor ini . Pemilik saham terbesar menteng group nyonya siti Aisyah .
"Pantas saat melihat nya , kelihatan tidak asing , tapi kenapa dalam ingatan aku ada dua versi muda dan tua ," gumam Amin dalam hati .
"Apa yang kamu tunggu Ayo masuk ." ajak Uti Aisyah pada Amin yang masih bergeming . Bahkan ketika pintu ruangan presdir King telah terbuka .
Amin seperti bangun dari mimpi . Ia mengangkat wajahnya kemudian melangkah dengan ragu masuk mengikuti Uti Aisyah .
Sejatinya Amin benar benar tidak tau kenapa dia di minta datang ke ruangan King . Apa yang ingin di bicarakan dengan nya , apa ada kesalahan fatal yang telah ia lakukan , tanpa ia sadari .
"Kamu tau kenapa aku menyuruh kamu datang ke.mari ." tanya Uti Aisyah sambil duduk di sofa .
Amin yang masih berdiri di depan Uti Aisyah hanya bisa menggelengkan kepala .
"Maaf , saya tidak tau , kenapa anda menyuruh saya untuk datang ke ruangan presdir . Apa nyonya membutuhkan sesuatu ." tanya Amin dengan sopan .
"Aku tidak membutuhkan sesuatu .hanya saja aku ingin bertanya ." uti Aisyah mengangkat wajahnya menatap wajah amin dengan lekat .
__ADS_1