REY (ISTRI KEMBAR CEO  1 )

REY (ISTRI KEMBAR CEO 1 )
26 , dua syarat


__ADS_3

"Maaf tuan Abu Rizal mengalami pendarahan hebat di kepalanya , di karenakan golongan darah tuan Abu Rizal Jailani merupakan golongan darah yang langka . Dan tidak pasti semua keturunan nya akan mewarisi golongan darah itu .jadi golongan darah siapa yang Rh null ." tanya Dokter hambali yang jelas jelas sudah tau tidak ada yang akan mempunyai golongan itu .


"Rafael kamu anak , kamu cucu satu satunya , pasti darah kakek mengalir di tubuhmu ."ucap Rojak .


"Maaf pa , golongan darah aku O .bukan RH Null ." jawab Rafael .


"Aku dah bilang dia bukan putramu makanya golongan darah dia bukan RH Null ." ucap Silvia .


"Kamu bicara apa ..


"kalian tidak ada waktu untuk berdebat mau menyelamatkan laki laki tua itu tidak ." hambali sudah emosi dengan perdebatan itu .


"eh Dokter ititud anda sebagai dokter di mana . Laki laki tua itu papaku ." ucap Rojak


"saya bisa menuntut anda ...


"Tolong Dok lakukan apa saja untuk menyelamatkan kakek saya ." Rafael memotong ucapan Rojak .


"Baik , apa pun , tapi ada dua syarat yang harus anda setujui .tuan Rafael dan tuan Rojak "-


"Dua syarat ." ucap Rojak .


"Dady jangan mau , biar Rafael saja ,kalau kamu ikut ikutan bagaimana dwngan calon anak kita , aku tidak mau terjadi apa apa dwngan mu ." rajuk silvia .


"Maaf nyonya muda , kami butuh dua orang , kalau cuma satu orang kami tidak bisa selamatkan tuan abu Rizal, karena di sini kami ada dua pasien seorang kakek dan cucu yang terbaring di rumah sakit ini . Mereka membutuhkan sungsum tulang belakang juga donor hati . bagaimana apa tuan rafael dan tuan Rojak menyetujui nya ." tanya Hambali .


"Saya setuju Dok ,asal kakek saya bisa di selamatkan ." ucap Rafael , hambali mengulurkan sebuah map kepada Rafael . Dan sebuah lagi kepada Rojak .Rojak menelan ludahnya dengan kasar menerima map itu .


"Dady ." silvia mengelus tangan Rojak . Rojak melihat Rafael begitu ringan menanda tangani surat itu . Dengan berat hati pula Rojak membubuhkan tanda tangan nya .


Rafael spontan menoleh ke belakang ia merasa ada yang sedang menatapnya tapi ia tidak menemukan siapa siapa selain seorang anak kecil yang langsung jalan ke ruang UGD .


"Ibu ."bisik safitri sambil mengoyang tangan Aisyah ia sempat melihat anak kecil dan reaksinya . Safitri menunjuk king dengan ekor matanya .


"Maksudnya dia kiang ." tanya Aisyah tak kalah terkejut .


"ya , bu dia pasti kecewa dengan kata kata mas Rafael ." gumam safitri .

__ADS_1


"tapi kenapa dia juga butuh hati untuk siapa ." tanya Aisyah safitri juga hanya bisa geleng kepala .


"Dokter Ricard pendonor sudah masuk . Tolong segera di lakukan ," perintah Hambali . Dokter Richard segera pergi dan . Tak lama kemudian datang seorang suster berbisik pada hambali .hambali pun mengangguk dan menyuruh suster itu pergi .


Hambali kembali menghela nafas panjang dan menatap Rafael ." Tuan rafael bisa melakukan prosedur sekarang ,untuk mencocokan sungsum tulang belakang Anda .


"Baik ," jawab Rafael . Rafael menitipkan pangeran kepada Aisyah .


"Ibu , Rafa titip pangeran ya , maaf bila Rafa telah mengecewakan ibu selama ini . Dan belum bisa membahagiakan ibu ." ucap Rafael yang berkesan adalah pesan terakhir .


"Rafa kamu masih punya banyak tanggungan ibu merasa seakan kamu.akan pergi dan tak akan kembali . Ibu tidak akan pernah memaafkan mu bila kamu tidak kembali ," ucap Aisyah .


***


Sementara di ruangan Malik , malik membuka matanya setelah kepergian Angel dan keluarganya .


" sus ." panggil Malik .


"Presdir anda sudah siuman ." tanya Malik .


"Apa kalian mengira saya koma , saya mendengar semua yang mereka katakan . Antar saya ke ruangan Zian yang kecelakaan kemarin ."ucap Malik .


"Presdir pasti ingin sembunyi dari mereka ." ucap suster itu sambil menyerahkan topi dan masker . Malik terseyum menerima semua itu .


"terimakasih ." ucap Malik dan turun dari ranjang dengan bantuan suster , dan duduk di kursi roda .mereka menuju ke ruangan icu melewati ruang operasi . Tempat keluarganya berkumpul . Malik menurunkan topinya hatinya berdetak kencang saat melewati Aisyah ada di sana .


Tanpa sengaja rompi syari Aisyah tiba tiba berkibar dan nyangkut di cincin Malik . Pandangan Aisyah menatap jari jari tangan Malik yang melepaskan kain nya . Dada Aisyah juga ikut bergemuruh , ada desiran aneh di hatinya di tambah jari jari tangan itu seakan ia sangat mengenalnya .


"Maaf nyonya ." ucap suster itu sambil mendorong kursi roda Malik .


"Sus ada apa dengan keluarga yang di sana tadi ." tanya Malik setelah jauh dari mereka .


"Menurut cerita ada kakek tua yang kecelakaan dan membutuhkan donor darah , tapi golongan darah itu sangat langka . Dan ada seseorang yang mau menolong tapi ada syarat nya ." jelas suster .


"Syarat , apa syaratnya ." tanya Malik penasaran .


" sungsum tualng belakang dan hati , Dok di rumah sakit ini yang butuh transplantasi hati hanya dokter ."

__ADS_1


"Siapa yang telah mendonorkan darah itu ." gumam Malik.


suster menekan bel ruang icu di mana zian berada .


"Ada apa sus ." tanya perawat yang menjaga zian sambil menatap orang yang duduk di atas kursi Roda .


"Presdir ingin menjenguk pasien ." ucap suster .


"Presdir ,maaf mari silahkan , "suster mendorong kursi roda Malik ke samping zian .


"Saya akan menunggu anda di luar presdir ." ucap suster Malik hanya mengangguk .


"Zian maaf , maaf sekali aku telah salah paham padamu , kamu tau Papa mu sekarang sama seperti mu terbaring tak berdaya . Zian beri aku kesempatan sekali saja untuk bisa bicara dengan mu ." ucap Malik .


***


Sementara king yang mendonorkan darah untuk Abu rizal , menatap suster karena menghentikan pengambilan darah dari nya .


"Kenapa apa sudah cukup ." tanya king .


"Istirahat dulu tuan muda , pulihkan dulu tenaga tuan muda ."ucap suster .


"tidak perlu silahkan lanjut ." ucap king .


"tuan ." Haris ikut angkat bicara .


"apa , kamu ada usul , kamu tidak dengar Ayah ku sendiri hanya ingin menolong kakeknya , ya aku kabulkan keinginan nya . Pergi , lakukan tugasmu ." bentak King .


"Tuan , nona pasti tidak inginkan semua ini , " ucap Haris .


"Tidak apa apa , dia hanya butuh kyowo ,dia tidak akan bergantung lagi padaku .keluarlah ." Hati haris ikut sakit dan sedih melihat kekecewaan tuan nya .


Haris segera lari di lorong rumah sakit tanpa sengaja ia menabrak kyowo di tikungan .


"eh ." teriak kyowo Rafael yang kebetulan lewat setelah menjalani pemeriksaan pun menghentikan langkahnya seketika .melihat kedua laki laki yang saling pandang satunya berlinangan air mata .


"Ada apa dengan mu ." tanya kyowo .

__ADS_1


"Apa perduli ,kamu jaga baik baik nona muda , jangan kecewakan tuan muda ." ucap Haris dengan membuang pandangan nya . Kyowo merasa heran dengan sikap Haris . tidak pernah ia melihat bawahan nya meneteskan air matanya .


__ADS_2