REY (ISTRI KEMBAR CEO  1 )

REY (ISTRI KEMBAR CEO 1 )
41 gagal


__ADS_3

Penjaga keamanan itu menggelengkan kepala menatap penampilan nya seakan tidak menyambut kedatangan nya


"Pelqmqr yang lain datang ke sini dengan pakaian bagus dan rapi , sedangkan kamu datang dengan pakaian seperti ini , kamu belum masuk ruangan HRD saja mungkin kamu sudah di usir ." ucap pak satpam .


Tidak di pungkhiri Amin sedikit khawatir mendengar penuturan pegawai keamanan itu , sekali lagi amin menatap pakaian nya yang banyak bercak lumpur , kacau sekali .


"Bagaimana ini apa aku harus pulang ." Amin kembali melihat jam di tangan nya . Waktu interview tinggal lima belas menit lagi . Mustahil untuk dirinya pulang pergi untuk menganti bajunya lagi dan kembali tepat waktu .


"Tapi apa mereka akan menerima aku dengan pakaian seperti ini ." batin amin .


"Pak Bima ..." tiba tiba ada suara seseorang yang memanggil pak satpam itu .pak satpam yang merasa namanya di panggil ia segera menoleh ke arah lobby perusahaan .


Ada seorang wanita berusia antara Dua puluh lima tahun an melambaikan tangan dengan menunjuk sebuah tas di tangan nya . Pak bima segera mendekat meninggalkan Aminah , menuju ke meja dekat resepsionis . Dan tak lama kemudian pak bima datang dengan tas di tangan nya untuk amin .


"Kamu sangat beruntung sekali , Linda ada bawa baju ganti , karena kasihan padamu ini dia pinjam kan untukmu .ini kamu cepat ganti baju kamu sebelum terlambat , di sebelah parkir sana ada kamar mandi umum ." ucap pak Bima sambil menyerahkan tas itu pada Amin .


Pak Bima laki laki berumur sekitar empat puluh lima tahun itu yang bekerja sebagai kepala keamanan di perusahaan menteng group itu , mewanti wanti pada Amin di mana letak kamar mandinya .


Tanpa banyak tanya amin membungkuk dan segera pergi untuk menganti bajunya , ia sedang bertarung melawan waktu , selesai berganti baju amin segera keluar untuk menuju ruang interview , waktu masih ada delapan menit lagi .


CEPAT.....CEPAT....


Batin amin menyemangati diri sendiri , sambil menenteng tas dan memakai kacamata tebalnya Amin juga tidak lupa mencepol rambutnya karena panik takut terlambat sampai di tempat interview , amin berjalan sedikit berlari . Entah nasib lagi sial atau apa .

__ADS_1


Amin menabrak traffik cone yang di letak kan di tengah jalan .swhingga membuat amin jatuh tersungkur dan lebih sialnya lagi tas yang berisi baju kotor miliknya terjatuh hingga sampai di bawah kolong mobil yang parkir di tempat parkir itu .


Amin bangkit sambil mengeluh , ia bergegas berusaha untuk mengambil tasnya yang sedikit jauh dari jangkauan tangan nya .


"Kenapa hari ini aku begitu sial ? "keluh amin meringis sambil meraih tas bajunya . Perhatian amin tertuju pada sebuah mobil yang terparkir di hadapan nya . Raut wajah amin seketika berubah .


"Mobil itu ..."Amin menginggat lagi kejadian beberapa waktu lalu . Mobil yang telah membuat dirinya seperti ini , banyak membuang waktunya . Maobil mayback yang telah membuat bajunya basah .membuat dirinya harus ganti baju , membuat dirinya harus menabrak traffik cone dan terjatuh ,karena mengejar waktu ini semua karena mobil itu .


Rasa amarah Aminah semakin menjadi , saat melihat lampu mobil itu baru saja berkedip artinya sopir mobil itu melihat dirinya . Dan memberi tau kalau ada orang di dalam mobil itu .


Amin segera melangkah mendekati mobil itu dan segera mengetuk kembali kaca mobil itu dengan keras . Hingga mobil sedikit bergetar karena ulahnya .


Tok ...tok....tok...


"Tuan ." panggil Haris yang ada di dalam mobil itu .


Haris yang ingin menanyakan sesuatupun ia urungkan .dan tak lama kemudian ia segera menurunkan kaca jendela mobilnya . Sehingga nampak seorang wanita berpenampilan culun berdiri di luar jendela mobilnya .


"Maaf nona ada yang bisa saya bantu ." tanya Haris .Tapi Amin tidak menghiraukan haris . Ia memperhatikan laki laki kira kira berumur tiga puluhan tahun ,yang duduk di dalam mobil bagian belakang dengan begitu tenang . Dengan tangan yang lincah menari nari di atas keybord laptopnya , seperti tidak menganggap kehadiran nya .


"Nona ." panggil 'Jaris untuk yang kedua kalinya dan menyadarkan amin dari lamunan nya . Kemudian Amin menatap Haris dengan tataoan tajam dan kata kata bernada marah .


"Kamu mengemudi mobil tidak menghargai pejalan kaki yang sedang jalan di trotoar , apa itu jalanan milik nenek moyang mu sendiri , kami orang kecil hanya menumpang begitu .lihat sekarang pakaian aku kotor karena ulahmu ." Amin menunjukan baju kotornya yang ada di dalam plastik .

__ADS_1


Haris juga ikut menjulurkan kepalanya membuktikan ucapan amin .


"Untuk mbak resepsinis baik hati . Memijami aku baju .." amin tahu apa yang di pikirkan oleh Haris pasti tidak akan percaya .


"Kamu tau hari ini aku ada interview ..eh.? Amin baru sadar ia akan menghadiri interview . Pupil matanya melebar melihat jam tangan nya .ia langsung berlari meninggalkan Haris menuju ke kantor menteng group .


"Aduh kenapa aku bisa lupa . Sekarang sudah jam 09: 15 menit . Bodoh kamu Min ." gerutu Amin dalam hati , sambil kembali menata rambutnya ia semakin panik melihat jarum jam telah bergerak .


"Kenapa aku malah berurusan dengan mereka , padahal interview lebih penting ."Amin terus merutuki kebodohan nya sendiri .


Haris hanya memandang datar kepergian Amin , ia kembali menaikkan kaca jendela mobilnya dan menatap King dari kaca spion .


"Tuan ada beberapa kandidat perempuan untuk sekretaris anda . sebagian ada yang memiliki pengalaman sebagai sekretaris selama lima sampai delapan tahun . Tapi ada yang masih non , semua terserah anda .akan memilih yang mana ." ucap Hari.


King mengalihkan pandangan nya dari laptopnya . Ia menatap haris dengan pandangan dingin sambil memberi peringatan .


"Aku tidak ingin sekretaris wanita ."jawab King tegas . Haris langsung diam mendengar ucapan King , tidak lama kemudian ia mengeluarkan ponselnya menghubungi kepala HRD .


"Ceo King tidak mau sekretaris wanita ,eliminasi mereka ." ucap Haris .


"Baik tuan Haris ." jawab Kepala HRD .Haris langsung menutup ponselnya . Dan melaporkan kepada King .


"sudah Beres tuan ." .

__ADS_1


Sementara Amin berhent> di depan ruangan interview dengan terengah engah setelah berputar putar mencari ruangan interview . Dan anehnya di situ tidak ada satu orang pun yang datang untuk interview . Seakan hanya dirinyalah peserta interview pagi itu .


"Atau aku datang sudah terlambat , interview sudah selesai ." pikir amin dalam hati . Amin kembali mengangkat tangan nya dan melihat jam di tangan nya . Amin kembali panik dan gugup jam di tangan nya menunjukan pukul 09 :30 . Amin sudah pasrah dan pesimis mungkin dirinya sudah gagal . Untuk melamar kerjaan menjadi sekretaris menteng group .


__ADS_2