
Julia menarik kedua ujung bibir Amin agar tersenyum lebih lebar .
"Nah begini , seperti ini akan kelihatan lebih cantik ." ucap julia .membuat Amin benar benar tertawa . Melihat tingkah sahabatnya itu .
Julia meraih gelas minum yang di bawa Amin tadi ke hadapan nya ." kamu mau bicara apa kepadaku , sikapmu , seperti orang yang ingin pergi jauh ." tebak Julia .
"Benar , aku akan pergi ke ibu kota jakarta ." jawab Amin . Julia terkejut mendengar tebakakan nya tidak meleset .
"Min , kamu bicara apa , jangan kamu bercanda . Bukan nya kamu sudah pernah mengatakan , dan bertekad akan tetap di jogya dan tidak akan pernah datang lagi ke ibu kota ." ucap Julia panjang lebar .
Amin terkekeh, ia tidak menyangka melihat ekspresi sahabatnya itu . Amin mengatakan tujuan nya ke ibu kota .
"Aku ke sana untuk bekerja , jul ." jawab Amin dengan lega .
Julia mengerutkan kening nya ." kamu kerja di sini jadi dosen baik baik saja , kamu ke ibu kota mau kerja apa dan di mana ."tanya Julia .
"Aku akan melamar pekerjaan jadi sekretaris di Menteng group ." jawab Amin .
"Menteng group ? Apa kamu sudah gila , kamu tau tidak itu perusahaan terbesar di ibu kota jakarta ." ucap Julia .
"Dan kata orang orang perusahaan itu telah di rombak menjadi Menteng samudra Group sekitar tiga puluh tahun yang lalu . Oleh pemimpin utama Rafael abdul jailani ya , kenapa berubah menjadi menteng samudra . Di karenakan CEO itu punya istri bermarga samudra .itu lo yang pemakaman keluarga besarnya ada di gunung kidul . Pemakaman samudra ." jelas Julia .
"Jangan lupa di masa depan cari kami di menteng group ." Amin menggelengkan kepalanya .
__ADS_1
"kenapa ." tanya Julia .Amin menatap bola mata julia yang berbinar bahagia .
"Ya aku akan bekerja di sana .." sebenarnya amin sudah menolak untuk bekerja di menteng group tadi pagi , tapi dalam waktu yang bersamaan telah terjadi problem yang membuat amin harus memutuskan , terpaksa ia harus bekerja ke ibu kota demi kesehatan Maxsim yang semakin membutuhkan perawatan . Semakin hari kondisi Maxsim semakin memburuk .
Di tambah Amin masih punya hutang kepada julia , untuk biaya operasi kelahiran Maxsim tiga setengah tahun yang lalu . Saat itu usia kandungan nya baru menginjak usia tuju bulan . Karena banyak nya pikiran dan beban hidup yang dia alami sehingga terjadi komplikasi terhadap kandungan nya .
Saat.Maxsim lahir dengan berat badan di bawah normal juga mengalami gangguan untuk bernafas , sehingga Dokter membawa maxsim ke dalam inkubator dan mengunakan ventilator untuk membantunya bernafas .
Semua biaya di tanggung oleh keluarga julia , walau julia mengatakan tidak perlu di kembalikan .tapi Amin mengatakan hutang tetap harus di bayar .
Malam semakin larut Amin menatap wajah pulas putranya ." Nak kamu tau siapa Ayah kandungmu , di mana dia berada ." gumam amin .
Empat tahun yang lalu ia pulang ke indonesia untuk menemui kekasihnya setelah menyelesaikan pendidikan S1 nya .ia pulang lebih awal ingin memberi supreis kepada kekasihnya Ridwan Abu Rojak .
Amin telah memesan sebuah kamar hotel dengan jendela yang menghadap ke arah keramaian ibu kota , ia juga memesan makanan , makan malam romantis dengan lilin aroma terapi yang sangat merilekskan .
"Min ,mari kita berpisah ?." suara berat dari sebrang membuat tangan Amin bergetar hebat , amin menarik ponselnya dari telingganya ia koreksi lagi nomor telepon yang baru saja ia dial . Benar itu nomor telepon kekasihnya , tapi kenapa pria itu bisa mengatakan kata kata keramat bagi Amin .
" Aku akan menikah dalam waktu dekat , dengan wanita lain . maaf aku tidak bisa menunggumu ." lanjut Ridwan .
Deg, sekali lagi jantung amin berasa berhenti berdetak , ia bertanya tanya apa masalah yang ada dalam hubungan mereka selama ini . Tapi sayang ia belum sempat bertanya Ridwan telah mematikan sambungan telepon nya tanpa sepatah kata sebagai tanda perpisahan .
Amin mencoba untuk menghubungi Ridwan kembali tapi tidak ada jawaban atau mengangkat telepon nya . Amin mengigit bibirnya dengan perasaan kecewa . Tatapan matanya terarah ke meja yang telah terhidang makanan dan lilin aroma terapi .
__ADS_1
Seharusnya malam ini adalah malam kejutan untuk Ridwan setelah empat tahun tidak bertemu , setelah menyelesaikan pendidikan nya ia pulang lebih awal . Tapi malah Ridwan yang memberi nya sebuah kejutan .
"Enam tahun ." Amin tersenyum getir , enam tahun pacaran dan berakhir begitu saja lewat sambungan telepon .tak terasa mata Amin memerah dan air matanya jatuh membasahi pipinya .
Tiba tiba pintu kamar Amin di ketuk oleh seseorang . Amin segera menghapus air matanya dan pergi membuka pintu , ia melihat seorang pria berdiri di depan kamarnya memakai tuxedo hitam dengan tubuh yang ideal , tapi pria itu kelihatan sangat aneh . Seperti orang yang sangat teler karena banyak minum .
Tanpa bicara pria itu langsung saja masuk ke dalam kamar Amin , Amin terkejut dan ingin menghentikan pria itu , namun pria itu malah mencekal lengan tangannya dengan erat .
Sambil mencengkeram erat lengan pria itu berkata ." kamu wanita yang di kirim oleh Haris untuk ku bukan ? Maka sekarang lakukan tugasmu dengan benar ." ucap pria itu langsung menarik amin dengan kasar dan menjatuhkannya di atas tempat tidur , tanpa memberi Amin kesempatan untuk bicara .
Amin berteriak sambil mengumpat dan mendorong tubuh pria itu yang telah mengungkung tubuhnya . bukan nya berhasil menyingkirkan pria itu , tapi malah pria itu semakin bringas merobek gaun kuning yang ia pakai .
Dalam sekejap separuh tubuhnya telah terbuka , Amin sangat ketakutan setengah mati , ia memohon kepada pria itu .
"Hentikan ku mohon lepaskan aku , kamu kalau mau uang aku akan memberi kan padamu ." pria itu sempat mengangkat wajahnya menatap lekat Amin .tapi ia bersikap seakan tidak mendengar apapun .
Amin menjadi putus asa , ia hanya bisa memohon sambi menangis pada sosok pria yang sedang mengunakan tuxedo hitam itu . Tapi pria itu tidak mengubrisnya , dan langsung membungkam mulut Amin dengan bibirnya .
Rasa pahit alkohol langsung menyeruak masuk ke rongga mulutnya dan mulai mempengaruhi dirinya .
Malam yang seharusnya jadi malam terindah dengan kekasih hatinya , berubah menjadi malam yang mungkin tidak ingin ia ingat untuk selamanya .
Entah kesalahan apa yang telah ia lakukan di masa lalu , hingga ia harus mengalami penghinaan seperti ini .
__ADS_1
Malam yang terasa panjang akhirnya berlalu , keesokan harinya Amin terbangun dengan keadaan kepala yang pusing dan seluruh badan yang terasa sakit .
Amin mengedarkan pandangan nya hingga ia menemukan sobekan kain kuning di atas lantai . Ingatan amin kembali semalam ada seorang pria tiba tiba masuk ke dalam kamarnya hingga terjadi hal yang tidak pernah ia duga , Hotel samudra saksi bisu kehancuran hati amin .