REY (ISTRI KEMBAR CEO  1 )

REY (ISTRI KEMBAR CEO 1 )
49 menemani presdir


__ADS_3

Amin menerima paper bag itu , ia melihat di dalam nya ada satu set pakaian wanita , Amin mengeryitkan alisnya dengan bingung .ia menatap King yang telah kembali duduk di kursi kerjanya dengan acuh tak acuh .


"Presdir King ....pakaian ini ." tanya Amin .


"Kamu adalah sekretaris aku , tidak mungkin kamu menemani aku dengan pakaian kumal begitukan . Nanti orang melihat nya , mereka mengira aku memperlakukan karyawan sangat buruk . Pergilah ganti pakaian kamu dan bersiaplah ." ucap King .


"Oh...


King menaikan alisnya ,melihat ekspresi Amin ." kenapa ? kamu tidak sedang berpikiran , kalau aku sedang mengajak kamu kencan kan ?."


Amin tersenyum dan menepis prasangka King . "te tentu saja tidak , mana mungkin Presdir king orang yang berwibawa , bagaimana mungkin mengajak wanita jelek seperti saya ,untuk kencan ." jawab Amin cepat .


"Hemm ternyata kamu sadar diri juga ." ucap king sambil menunjuk salah satu pintu di ruangan nya ." kamu bisa ganti di sana ." tambahnya .


Spontan Amin mengikuti arah telujuk King sambil sedikit memicingkan mata ." lebih baik saya ganti di ruangan lain ." tolak Amin .


"Kamu jangan punya pikiran aku akan mencari cari alasan , untuk mengintip kamu , kamu tidak lebih dari cantik dari manekin di butik butik ." ucap King .


Dalam hati Amin mengeraskan hati nya agar tidak sakit , walau sebenarnya ucapan King bagai ribuan belati yang menghujam di hatinya . Dengan senyum palsu Amin tidak mau berdebat dan semakin membuat King mengeluarkan kata kata kejam .Amin segera masuk ke ruangan itu .


Lima menit kemudian Amin keluar dengan baju kantoran yang berwarna merah bata yang sangat elegan .


King dengan perlahan mengangkat wajahnya menatap Amin . Memang benar seperti pepatah mengatakan . Kamu akan kelihatan sempurna dan indah bila memakai pakaian yang tepat .


Penampilan Amin yang anggun dan feminim berhasil membuat King tertegun beberapa saat , hingga pandangan nya tertuju pada kaca mata tebal yang sangat menganggu pandangan nya .


"Apa kamu tidak bisa melepasnya ." ucap King .


"Apa ." bukan Amin tidak tau apa yang di maksud King , tapi ia tidak harus menurutinya .

__ADS_1


King kembali memutar kepalanya dan kembali fokus pada laptopnya ." tidak ada , kamu peegilah dan kembalilah kemari setengah jam lagi ." ucap King .


Tanpa menunggu perintah dua kali Amin segera keluar , king menatap punggung Amin yang berjalan menjauh . King ingat dengan kisah masa kecilnya yang ingin mencari Ayah kandung dan saudara kembarnya juga memakai kaca mata seperti itu .


"Apa kamu mempunyai sesuatu yang ingin kamu lindungi ." tanya King dalam hatinya .


***


Sesuai ucapan King setengah jam kemudian Amin kembali ke ruangan King . Namun setelah ia sampai di ruangan itu ia tidak menemukan pria bermuka beku itu duduk di meja kerjanya .


"Kemana dia , bukankah dia menyuruh aku kemari ? Pandangan amin tertuju pada sebuah pintu yang sedikit terbuka , mungkin itu ruangan pribadi King , Amin juga tidak tertarik untuk masuk ke sana . tapi mengingat waktu untuk bertemu dengan klien sangat sedikit ,dan Amin harus segera menemukan keberadaan king .


"Presdir King , apakah Anda ada di dalam." panggil Amin .entah keberanian dari mana membuat langkah Amin begitu ringan memasuki ruangan itu .


Di sana ada tempat tidur king size , tapi kosong .Amin mulai menelisik ke sekeliling ruangan . Dan lambat lambat ia mendengar suara gemericik air , kemudian Amin memgangkat wajahnya .


"Tidak , aku harus segera keluar ." Amin langsung memutar badan nya untuk segera keluar .namun langkahnya baru melangkah beberapa langkah ia mendengar suara King dari dalam kamar mandi .


"Ris Ambilkan pakaianku ." Amin tercenggang , mata bulatnya berputar mencari keberadaan Haris di dalam ruangan itu .tapi di ruangan itu hanya ada dirinya tak ada Haris di sana .


"Haris apa kamu tuli , cepat ambilkan pakaian aku ." teriak King lagi .


Amin tidak memiliki pilihan lain apa lagi untuk bicara .ia segera pergi ke lemari di samping sisi tempat tidur dan mengambil pakaian untuk King .


Tok ..tok ..tok ..


Amin berdiri di depan pintu kamar mandi sambil membawa satu set pakaian formal untuk King .


Tidak lama kemudian terdengar suara pintu terbuka . Aroma mint segera menguar menebarkan hawa dingin semilir .

__ADS_1


King telah berdiri di ambang pintu dengan handuk sebatas lutut yang di lilitkan di pinggangnya . King meraih pakaian nya dan keningnya mengerut saat menyadari kalau bukan Haris yang mengambilkan pakaian nya .tapi Amin , si sekretaris culun nya .


"Bagaimana kamu bisa masuk ke sini ." tanya king .


Amin tidak menjawab , ia mengabaikan pertanyaan king padanya , tepatnya Amin tidak mendengar 0ertanyaan King . Pandangan nya tertuju pada perut sixpack dan d**a bidang yang sangat nyaman dan mengagumkan itu .


"Kenapa pria galak ini punya badan sebagus ini."gumam Amin pelan yang tidak dapat di dengar oleh siapapun .


King mengeryitkan alisnya , ia baru menyadarinya kalau sekretaris nya yang memakai.kaca mata tebal itu sedang memperhatikan bentuk tubuhnya .King tersenyum ,senyuman sinis yang ia tunjukan .


"sampai kapan kamu akan menatap aku ." ucap King .


Egh..Amin tersadar dia segera memalingkan wajahnya dengan cepat , lalu mundur untuk menjaga jarak .


"Maaf pak ." king tidak mengubris Amin , bahkan ai mengabaikan dan membiarkan Amin yang masih berdiri di depan pintu kamat mandi .


Sepuluh menit kemudian King dan Amin telah sampai di basement bawah tanah . Mereka baru keluar dari.lift , king berjalan ke mobil mayback hitam miliknya .


"Apa yang kamu lakukan ." tanya King saat mendengar Amin membuka pintu mobil belakang milik King . Dengan tatapan tajam setajam elang .


"Apa kamu tidak membawa kendaraan sendiri ." sekali lagi King bertanya .


Amin hanya berdecak mendengarnya , jangankan membeli mobil. bulan ini untuk membelikan susu nya Maxsim saja ia harus meminjam sama bibi indah . Dalam situasi ekonomi yang sulit ini , Amin harus berpikir puluhan kali sebelum mengeluarkan uang .bahkan untuk membeli kebutuhan pokok pun ia harus menunggu event atau discount besar besaran agar dapat menekan pengeluaran .


"Naik ."ucap kih kemudian .


Amin berkedip duan kali sambil menangkap King , ia tidak percaya dengan apa yang di katakan King . Atau telinganya yang sedang bermasalah , Bagaimana mungkin Bos nya itu menawarkan tumpangan .


"Kamu mau naik atau tidak ?." King sudah di posisi dalam mobilnya . Dengan kaca yang terbuka dia memberikan tatapan sinis . Haris yang duduk di belakang kemudi juga hanya diam tidak berani angkat bicara .

__ADS_1


__ADS_2