
Beberapa asisten rumah tangga juga ikut membeku menyaksikan fenomena langka di depan mata mereka .
"Bi idah ,tolong kamu siapkan baju untuk nona Amin ." ucap Haris yang datang mengagetkan bibi idah dan belasan asisten rumah tangga itu .
Kejadian itu tidak bertahan lama , karena setelah itu wajah wajah mereka berubah menjadi antusias .terutama bibi zubaidah , wanita paruh baya yang telah berusia lima puluh tahun itu .menghampiri Haris dan bertanya .
"Asisten Haris , siapa wanita yang di bawa oleh tuan muda ?."
"Mungkin calon nyonya samudra , bibi berdo'a saja ." jawab Haris enteng .
Tentu saja jawaban ini membuat senyum bibi idah mengembang .
"Bertahun tahun tinggal di vila tuan muda , tidak pernah sekali saja membawa seorang wanita pulang , apa lagi menginap . Tidak ku sangka , aku bisa menyaksikan di mana tuan muda membawa pulang seorang wanita ." ucap Bibi idah antusias .
"Bibi idah jangan lupa menyiapkan pakaian untuk nona amin ."teriak Haris menginggatkan bi idah kembali .
"Baik baik ." jawab bi idah sambil menatap para asisten rumah tangga yang berada di sampingnya .
"kalian dengar semuanya , apa yang di katakan oleh asisten Haris ?, setelah sekian lama akhirnya villa ini akan segera memiliki nyonya . Jadi kalian semua jangan bermalas malas , cepat bersihkan semua sudut ruangan, jangan tinggalkan satu debu pun , bekerja semua ." ucap Bibi idah .
"Baik bibi idah ."
Sementara di lantai atas . Setelah membaringkan Amin . King berniat untuk membersihkan diri , kemeja nya sangat kotor dan bau setelah amin muntah kembali di dalam mobil , dalam perjalanan menuju ke villa.
King melepas semua bajunya ada tato di punggungnya , sepasang sayap angel . Saat King akan masuk ke dalam kamar mandi , amin muntah kembali untuk yang ketiga kalinya .
Kali ini amin tidak hanya muntah di sprei tapi juga bajunya yang dia pakai . Beruntung saat itu bibi idah datang dengan membawa pakaian ganti seperti yang di perintahkan oleh Haris .
Tok..tok ..tok
King berjalan ke arah pintu dan membukanya .
__ADS_1
"Bibi Idah , setelah kamu selesai bantu dia menganti baju , tolong buatkan wedang jahe hangat dan bawa kemari , aku mau pergi mandi dulu ." ucap King .langsung meninggalkan bi idah yang masih berdiri di luar pintu kamar nya .
"Baik tuan ." bibi indah masuh ke dalam kamar king . Saat itulah ia baru bisa melihat wajah cantik Amin . Yang tertidur pulas dengan gaun cantiknya .
"Nona sangat cantik pantas tuan muda bisa terpikat ." bibi idah segera merangkak naik ke atas tempat tidur . Ia segera menganti pakaian Amin sekalian menganti sprei nya . Setelah semua selesai bibi idah segera keluar dan membuatkan wedang pesanan King .
Lima menit kemudian bibi idah kembali ke kamar king , king belum keluar dari kamar mandi .bibi idah meletak kan wedang jahe hangat pesanan King di atas meja sebelah tempat tidur .
Tok tok tok ..
"Tuan muda , wedang nya bibi taruh di atas meja ya ." ucap Bibi idah tanpa menunggu jawaban dari King . Tapi bibi idah baru akan melangkah , King keluar dari kamar mandi dwngan memakai handuk kimono dengan rambut yang basah .
Tatapan matanya yang dalam menuju ke atas kasur . Tak lama kemudian King mengangguk .
"Terimakasih , bibi boleh kembali ." ucap King . Bibi idah mengedipkan mata berulang kali .
"Beda ya , setelah mengenal wanita tuan muda lebih punya perasaan , dan barusan ia mengucapkan terimakasih ." gumam bi idah dan cepat cepat pergi meninggalkan mereka berdua .
"Kenapa wanita ini kelihatan semakin mempesona bila sedang mabuk ." tenggorokan king terasa kering ,dengan susah payah ia menelan salifanya . Ia berusaha untuk tidak melakukan sesuatu pada amin .
Namun , seakan Amin mencoba untuk menggodanya dengan mengeliat sambil menenguh dalam pose b*******h .
Seketika sesuatu dalam diri king bergejolak . Api yang ia usahakan dengan kuat untuk ia padamkan , kini semakin berkobar .menyaksikan amin yang tidur tidak bisa tenang dalam tidurnya .
"Wanita ini ...." King berdecak dan membalikan badan untuk menenangkan dirinya .
Tapi entah sejak kapan amin sudah dusuk di tepi ranjang dengan jarinya mengenggam tangan king . Tidak hanya sampai di situ . Amin berdiri dan memeluknya dari belakang .
"Adem ." gumamnya yang masih belum sadar .
Pengaruh alkohol yang amin minum , membuat badan nya sedikit panas dan gerah . Ia sddang mencari sesuatu yang bisa membuatnya dirinya nyaman . Ketika ia merasa menemukan sesuatu itu , ia juga enggan melepaskan nya .
__ADS_1
King tidak berkata kata saat itu , ia hanya memutar badan nya . Membuat mereka saling berhadapan .
Setelah diam dalam posisi yang cukup lama , king membopong tubuh mungil amin dan dia baringkan di atas ranjang .
"karena kamu begitu tidak ingin lepas dariku , maka jangan salah aku .
***
Keesokan harinya amin mulai.mengerjapkan matanya , ia perlahan mulai mengumpulkan kesadaran nya .
"A...aku dimana .? Kepalanya terasa berdenyut . Tenggorokan nya terasa kering .Amin menyadari kalau sekarang dirinya tidak berada di dalam kamarnya sendiri . Bahkan ruangan ini terlalu mewah untuk ukuran kamar yang dia miliki .
Pada saat itu Amin mendengar suara pintu di ketuk dan masuklah bibi idah walau tidak mendapat jawaban .setelah menyadari kalau Amin sudah bangun , bibi idah langsung segera menyapanya .
"kebwtulan Nona sudah bangun , bibi sudah menyiapkan air hangat , nona bisa langsung mandi ."ucap Bi idah .
Amin memegang kepala nya yang agak pusing . Ia ingat kembali kejadian semalam kalau.ia pergi ke pesta dan meneguk segelas wine . Setelah meneguk swgelas wine kepalanya berubah menjadi pusing dan matanya juga sedikit berat .
Kemudian Amin pergi ke toilet untuk mencuci muka , setelah ia keluar dari toilet ia bertemu dengan King . Dan ia tidak lagi ingat apa yang terjadi swlanjutnya .
Amin diam sejenak . Kemudian ia menyingkap selimutnya ia akan bangkit untuk ke kamar mandi , tapi ia terkejut saat melihat dirinya tidak lagi memakai pakaian semalam . Seketika wajahnya berubah menjadi pucat . Bayangan empat tahun yang lalu kembali hadir di benaknya .
Bibi idah seakan tau apa yang di pikirkan oleh Amin . Bibi idah segera menjelaskan pada Amin .
"maaf Nona , semalam pakaian nona kotor , nona muntah berulang kali. Jadi tuan muda minta bantuan bibi untuk menganti pakaian nona ." jelas bibi Idah .
Amin mengangkat wajahnya , ia merasa lega mendengar penjelasan wanita paruh baya di depan nya itu .
"Terimakasih Bi , maaf telah merepotkan , karena anda adalah wanita tuan muda , jadi sudah seharusnya kami melayani anda ." ucap Amin .
" Sama sama , tidak merepotkan Nona ." ucap bibi idah ." ternyata dia juga wanita yang baik , punya anggah ungguh , mungkin tuan muda sudah terintimidasi oleh Nona ." gumam bibi idah bahagia .
__ADS_1