
Haris tidak tau dari mana asal kemarahan King . Ia mengikuti arah pandang mata Tuan mudanya dan di sana Haris melihat Amin berdiri di depan pintu utama .
"Apa ini ada hubungan nya dengan nona Amin ? Tuan tidak pernah bersikap seperti ini sebelumnya ." batin Haris dalam benaknya
"Haris , Apa kamu mendengarnya ? ."
"Baik tuan , Menteng group akan membatalkan rencana kerja sama dengan Rojak kontruksi , tidak akan pernah berhubungan lagi dengan Rojak kontruksi dan melarang mereka untuk datang ke menteng group ."
Rojak kontruksi entah apa yang telah lakukan , sehingga kamu menyinggung presdir king .
***
Ridwan telah mencapai lantai lima puluh .ia baru saja keluar dari pintu lift , tapi sudah terdengar keributan .
"Apa apaan kalian ini ? Saya sudah mendapat izin untuk datang ke sini . Presdirmu sedang menungguku di ruangan nya . Kalian menahanku di sini sama saja dengan melanggar perintahnya ."
Keributan terjadi di lantai lima puluh Ridwan baru saja mendapat askes dan mencoba bertemu dengan King . Tapi baru saja ia keluar dari lift sudah di hadang oleh sepuluh orang pengawal .
"Maaf tapi ini perintah langsung dari presdir King . Rojak kontruksi tidak lagi di terima di perusahaan ini , silahkan kembali ." ucap salah satu dari pengawal King .
Ridwan mengepalkan tangan nya dan mencari celah untuk langsung menerobos sepuluh pengawal itu . Tapi Ridwan menganggap remeh mereka , ternyata Ridwan sendiri yang terpental hanya oleh dorongan tubuh sworang pengawal .
"Tuan kamu baik baik saja ." tanya Alex yang menahan tubuh Ridwan yang akan terjatuh . Mata tajamnya menatap kepada pengawal yang baru saja mendorong Ridwan .
"Aku baik baik saja ." jawab Ridwan sambil menegak kan tubuhnya kembali .
Lima menit kemudian pintu ruangan Presdir terbuka ,tapi bukan King yang keluar tapi Haris dengan setelan jas hitam yang elegan . Dia memberi tanda pada sepuluh pengawalnya untuk sedikit mundur .
"Presdir Ridwan , silahkan kamu kembali , menteng Group sudah tidak mengingginkan kerja sama ini . Silahkan mencari perusahaan yang lain ." ucap Haris dengan tenang tapi Ridwan mendengarnya bagai pisau menikam hulu hatinya .
"Asisten Haris apa kamu bercanda , hubungan ini sudah berjalan hampir satu bulan lebih dan kalian dengan seenaknya membatalkan nya bwgitu saja ? ini tidak adil !"
__ADS_1
Ekspresi Harus tidak berubah ." Sejak awal kami sudah memberi kelonggaran , tapi kalian terus mengulur waktu ,jadi ini keputusan kami , silahkan kalian pergi ." setelah selesai berbicara Haris membalikan badan berniat untuk pergi .
"Asisten Haris ." Ridwan benar benar putus asa ." Mohon pertimbangkan lagi keputusan nya . Apa kesalahan kami ? Bukan nya kamu setuju memberi kami waktu satu minggu ? ." mohon Ridwan .
"Semua telah berlalu , silahkan pergi ." keributan di depan lift sangat menganggu konsentrasi amin . Amin keluar dari ruangan kerjanya ingin mencari tau apa sebenarnya yang terjadi di luar .
Saat Amin membuka pintu ia melihat Ridwan di hadang oleh sepuluh pengawal King . Dalam hati bertanya tanya apa yang sebenarnya terjadi .
Amin kembali duduk di meja kerjanya .banyak sedikit ia tau apa yang terjadi tapi yang aneh , mereka belum bertemu tapi sudah di hadang oleh sepuluh pengawal dan di paksa turun , setelah sampai di lantai ini .mungkinkah ada alasan tertentu di balik semua ini ?.benar benar aneh ." batin Amin .
Amin menyangga dagunya dengan kedua tangannya terus berpikir hingga sebuah deheman menyadarkan nya .
"hemm...
Amin mengangkat wajahnya dan di sana telah berdiri King lima langkah di depan nya . Dan wajahnya kelihatan seramm .
"Apa ini ? .Apa dia sedang marah ." batin Amin , sayang ia bukan cenayang yang bisa membaca isi hati dan pikiran seseorang .melihat King seperti ini ada rasa cemas yang tidak bisa ia gambarkan .
"Presdir King , selamat pagi ." ucap Amin
King menaikan alisnya , sejurus kemudian king melangkah maju mendekatkan wajahnya kepada Amin memberi tau dia cara mengucapkan selamat pagi yang benar .
Satu ciuman .
Amin menarik wajahnya dengan terkejut , matanya membulat sempurna . Hal ini sangat berbeda dengan king yang begitu tenang seperti tidak terjadi apa apa .
"Anggap saja ini permintaan maafmu , dan jangan pernah mengulanginya lagi ." ucap King .
Amin bingung , tentu ia binggung tidak mengerti dengan apa yang di katakan oleh King .
"permintaan maafku ....Mengulanginya .. Apa sebenarnya kesalahan ku ?
__ADS_1
King pergi tanpa memberi penjelasan yang lebih detail . Amin menatap punggung King yang telah melangkah pergi . Amin memutuskan kembali duduk ke meja kerjanya .
Tapi pikiran nya masih melayang layang ,pikirannya juga bertanya tanya apa kesalahan sebenarnya yang telah ia perbuat .
"Tidak ada , aku tidak melakukan kesalahan apa apa , hanya pria itu yang cari cari alasan untuk menciumku ." gumam Amin sambil menghapus bibir sendiri dengan kasar seakan ia ingin protes .
Tapi ia sadar dirinya tidak memiliki kemampuan dan keberanian .
***
Hari itu Amin bekerja normal seperti biasanya . Sampai pukul lima sore ia membereskan meja kerjanya dan bersiap siap untuk pulang .
Saat sampai di bawah ia melihat mobil Ridwan masih terparkir di luar pintu gerbang perusahaan menteng group. Amin tidak tau apa yang di inginkan oleh pria itu . Dia memilih untuk mengabaikan dan berjalan melewatinya .
Seharusnya jam segitu.taxsi langganan nya sudah ada di luar menunggunya di tempat seperti biasanya . Tapi entah kenapa sore ini sampai sekarang taxsi nya belum juga datang .
"Apa mungkin dia lupa ? ." gumam Amin
Amin mengambil ponselnya dan mencoba untuk menghubunginya , setelah berdering beberapa kali akhirnya telepon nya di angkat Tapi dia harus mendapatkan jawaban sesuai pemikiran nya ..
"Maaf Nona , saya lupa mengabari nona . Kalau siang tadi saya terpaksa pulang cepat karena istri saya sedang sakit . Sekali lagi mohon maaf besok saya akan menjemput nona lagi ." ucap sopir taksi .
"Baiklah pak tidak apa apa , swpwnting apapun kerja , tetap utamakan keluarga , jaga istri bapak baik baik semoga cepat sembuh ." jawab amin dan segera mematikan telepon nya .
Amin merenung menatap lurus ke depan , karena sopir taxsi tidak dapat menjemputnya , apa boleh buat .
Pintu mobil Ridwan terbuka . Dan Ridwan keluar mendekati Amin .
"Amin aku ingin bicara sebentar . "..
"Aku tidak ada waktu . Aku harus pulang sekarang ." ucap Amin sambil menyimpan kembali ponselnya . Dan Ridwan berusaha untuk menghentikan nya .
__ADS_1
"Kenapa kamu sangat keras kepala ? Aku sudah mengingatkan kamu sebelumnya . Kalau presdir King bukanlah orang yang mudah , ya saat ini kamu bisa ada di sampingnya , tapi apa kamu tau apa yang akan dia lakukan padamu ,setelah dia bosan ." ucap Ridwan .