
Mata Amin kembali melotot melihat tiga gelas yang telah terisi penuh dengan Bir ." Ka kamu sengaja menjebak aku ." ucap Amin .
Director Abraham mengangkat tangan nya dengan tersenyum kecil . " itu terserah Sekretaris Amin mau atau tidak . Aku juga tidak memaksa ."
Amin mengeratkan giginya ." tinggal tiga gelas ini saja , bukan ? . Aku akan meminumnya tapi setelah ini kamu harus benar benar menanda tanganinya ."
Tanpa menunggu jawaban dari Abraham , Amin segera meneguk habis tiga gelas bir itu .Direktor Abraham bertepuk tangan sambil tertawa .
"Ya, seperti itu , sekarang aku akan menanda tanganinya ." ucap Director Abraham ,dia segera mengambil berkas di atas meja itu dan menanda tanganinya . Setelah selesai ia segera menyerahkan kembali pada Amin .
"Sekretaris Amin , kamu baik baik saja ." tanya Director Abraham yang menganggapnya seakan tidak terjadi apa apa .
Amin memegang kepalanya yang mulai berdeyut .lalu beranjak dari kursinya ." peemisi saya harus ke kamar mandi ." ucap Amin .
Di dalam toilet yang ada di ruangan itu , amin membasuh mukanya dan menatap ke arah cermin . Ia menepuk nepuk pipinya agar kesadaran nya tidak hilang . Padahal yang ia minum adalah kadar alkohol rendah , tapi entah kenapa reaksi badan nya tidak bisa bohong .dia terlalu lemah untuk menerima alkohol .
"Sekretaris Amin .apa kamu baik baik saja , Bagaimana jika aku membantumu ? ." teriakan itu terdengar tidak hanya sekali dua kali keluar dari mulut Abraham . Sudah hampir lima kali Abraham meneriakan pertanyaan itu .
Namun sampai sekarang Amin engan untuk menjawab pertanyaan dan diam seperti tidak mendengar.
"Paman bagaimana jika kita mendobraknya ." saran Boby , pria berusia tiga puluh tahun itu juga sudah siap mengambil ancang ancang .
Tapi Director Abraham segera mengangkat tangan nya untuk menahan Boby ." jangan merusak pintu . Kamu hanya akan mengundang masalah . Lagi pula ,dia tidak akan bisa melakukan apa apa .lihat ke sana , tas dan ponsel nya ada di atas meja ." ucap Abraham .
Boby mengikuti pandangan mata Paman nya , senyum di wajahnya pun mulai mengembang .
"Kamu benar Paman ! , jika begitu mari kita tunggu dan lihat seberapa lama dia bisa bertahan di dalam sana ." ucap Boby .
Ting tong
Suara bel pintu ruangannya terdengar , Director Abrahan menautkan kedua alisnya dengan heran .
__ADS_1
"Kamu memesan bir tambahan ." tanya Abraham pada Boby .
"Ee ...tidak.. , aku tidak memesan apapun .Tapi coba aku lihat nya sebentar ." ucap Boby .
Melihat kepergian Boby , Abraham kembali mengetuk pintu toilet .
"Sekretaris Amin , kamu sudah hampir tiga puluh menit berada di dalam toilet . Sebaiknya kamu segera keluar jika tidak ingin ...
Argh....
Belum sempat Abraham menyelesaika kata katanya , suara pekikan Boby dari luar ruangan membuat kening Abraham mengerut .
"Boby , kamu baik baik saja di sana ? Apa yang terjadi , kenapa kamu berteriak .?
Tidak ada jawaban . Director Abraham melirik pintu toilet yang masih terkunci dari dalam . Dia pergi dulu untuk melihat keadaan Boby . Saat ia membuka pintu ia melihat Boby bersimpuh dengan memegangi perutnya . Terlihat sangat kesakitan .
"Boby apa yang terjadi ...."Director Abraham akan membantu Boby untuk berdiri tapi sudut matanya menangkap.sepasang sepatu , ia mencoba melihat pemilik sepasang sepatu itu . Director Abraham seketika tubuhnya bergetar melihat siapa orang yang berdiri si hadapan nya .keringat dingin mulai bercucuran .
"Pres ...presdir King , apa yang anda lakukan di sini ?."
"Di mana dia ." tanya King kepada Directur Abraham setelah tidak menemukan Amin ada di dalam ruangan nya .
Abraham tidak langsung memahami.siapa yang sedang di cari oleh King . Dia bergumam dalam hati .
"Presdir king datang kemari untuk mencari seseorang . Apakah dia wanita yang ada di dalam toilet ? Tapi bukankah dia hanya seorang sekretaris ? Kenapa presdir King begitu sangat peduli dengan nya ."
tidak mendapatkan jawaban dari Abraham , King segera naik pitam ." sekali lagi.aku tanya , dia di mana ."
"Pres...presdir King ....." karena saking takut nya Abraham sampai tidak bisa bicara dengan benar . Saat itu.Haris berjalan ke arah meja dan mengambil sebuah ponsel dan tas .
"Tuan , ini seperti nya ponsel dan tas Nona Minah ." ucap Haris .
__ADS_1
King mengulurkan tangan nya untuk mengambil ponsel Amin . Tapi tatapan matanya tertuju pada botol botol bir di atas meja dan juga gelas yang telah kosong .
Dalam sekejap raut wajah King berubah menjadi marah . Ia melangkah mendekati Abraham dan mencengkeram kerah bajunya .
"Kamu tau dengan apa yang telah kamu lakukan ? ." tanya King dengan mata yang telah memerah .dan rahang yang mengerat .
Abraham meneguk ludahnya dwngan susah payah ." Ma ...maaf kan saya Presdir King , saya tidak tau..."
"Jika begitu kamu harus merenungkan nya ?
Tanpa menunggu Abraham memahami kata kata King . Keempat pengawalnya yang berada di depan pintu segera mendekati Abraham dan membantunya untuk merenungi kesalahan nya .
Keempat pengawal King tidak memberi kesempatan sedikitpun kepada Abraham , tendangan , pukulan dan tarikan . Pria tua itu terima secara bertubi tubi . tidak ada kesempatan untuk Abraham walau dia berteriak kesakitan dan mohon ampunan .
"Tuan , Presdir king , maafkan saya . Saya mengaku salah ." pinta Abraham .
King tidak mengubris ucapan Abraham ia melangkahkan kakinya menuju ke toilet . Yang berada beberapa meter dari tempatnya berdiri . Ia percaya kalau.Amin ada di dalam , tanpa ragu ia langsung memanggilnya .
"Siti Aminah , buka pintunya ." panggil King . Tapi King tidak mendengar sautan dari dalam . Tapi ia mendengar suara aliran Air yang mengalir .
"Kalau kamu tidak mau buka , maka aku akan masuk dengan paksa ." king kembali berkata , tapi tetap sama seperti sebelumnya tidak ada sautan dari Amin .
King juga tidak main main dengan ucapan nya . Ia swgera mendobrak pintu toilet dalam satu tendangan .
BRAAKK .
Saat pintu terbuka , Mata king melotot dan badan nya membeku , saat menemukan Amin dalam keadaan terbaring di lantai. Dengan cepat ia mendekati amin dan memeriksa keadaan Amin .
"syukur alkhamdulillah ." ucap King tanpa sadar , setelah mengetahui.Amin dalam keadaan baik baik saja , tanpa ada luka sedikitpun . Dia hanya tidak sadarkan diri karena pengaruh alkohol dan dalam keadaan mabuk .
"wanita ini benar benar , bukan nya menghubungiku lagi , malah datang sendiri ke sini ." kesal King , bukan menyadari bagaimana sikap nya saat Amin menghubunginya .
__ADS_1
Memang sebelumnya King sengaja mengabaikan Panggilan dari Aminah sebagai balas dendam karena kemarin mengabaikan nya , tidak datang ke ruangan nya saat makan siang .
Dia menyuruh haris memberikan tanggung jawab kerja sama yang bernilai milyaran , Agar Amin mau menghubunginya . Memang Amin menghubunginya tapi ia masih tetap jual mahal menyuruh Haris menerima telepon dari Amin .