REY (ISTRI KEMBAR CEO  1 )

REY (ISTRI KEMBAR CEO 1 )
36 , King mencari masa lalu .


__ADS_3

Aminah kerja sebagai Dosen di salah satu universitas di jogya tempat kelahiran nya . Di universitas ini juga dia menyelesaikan study S2nya . Setelah menyelesaikan study S1 nya di luar negri .


Amin mengejar gelas magister nya semasa mengandung Maxsim . Bahkan dia juga sempat cuti dua semester saat melahirkan Maxsim dan merawatnya tidak mungkin ia meninggalkan Maxsim seorang diri .


Aminah sangat beruntung selama cuti itu beasiswanya tidak di cabut sehingga ia masih bisa melanjutkan studynya dengan meraih gelar magisternya dengan nilai terbaik dan memuaskan . Sebenarnya di luaran kota sana masih banyak universitas universitar yang terkenal dan terkemuka yang mengharapkan jasanya .


Dengan tawaran gaji dan tempat tinggal yang lebih tinggi dan bagus , tapi Amin lebih memilih tempat di mana ia selama ini meraih gelar S2 karena ada budi seseorang yang tidak dapat ia ganti nilainya sehingga ia memutuskan untuk tetap tinggal di universitas itu untuk mengabdikan diri .


Sementara di ruangan Dekan .


"Amin , saya dengar dari para dosen yang lain . Kalau kamu juga mencari para mahasiswa yang ingin les privat ya . Apa kamu benar sangat membutuhkan tambahan biaya ." tanya pimpinan para Dosen .


Amin diam seketika saat pemimpin Dosen bernama pak Darma bertanya , laki laki paruh baya yang telah banyak membantunya selama ini , orang yang mempertahankan beasiswa nya selama ini , padahal dirinya baru memasuki semester satu .


"Apa ini ada hubungan nya dengan Maxsim keponakanmu itu ? , apa kindisi dia semakin parah ? ." tambah pak Darma yang tidak mengetahui kalau sebenarnya Amin sudah mempunyai seorang anak .


Pak Darma hanya tau kalau.Amin pernah cuti kuliah karena ingin merawat putra kakaknya yang meninggal dalam persalinan selama dua semester .


"Akhir akhir ini Maxsim sering lelah , walau dia hanya berdiam diri di dalam ruangan .saya juga pernah membawanya ke Dokter . Dokter mengatakan kalau imun Maxsim sangat lemah , kekebalan tubuhnya kurang bagus , jadi saya ingin kerjaan tambahan untuk membawa Maxsim ke rumah sakit besar dan yang lebih baik . Untuk memeriksaan keadaan Maxsim sekaligus berobat ." ucap Amin .


Pak Darma menghela nafas sebentar dan kemudian dia berjalan menuju ke sebuah laci ,pak Darma mengambil sebuah map coklat untuk Amin .


"Saya tahu rumah sakit di kota ini tidak terlalu mumpuni banyak , alat alat yang canggih tidak ada di sini , kalau kamu akan bawa keponakan kamu ke rumah sakit kota , memang kamu juga butuh biaya yang sangat banyak ." ucap Pak Darma .


"Amin , saya tau sekarang perusahaan Menteng group butuh beberapa sekretaris . Tapi perusahaan itu telah di rubah menjadi Menteng Samudra sejak dua puluh lima tahun yang lalu . Siapa tau ini solusi yang terbaik untuk kamu , pergilah ke kota bawalah ini , saya ada surat rekomendasi untukmu mempermudah ikut interview semoga kamu berhasil dan bisa mengobati sakit Maxsim ." ucap pak Darma .

__ADS_1


"Pak ,apa yang bapak maksud Perusahaan Menteng yang ada di ibu kota jakarta itu ." tanya Amin dengan spontan .


"Ya memang , perusahaan menteng group hanya satu , yang ada di ibu kota jakarta . Kamu tau perusahaan itu ." tanya Pak Darma .


Amin mengangguk , menteng group adalah perusahaan yang besar dan terkenal serta sangat berkuasa , mustahil bagi Amin untuk tidak mengetahui tentang perusahaan itu . Terlebih Amin juga pernah mendapat beasiswa untuk sekolah di ibu kota saat ia memasuki sekolah menengah atas . Dan beasiswa itu di keluarkan oleh Sekolahan menteng school .pernah terbesit di pikiran nya kelak untuk bekerja di perusahaan itu .


Namun membicarakan tentang ibu kota membuat Aminah , ingat akan trauma tentang kejadian buruk yang pernah menimpanya kurang lebih empat tahun yang lalu .dan hampir membuatnya untuk mengakhiri hidupnya .


"Maaf pak tapi saya lebih nyaman untuk tetap tinggal di sini sebagai seorang dosen ." ucap Amin .


Pak Darma tersenyum tipis dan tetap menyodorkan map coklat itu kepada Amin ." kamu tetap simpan saja ini , siapa tau suatu saat kamu berubah pikiran . Dan kamu bisa langsung pergi ke Menteng group .


Amin menerima map itu sambil tersenyum ." terimakasih banyak pak , kalau bukan karena bantuan bapak mungkin saya tidak akan bisa menyelesaikan pendidikan saya . Saya sangat banyak berhutang budi dengan bapak ." ucap Amin .


"Kenapa dia menghubungi aku ." gumam Amin dalam hati .


"Maaf pak saya permisi dulu , dan terimakasih atas bantuan bapak ." ucap Amin berpamitan kepada pak Darma .


"Hallo julia ada apa , apa terjadi sesuatu dengan Maxsim ." tanya Amin panik .


"Kamu tau akan kesehatan Maxsim . Kenapa kamu tidak menjelaskan padaku ." Julia bukan nya langsung menjawab pertanyaan Amin . Tapi malah menyalahkan dan menceramahi Amin .


"Kamu cepat kemari , Maxsim pingsan , sekarang ada di rumah sakit ." ponsel Amin hampir saja jatuh saat mendengar Maxsim masuk rumah sakit .


"Iya baiklah aku akan segera ke sana ." ucap Amin .

__ADS_1


Amin menghela nafas menatap kepergian mobil itu . terselip untuk dirinya menerima tawaran dari pak Darma tadi walau tau keadaan Maxsim sudah baik baik saja , ia tetap masih khawatir .Amin kembali menemui julia .


"Bagaimana keadaan Maxsim jul ." tanya Amin lagi .


"Bagaimana kamu ketemu dengan orang nya tadi , Bos nya tampan sekali lo ." julia bukan menjawab pertanyaan Amin malah membicarakan orang yang telah menolongnya membawa Maxsim ke rumah sakit .


"tidak bertemu ." jawab Amin .


"Oh , setelah di periksa Maxsim langsung tidur sekarang istirahat di ruangan nya ." jawab Julia .


Julia langsung masuk melihat keadaan putranya . Amin menghembuskan nafas nya dwngan lega saat melihat putranyabsedang tidur dengan nyenyak .


"Bagaimana ceritanya Maxsim bisa pingsan ." tanya Amin . Julia membuang pandangan nya merasa sangat bersalah .


"Maksim bilang ingin jalan jalan keluar , tentu aku sebagai bibinya dengan senang hati membawanya jalan jalan , mungkin cuaca hari ini sangat panas , hingga membiat Maxsim cepat lelah ."


"Min sungguh aku minta maaf ." ucap julia .


Amin mwnarik nafas dan mengangguk kecil . Ia juga tidak bisa menyalahkan julia dengan kejadian ini semua . Ia hanya sangat mengkhawatirkan keadaan Maxsim hingga ia minta izin untuk pulang lebih awal , dan absen untuk tidak mengajar hari ini .


"Mama ...." Maxsim membuka matanya , merasakan kehangatan menjalar di keningnya oleh usapan tangan mamanya .


"Axsim , kamu sudah bangun Nak ."tanya Amin . Mendengar suara putranya ,ia merasakan beban di pundaknya telah menghilang . Ia memeluk dan menciumi putranya dengan penuh kasih sayang .


Aminah anak yatim piatu yang telah di tinggal pergi oleh neneknya .keluarga satu satunya yang ia punya saat ia baru lulus dari bangku menengah pertama . Kehadiran Maxsim yang tidak ia sengaja tak pernah Amin sesali .

__ADS_1


__ADS_2