REY (ISTRI KEMBAR CEO  1 )

REY (ISTRI KEMBAR CEO 1 )
80 pikiran king


__ADS_3

 Sesuai dengan harapan nya., amin menghubunginya , tapi siapa tau setelah mendapat penolakan dari nya , Amin telah berada dalam perjalanan menuju ke tempat untuk membicarakan kerjasama .


"Tuan , bagaimana keadaan Nona Amin ." tanya Haris yang datang setengah berlari memasuki toilet .


"Dia baik baik saja ." ucap King dan segera menggendong Amin keluar dari toilet , saat melewati Abraham ia menyuruh ke empat pengawalnya untuk berhenti menghajar Abraham .


Abraham tidak perduli dengan rasa remuk di badan nya dan bengkak di mukanya . Ia merangkak menghampiri King .


"Presdir King saya tau , saya sudah tau , maafkan saya ." sebagai seorang Director tentu Abraham memiliki otak yang cemerlang . Dengan cepat ia sudah dapat memahami situasi ini dan menebak alasan kemarahan Presdir King adalah karena Aminah .


 Ia benar benar tidak pernah menyangka sebelumnya , bila wanita yang tampak culun berkacamata itu mempunyai dukungan yang sangat kuat di belakangnya .." Presdir King " hanya mendengar namanya saja.tidak akan ada orang yang berani mencari masalah dengan nya .


"Presdir King ini hanya kesalah pahaman saja , tolong beri saya satu kesempatan lagi ." mohon Abraham kepada king . Tapi King mengabaikan nya .


"Haris , tambahkan pelajaran untuknya , aku ingin semua orang yang berani macam macam denganku merasakan akibatnya . "


Bukan hanya Haris , keempat pengawal King yang baru saja melepaskan Abraham kembali mengunci tangan Abraham juga kembali melayangkan pukulan dan tinjunya serta tendangan .


Semua bir yang telah ia minum terpaksa ia keluarkan kembali . Abraham bersimpuh setelah semua penyiksaan nya berakhir .


"Director Abraham , tidak seharusnya kamu mengali kubur kamu sendiri . Kamu tidak seharusnya mempunyai pikiran buruk terhadap Nona Aminah , karena dia adalah wanita nya presdir King ."ucap king sambil menepuk pipi Abraham , tidak lupa memberikan tendangan yang terakhir kalinya , kemudian mengajak keempat pengawalnya untuk pergi .


 Di sisi lain King melajukan mobilnya untuk meninggalkan restoran itu , dengan Amin yang masih belum sadarkan diri terbaring di kursi belakang .


Sesekali King melihat Aminah dari kaca spion . Ada rasa kesal dan juga tenang di hati nya ." Aku hanya berniat memberinya pelajaran karena telah mengabaikan ucapan aku , Dan dia malah pergi melibatkan diri dalam bahaya , dan aku juga yang harus menyelamatkan nya ." gerutu King .

__ADS_1


"aku tidak tau , apa yang ada di dalam pikiran kamu . Kamu sendiri sudah tau , tidak bisa minum , kenapa masih juga paksakan diri untuk minum . Kalau aku tidak cepat cepat datang , apa yang akan terjadi padamu ." king mengacak Rambutnya .


ia benar benar tidak habis pikir dengan apa yang ada dalam pikiran Amin . Yang memaksakan diri untuk minum .


***


Amin terbangun dari tidur , ia mengerjapkan matanya melihat ke sekitar dan menemukan ruangan kamar yang familiar .


"Uhh ..kenapa aku bisa ada di sini lagi .?"


Amin terkejut dan langsung terduduk . Di saat yang sama ia ingat kejadian kemarin di mana ia sedang berada di restoran , dalam pertemuan bersama dengan Direktur Abraham . Dan menghabiskan satu botol bir sampai membuat kepalanya pusing .


Amin juga ingat saat dirinya berada di toilet , Direktur abraham ingin memaksakan diri untuk masuk , ia segera mengunci pintu dan saat akan menghubungi seseorang ponselnya malah ketinggalan .jadi ia tidak bisa berbuat apa apa .


Tidak lama kemudian Amin mendengar keributan di luar , ia tidak bisa mendengar dengan jelas karena dirinya mulai kehilangan kesadaran nya .sehingga ia tidak bisa mencari tau siapa mereka .


"Nona Minah , syukur alkhamdulilah akhirnya kamu sudah bangun ." ucap bibi Idah yang datang membawakan Air wedang jahe .


Amin menoleh ke arah pintu , ia melihat wanita paruh baya datang membawa nampan yang berisi air dalam gelas .


"Bibi Idah , merepot kan kembali ." ucap Amin .


"Tidak , Bibi bahagia Nona datang lagi . O ya apa Nona membutuhkan sesuatu yang lain ." ucap Bi Idah sambil menaruh wedang Jahe di atas nakas .


"Tidak ada , bi . Terimakasih ." ucap Amin .

__ADS_1


Bibi Idah mengangguk ." bIklah kalau begi bibi Idah mau turun dulu , nanti kalau Nona membutuhkan sesuatu , Nona bisa panggil Bibi ." ucap Bi Idah dan keluar meninggalkan Amin seorang diri di dalam kamar .


Amin segera meraih wedang jahe yang hangat itu . Hanya dengan menatapnya saja ia sudah merasakan kehangatan lewat aroma uap yang mengepul di udara .


"Ponsel ku .." tanpa sengaja pandangan Amin jatuh pada meja di ujung ruangan di mana ponselnya tergeletak di sana . Tanpa pikir panjang Amin segera turun dari ranjang dan berlari ke meja dan mengambil ponselnya .


 Ternyata sudah jam lima sore , Amin segera mengambil tas dan kaca matanya lalu meninggalkan kamar King ia harus segera pulang , Maxsim putranya pasti sudah menunggunya . Amin turun ke bawah ia melihat bibi Idah sedang membersihkan ruangan dan menata perabot perabot rumah .


Bibi Idah berdiri dan menatap Aminah yang sedang menuruni anak tangga dengan menenteng tasnya .setelah amin sampai di anak tangga bawah Bibi Idah menghampirinya .


"Nona Minah apa mau pergi , tadi tuan muda berpesan agar Nona Minah menunggu , sampai tuan muda kembali ." ucap Bibi Idah berusaha membujuk Amin .


Tapi Amin tidak ada waktu untuk menunggu sampai King pulang ." Maafkan saya bibi idah , saya harus segera pulang , saya tidak bisa menunggu sampai presdir King kembali , karena saya harus cepat sampai di rumah sebelum malam tiba ." ucap Amin .


"Jika bibi bisa membantuku , tolong sampaikan ucapan terima kasihku kepadanya ." tambah Amin .Bibi idah mengikuti langkah Amin dari belakang sambil membujuknya agar menunggu sampai King pulang .Langkah Amin telah melewati pintu gerbang dan menghentikan taxsi di ujung jalan .


"Haduh , Nona Amin sudah pergi , Tuan muda pasti akan marah . " Bibi Idah terus merenung hingga dari jauh muncul mobil King memasuki halaman Villa dari arah yang berlawanan dengan arah yang di lewati Amin .


Bibi Idah memijit keningnya , ia berpikir dengan cara apa yang harus ia sampaikan pada King .


"Oh tidak , sebaiknya aku berpura pura tidak tau saja . Aku akan segera masuk ke dalam saja ." setapak demi setapak bibi Idah segera membalikan badannya dan mendorong pintu , ia segera masuk ke dalam rumah , tapi saat ia akan menutup kembali pintu nya ada tangan kokoh yang menahan nya dari luar .


"Bibi Idah , apa yang sedang kamu lakukan ." tanya King yang merasa gerak gerik pembantunya itu mencurigakan .


Bibi Idah menata hatinya dan kembali membalikkan badannya menatap King dan membuka pintu lebar lebar."Tu tuan kamu sudah pulang ." tanya Bi Idah .

__ADS_1


King tidak menjawab pertanyaan bi Idah . Tapi ia menebarkan pandangan nya dan menatap ke tangga lantai dua ." Apa dia masih tidur ." tanya King .


__ADS_2