REY (ISTRI KEMBAR CEO  1 )

REY (ISTRI KEMBAR CEO 1 )
4 ,litte king


__ADS_3

Malam telah larut dalam keremangan suasana berkabut ada seorang wanita bercadar berjalan dengan memakai tongkat menghampiri seorang anak kecil yang duduk termenung di sebuah batu .


"litte king , kamu sudah datang king ." ucap wanita itu .


"Bunda ." sapa anak kecil itu berdiri menuntun wanita itu untuk duduk di batu yang tadi di gunakan untuk duduk .


"Bunda apa kabar apa di sana gelap ." tanya Anak kecil itu .


"Tidak , di'a litte king tiap hari adalah penganti mata untuk bunda . Temui Ayah untuk menolong princes , bunda pergi dulu ya ." ucap wanita tua .


"Ayah , litte king dan princes kangen . Ayah..


"Aakh ....." Rafa terbangun dari tidurnya , ia merasa mengalami mimpi buruk ini adalah mimpi pertama sejak kepergian istrinya lima tahun ini .Rafael melihat jam di ponselnya yang ada di atas nakas .


"Jam satu malam ." Rafael meletak kan ponselnya dan bangun dari tempat tidurnya .ia keluar kamar dan mengambil air minum ke dapur . Rafael duduk di meja makan pikiran nya melayang ke lima tahun yang lalu .


Rafael sangat bahagia membawa istrinya yang sedang hamil besar dengan pakaian sari yang santun dan bercadar .mereka menikmati indahnya pantai sore hari tiba tiba datang seorang wanita bersama dengan papanya .


"Fafa ." panggilan itu adalah panggilan sayang Rey kekasihnya .


"Kamu siapa ,kenapa memanggil aku Fafa itu hanya panggilan sayang dari kekasihku dan sekarang sudah menjadi istriku ini ." ucap Rafa .


"Benarkah dia Rey yang kamu kenal , Rafael orang mencari mata tidaklah semudah membalik kan telapak tangan . Kamu beri uang kepada mama baru satu bulan mana mungkin orang buta langsung bisa melihat . Dan lihatlah ini ." wanita itu mengeluarkan sebuah kalung .


"Kalung itu aku berikan untuk Rey ku kenapa ada padamu ." tanya Rafael .


"Fafa , akulah yang oegang kalung ini juga memanggilmu Fafa lantas tidak kah kamu memahami situasi yang terjadi ." ucap wanita itu .


"Maksudmu istriku Rey palsu ." tanya Rafael .wanita itu mengangguk .


"Tapi kenapa wajahmu tidak mirip Rey , tapi wajah dia malah mirip Rey ." tanya Rafael .


"mungkin kebetulan wajah dia mirip., tapi tetap beda , mungkin dia sudah lama mengincar kamu dan melakukan oplas biar mirip dengan ku . Dan lihat apa kamu tidak curiga , kalian menikah baru sembilan bulan , perut istrimu sudah begitu besar dah waktunya melahirkan . " badan Rafael menegang seketika .


"Rey bisa kamu jelaskan padaku ." ucap Rafael .

__ADS_1


"kalau kamu ragu pergilah , kalau kamu percaya tetaplah di sisiku sekarang aku tidak kuasa bercerita ." Rey menatap tajam kepada wanita yang baru datang itu . Dan yang membuat kecewa Rey Rafael benar benar pergi meninggalkan dirinya .


"Rey maafkan aku , seharusnya aku menghadapi kejadian itu dengan kepala dingin .wanita itu ternyata ular ." rafael menangis di ruang makan tanpa ia sadari sebuah tangan kecil memeluk perutnya .


"Ayah kangen bunda ." ucap anak kecil itu .


"Pangeran , kenapa bangun ."tanya Rafael sambil mengangkat putranya ke atas pangkuan nya .


Rafael sangat menyesal pernah meragukan putranya yang kembali bersama babysister dan peti jenazah istrinya .diam diam Rafael melakukan tes DNA . Setelah itu ia bersimpuh di makam istri nya dalam beberapa hari ,kalau Aisyah tidak datang membawa pangeran ke makam mungkin rafael tidak akan meninggalkan makam istrinya .


"Ayah , tadi pangeran mimpikan bunda . Bunda mengenalkan litte king pada pangeran .dan pangeran harus panggil Abang ."ucap pangeran .


"bunda mengatakan apa lagi ." tanya rafael .


"Pangeran harus panggil abang kepada litte king ."ucap pangeran .


"sekarang abang litte king di mana ." pangeran menggeleng kan kepala .Rafael segera mengendong putranya ke kamarnya untuk tidur kembali hari masih malam.


"ada apa di balik masa lalu , apa yang telah aku lewatkan . Bahkan aku belum menikahi istriku secara sah , Rey katakan padaku ."jerit hati Rafael .


"Asalamuallaikum apa benar dengan nak Rafael jailani abdulloh ." tanya wanita bercadar itu .


"Wa'allaikum salam umi , benar saya sendiri ." jawab Rafael .


"Begini nak Kamu kenal nak Reyana safitri ."


"Ya dia kekasih saya umi , ada apa dengan dia ." tanya Rafael cemas .


"Tenang saja , dia baik baik saja , hanya hari ini kain kasa di matanya akan di buka , dan dia ingin pertama kali yang di lihat adalah diri nak Rafael ." ucap wanita bercadar itu .


"Benar kah umi , Rey sudah mendapatkan donor mata ." tanya Rafael bahagia .wanita itu mengangguk , Rafael segera menuntun wanita itu masuk ke dalam mobil untuk menunjukkan dirinya keberadaan Reyana .


Mereka telah sampai di sebuah rumah sakit , seorang suster mengantar mereka ke sebuah ruangan .pintu ruangan terbuka nampak seorang gadis berjilbab juga , sedang duduk di atas tempat tidur .


"Rey ." panggil Rafael lembut .

__ADS_1


"Fafa kamu dah datang ." tanya Rey , wanita bercadar tadi menyelinap ke balik tirai ranjang rey , dia tidak lain adalah Angela bersama Malik , di tempat tidur juga terbaring seorang gadis yang mana sudut matanya terus mengalirkan air mata .


"bagai mana sudah siap Nona Rey ." tanya seorang dokter .


"Sudah Dok ." jawab Reyana .Dokter mulai membuka kain kasa yang menutupi mata Rey .


"Nona Rey dalam hitungan ke tiga , nona buka mata pelan pelan ya ." ucap sang dokter .


"Satu , dua , tiga buka pelan pelan saja ." ucap Dokter .


Saat Rey membuka mata yang ada di depan nya adalah Rafael . Senyum mereka berdua sama sama mengembang .


"King ." panggil Rey membuat senyum Rafael pudar .


"Kok panggil King , biasa kamu panggil aku Fafa." ucap Rafael .


"ya maaf , aku panggil fafa karena tidak tau kalau kamu begitu tampan ,seperti opa opa korea ." ucap Reyana .


"Sayang , aku ada pekerjaan di desa , apa kamu mau ikut ini juga pasti baik untuk kesembuhan mata kamu yang baru operasi ." ucap Rafael .


"Ahh sayang , umi hati putrimu meleleh , ok baiklah aku akan ikut dengan mu mulai hari dan seterusnya tidak boleh pisah lagi ." ucap Reyana .


"Tapi sayang kenapa kamu jadi pakai syari kemarin kemarin tidak pakai ." tanya Rafael .


"King ngak suka Rey jaga Aurot untuk King .-


"Tentu suka , memang itu yang aku inginkan . Aku pernah melihat seorang wanita berhijab pakai baju syari sungguh cantik sekali ." ucap Rafael .


"Siapa ,kapan ." Rafael tertawa mendengar .ucapan ketus dari kekasihnya .


"Kamu cemburu .itu kejadian dua puluh tahun yang lalu . Sebenarnya dia calon guru ngaji aku , tapi ngak tau kenapa tiba tiba dia hilang ." ucap Rafael . Malik dan Angela yang ada di kamar sebelah saling tatap .


"Dok apa boleh Rey pulang sekarang ." tanya Rafael pada Dokter .


"Silahkan ." ucap Dokter mempersilahkan .

__ADS_1


__ADS_2