
Dengan terpaksa Amanda menghubungi Alex asisten Ridwan .dan mengetahui jika Ridwan berada di restoran dekat dengan mall pusat perbelanjaan . Dan siapa yang mengira ketika menyusulnya , ia melihat suaminya bersama dengan seorang wanita , dan wanita itu adalah . Wanita yang selalu membayangi kehidupan rumah tangganya selama ini .
"tidak ." tolak amanda . Sambil menepis tangan Ridwan dan berjalan mendekati Amin .
"jika aku tidak datang ke sini w***********n telah membawamu pergi dariku , aku tidak akan membiarkan wanita m**.-..
PLAK ...
"Ka....kamu menampar ku ."
Amanda hampir terjenkang tiba tiba Ridwan menampar wajahnya , tamparan yang sangat keras hingga meninggalkan stampel lima jari di pipi kiri Amanda ." tanya Amanda .
Amanda mentup pipi kirinya dengan kedua tangan nya . Matanya di penuhi oleh kemarahan dan kekecewaan .
Akan tetapi Ridwan yang telah menampar istrinya tidak bergeming atau berekspresi menyesali . Bahkan dia memanggil bodyguard nya dan memerintah mereka untuk menarik amanda pergi dari dalam ruangan itu .
"Ridwan ,kamu tidak bisa melakukan ini padaku , aku istrimu , ibu dari anakmu . jefri pasti akan membencimu jika dia tau bagaimana kamu memperlakukan ibunya ." ucap Amanda sambil berontak dari cengkeraman para bodyguard .
Ridwan tetap tidak bergeming , setelah kedua bodyguard nya berhasil membawa amanda keluar ,Ridwan kembali duduk di tempat dusuknya semula .
"Maaf karena telah membuat kamu melihat lelucon . " Ridwan tersenyum kecut dan menyuruh Amin kembali duduk .
"Duduklah bukan nya kamu ingin menyampaikan sesuatu ." ucap Ridwan .
Amin menarik nafas panjang ."Tidak perlu , aku cuma ingin mengatakan jika hubungan kita telah berakhir empat tahun yang lalu .kamu telah berkeluarga , dan aku juga memiliki kehidupan aku sendiri . Jadi untuk kedepan nya kita tidak perlu lagi bertemu dan saling mencampuri ." setelah mengatakan itu Amin melenggang pergi meninggal kan Ridwan seorang diri dengan mengenakan kembali kaca mata tebalnya .
__ADS_1
Ridwan terduduk sambil menatap punggung Amin yang berjalan menjauh hingga hilang di balik pintu tidak ada kata hanya ekspresi yang menyedihkan .
***
Amin keluar dari restoran dan terpaksa ia mencari taxsi untuknya kembali ke perusahaan menteng group .lebih baik ia mengeluarkan uang untuk bayar taxsi , dari pada menerima tawaran Ridwan untuk mengantarnya ke perusahaan menteng . Setelah melihat apa yang baru saja terjadi .melihat Drama rumah tangga yang mirip dengan suara hati iatri , si salah satu stasiun tv swasta di indonesia .
Ridwan yang dia kenal sekarang telah berubah , berubah menjadi tepramental berani mengangkat tangan kepada wanita . Tidak di pungkhiri kata kata Amanda membuat Amin sakit hati dan marah . Mulut Amanda sangat busuk berani mengatakan dirinya w***********n .
Tapi sebagai seorang suami , Ridwan tidak seharusnya menampar amanda begitu kuat . Di mana amanda juga telah melahirkan seorang anak untuknya , pantaskah laki laki bersikap seperti itu apalagi dia telah menjadi seorang Ayah .
Aminah mengeluarkan ponselnya dan melihat kartu undangan yang di kirim oleh Ridwan empat tahun yang lalu . Di sana tertulis nama Ridwan dan amanda , namun saat itu Amin tidak menyangka kalau itu amanda sahabatnya sendiri . Ia mengira hanya kebetulan sebuah nama yang sama , tidak ia sangka tapi apa mungkin saat itu sahabatnya yang menggoda kekasihnya , atau kekasihnya yang selingkuh dengan sahabatnya .
Sungguh , benar benar naif semua itu bukan sebuah kebetulan . amanda ya, amanda teman satu kelasnya yang juga di bilang sahabat baginya .
"Nona kita sudah sampai ." suara sopir taxsi menyadarkan lamunan Amin . Ia mengangkat wajahnya dan benar gedung menteng group yang menjulang tinggi telah ada di hadapan nya .
Ponsel Amin berdering , tanpa melihat siapa penelpon Amin sudah tau kalau itu sang BOS yang menghubunginya . Sebelumnya karena khawatir dirinya yang ceroboh amin sengaja membuat nada dering khusus untuk panggilan dari King .
Karena mendengar nada dering yang familiar , tanpa menghiraukan karyawan yang lain amin segera lari dengan cepat masuk ke dalam lift .
Setelah masuk ke dalam lift , baru Amin menarik nafas panjang dan dalam ,kemudian ia mengeluarkan ponselnya dan menjawab panggilan dari king .
"Kamu ada di mana ." Amin baru menggeser tombol hijau , suara dingin milik King sudah menusuk telinga Amin . Amin terpaku dengan pertanyaan king , ia tidak tau ada apa dengan bosnya ini . Apakah bosnya menelpon hanya ingin menanyakan keberadaan nya saja ? .
"Apa kamu tuli ? Aku bicara padamu ." ulang King .
__ADS_1
"Saya sudah ada di kantor , presdir ." Amin cepat cepat menjawab nya . Ia tak segera menjawab , amin kira masih akan ada kata kata mutiara yang keluar dari Mulut dingin Bosnya itu .
King diam beberapa saat setelah mendengar amin telah berada di kantor .
"Segera datang ke ruangan aku , sepuluh menit , terlambat satu detik aku akan potong gajimu ." lanjut King kemudian .
"A-.apa!
Bahkan Amin tidak punya kesempatan untuk protes . Setelah menyelesaikan peringatan nya King langsung menutup telepon nya .
Amin benar benar kesal dengan sikap King ia meremas ponselnya . Kalau tidak ingat ponselnya baru selesai angsuran nya , ia sudah melemparnya ke dinding lift .
Pupil mata coklatnya melihat ke indikator lift . Sekarang dirinya baru sampai di lantai sembilan belas . Masih ada dua puluhan lantai lagi .
"Apa lift ini tidak bisa bergerak lebih cepat lagi ." gerutu Amin sambil cemberut . King yang tau keberadaan amin yang sebenarnya menyungingkan senyum tipis di bibirnya , melihat kecemasan di wajah wanita itu . Iya King sedang melihat Amin dari cctv yang di sambungkan di ponselnya .
"Tuan ini kopi anda ." King segera mematikan layar ponselnya , ia mengangkat wajahnya dan melihat secangkir kopi yang di bawa oleh haris dengan jijik .
" Kamu bilang ini kopi , dari aromanya saja tidak mirip kopi , bawa jauh jauh dari aku ." ucap King .
Haris mengangkat kedua alisnya , mau tidak mau Haris mengambil kembali cangkir kopi buatan nya , dan segera membawanya keluar lagi . Padahal ia sudah bersusah payah membuatnya , seperti biasanya . Tapi King sama sekali tidak menghargainya .
"Aneh , semenjak amin jadi sekretarisnya , buatan aku tidak ada nilainya ." gumam Haris dalam hati .
Saat baru keluar dari pintu kebetulan Haris berpapasan dengan Amin .yang tampak terburu buru , dengan rambut yang berantakan , seperti di kejar oleh depkolator .
__ADS_1
"Akhirnya kamu kembali ." ucap Haris sambil menyerahkan cangkir kopi di tangan nya kepada Amin. Dengan amin yang menatap bingung kepada Haris .
"Itu kopi buatan aku untuk presdir king , tapi katanya itu bukan kopi . Jadi cepat buatkan kopi yang baru buat presdir ."ucap Haris yang sekali lagi membuat Amin mengerutkan keningnya .