
Rafael yang habis selesai makan siang bersama keluarga barunya , sedang berjalan menuju ke parkiran dan langkah mereka terhentik karena King menerima telepon .
"Hallo paman ." sahut King .
"..."
"Baiklah paman kita akan segera samapi ." jawab King sambil menutup teleponnya .
"Ayah , bunda kita harus segera kembali ke kota kembang , nenek zian sudah sadar dari koma nya ." ucap King sambil berlari kembali ke restoran menuju ke lantai atas bangunan pencakar langit itu . Di ikuti oleh kedua orang tuanya dan adiknya , tak lama kemudian datang sebuah helikopter yang telah menjemputnya .
"Silvia ." gumam Zian . Rojak mencoba untuk berdiri dan berjalan tertatih mendekati zian dan duduk di sisi pembaringan zian .
"Ibu ,...kakak ...maafkan Rojak , maafkan rojak ." rojak mencium punggung tangan zian berulang ulang . Aisyah mendorong kursi roda malik untuk mendekat .
"Zian , Abang juga minta maaf , telah salah paham padamu ." zian menggelengkan kepala dengan linangan Air mata .
"Lupakan masa lalu dan beban kamu , Adik kita sudah dewasa dia mau berkorban demi keselamatan Papanya , sehingga dia memberikan sedikit hatinya untuk ku ." ucap Malik .
Zian menatap Rojak dengan Air mata yang mengalir tiada henti . Rojak dengan sabar menghapus kan air mata kakaknya .
Zian menatap ke arah Aisyah , sambil membuka alat bernafas di mulutnya . Karena adanya benda itu zian tidak bisa bicara dengan leluasa . Aisyah swgera mendekat dan mengambil alat bantu nafas yang lain untuk ia taruh di kedua lubang hidungnya .
"Terimakasih ." ucap Zian dengan pelan sambil meraih tangan Aisyah .
"Kakak , mama mut ." mendengar nama nya di panggil mutmainah segera mendekati zain .
"sayang , maafkan mama ,tidak bisa mengenalimu sebagai putri kandung suami mama ."ucap mutmainah sambil mengecup kening zian .
"Terimakasih mama telah sudi menganggap zian sebagai putri mama sendiri , Zian punya permintaan terakhir untuk Mama dan kak Aisyah ."
"Zian , jangan kamu mengatakan ini sebagai permintaan terakhir , kamu pasti akan panjang umur ." ucap mutmainah .
__ADS_1
"Mama tidak tau , Rey kelihatan begitu cantik menungguku di depan pintu dengan pakaian pengantin yang indah .zian juga ingin melihat kak Aisyah dan Bang Malik untuk menikah lagi di sini . Begitu juga mama harus menikah ulang dengan dia , karena kalian telah terpisah hampir lima puluh tahun ." ucap Zian sangat pelan .
"Kita sudah tua Zian ." tolak mutmainah .
"Istriku ," semua menoleh ke arah abu .
"Kalau memang ini permintaan terakhir zian ,putriku . Kalau kamu setuju juga Diana .aku akan menikahi kalian secara Agama untuk menyempurnakan ikatan kita yang renggang selama ini . bagaimana putriku , dan putraku bisakan ." ucap abu sambil menatap zian dan abdul bergantian .mereka berdua menganggukan kepala .
"Bang Malik , mbak Aisyah kalian juga sudah terpisah selama dua puluh lima tahun .menikahlah kembali di depan aku biar jalanku ringan meninggalkan dunia ini ." Malik dan Aisyah juga mengganguk .
"Asalamuallaikum ." tiba tiba dari arah pintu ada orang mengucapkan salam . Sekelompok orang berpakaian koko dan memakai songkok ,datang bersama dengan Hambali .
"wa allaikum salam."jawab mereka . Zian mengutarakan maksudnya kepada pegawai kantor urusan Agama . Dengan persiapan yang simpel cukup dua buah songkok untuk Malik dan abu dari Hambali . Janji suci dalam ijab siri telah di lakukan .Kata sah mengiringi senyum zian .
"Mama ."semua orang menoleh ke arah pintu .safitri berlari memasuki ruangan terlebih dahulu safitri mencium kaki zian . Zian sangat terkejut melihat perlakuan safitri .
"Nak , tidak pantas kamu lakukan itu padaku ." ucap zian .
"Rafa." panggil zian saat melihat rafa memasuki ruangan nya bersama kedua putranya .
"iya ma , "jawab rafa sambil mencium tangan zian .
"maafkan mama dab kesalahan silvia , tapi mama bahagia kalian bersatu lagi .karena semua dah kumpul cita citaku sudah terlaksana , mama ingin pamit "-
"Mama ..
INALILLAHI WAINAILAIHI ROJIUN ucap mereka dalam hati . Sesuai dengan apa yang king katakan . Ia akan pergunakan makam keluarga di jogya untuk menjadikan makam terakhir Zian .
Silvia benar benar memendam dendam entah untuk siapa ,anak keduanya tak dapat di selamatkan .ia dan Rojak memutuskan untuk keluar dari menteng dengan modal uang yang dia punyai selama ini .
Zian telah di makam kan di pemakaman keluarga samudra walau tidak berjajar dengan makam rey .
__ADS_1
***
Dua puluh lima tahun kemudian king kembali berdiri di depan makam bundanya , tapi kali ini bundanya telah di dampingi oleh Ayahnya . Karena hidup dalam kekosongan dan rasa bersalah tidak dapat membuat hidupnya tenang . Berpura pura hidup bahagia dan bertanggung jawab pada istri dan anak tapi nyatanya hidup Rafa berantakan dan mengalami kecelakaan .
"Bunda , Ayah ,king datang . Bagaimana kabar Bunda dan Ayah . Bunda antara tiga dan empat tahun yang lalu King di jebak oleh seseorang . Tidak tau apa ini takdir hidup King . King salah masuk kamar dan menodai seorang gadis . selama tiga tahun King mencari keberadaan Anak dan ibu itu tapi sampai sekarang King belum menemukan mereka bunda . Apa bunda bisa menolong King ." tiba tiba sebuah sesuatu jatuh di atas kepalanya .
King memungut benda itu . Jepit rambut sayap Angel , king tersenyum hati menghangat dan berdebar.
"King juga berharap bunda , kalau wanita yang telah mengandung anak King adalah dia . Tapi menurut resepsionis namanya bukan siti aminah tapi Angel . Ya benarsih ini adalah Sayap Angel ." gumam king dan melangkah pergi meninggalkan pemakaman keluarga samudra .
"Haris , kita pergi ke hotel dulu aku mau istirahat ." ucap king yang masih tetap bersama Haris .
"Baik Tuan ." jawab haris .
Dalam perjalanan untuk menuju ke hotel di tengah jalan mereka melihat seorang wanita berlari mendekati seorang anak yang tergeletak di pintu gerbang rumahnya dengan panik .
Haris menghentikan mobilnya dan menyuruh wanita muda itu naik ke mobil dan mengantarnya ke rumah sakit
Sampai di rumah sakit , seorang wanita muda berlari lari dengan gugup menyusuri Lobyy rumah sakit .
"Min , maafkan aku tidak bisa jaga maxsim dengan baik ." ucap julia sahabat dari wanita yang bernama lengkap siti aminah .
"Tidak apa apa jul , memang kesehatan maxsim yang tidak baik , terimakasih kamu sudah mengantarkan nya ke rumah sakit ." ucap Amin .
"Iya , aku lupa , beruntung tadi ada seseorang yang mau menolong aku bawa maxsim ke rumah sakit ." ucap Julia .
"Siapa , dan sekarang di mana ." tanya Amin .
"itu mobil hitam yang sangat mewah di lobyy itu . Seperti dia orang kaya lo , tapi aku juga salut ia mau menolong orang kecil seperti kita ." ucap julia .
"kamu itu , tidak semua orang kaya gengsinya selangit .ya udah aku temui dia dulu mau ucapin terima kasih . Kamu jaga maxsim dulu ya ." ucap Aminah dan melangkah keluar .tapi sayang baru saja ia sampai anak tangga lobyy rumah sakit . Mobil itu sudah bergerak meninggalkan tempat .
__ADS_1