REY (ISTRI KEMBAR CEO  1 )

REY (ISTRI KEMBAR CEO 1 )
84 Rasa penasaran Uti


__ADS_3

" uti , kamu sudah jalan jalan dari pagi hingga sore . Sudah waktunya kita pulang ." ucap King .


Uti Aisyah membuang pandangan nya ." kenapa kamu meminta Uti pulang ? Setelah kembali , kamu pasti pergi lagi untuk kerja ,huh....Andai saja kamu sudah mempunyai seorang anak , setidaknya uti kembali ke sini tidak sia sia ." ucap Uti Aisyah , yang selama ini ia tinggal di kota kembang .Di kota kembang sebenarnya juga ada pangeran di sana .


" Uti kan bisa bermain dengan cicit Uti , Tapi.." Uti Aisyah mengantung kalimatnya .ia ingat dengan anak kecil yang sangat mirip dengan King .


"Kamu tau tadi Uti melihat seorang anak kecil laki laki , dia mirip dengan mu seperti pinang di belah dua , terus dia panggil Uti apa "BUYUT " dia mengembalikan ponsel Uti yang terjatuh . Selain wajahnya mirip dengan mu , kepinteran dan kecerdasan dia mirip sekali saat kamu pertama kali bertemu Uti , tatapan dia ...Ah sayang Uti lupa nama dia , juga lupa bertanya ." ucap Uti Aisyah .


"Uti kamu pasti sangat lelah sehingga bicara ngelantur . Ayo king antar Uti pulang .nanti King panggil pangeran pulang temani Uti ." ucap King .


"Hah apa lagi bocah itu , mirip sekali dengan Ayahmu . Sekali.cinta di buat buta ngak tau wanita seperri apa yang dia cintai ." kesal Uti Aisyah .


"Uti , do'akan saja , semoga suatu hari Alloh membuka mata hati dia .dan tau siapa wanita yang ia sukai saat ini ." ucap King .


Uti Aisyah membulatkan matanya ." Cucu kurang ajar . Apa kamu pikir utimu bener benar sudah sangat tua . Sehingga tidak bisa menginggat apa apa .kamu jangan mencoba mengalihkan pembicaraan , uti benar benar melihat anak kecil itu benar benar mirip dengan mu . Katakan pada uti , apa benar kamu diam diam di luar menghamili putri orang tidak mau bertanggung jawab ." King hanya bisa menelan ludahnya dengan kasar .


Benar apa yang di katakan oleh utinya , hanya masalahnya ia belum bisa mendapatkan wanita itu .


"Ya sudah terserah apa kata Uti , sekarang uti harus pulang dan beristirahat ." King memberi isyarat kepada kedua pengawalnya , yang mengikutinya dari kejauhan .mereka juga langsung berangkat , Uti Aisyah juga tidak mau berdebat lagi .


Dengan melipat tangan dan wajah cemberut ia pergi meninggalkan King ."Aku penasaran dengan anak kecil tadi , tidak aku harus menyelidiki setelah ini." gumam Uti Aisyah .


***


"Mama ." panggil Maxsim saat melihat Amin di halaman parkir mall sambil berlari ingin menghampiri Amin .

__ADS_1


"Jangan berlari Maxsim jalan saja pelan pelan mama tidak akan pergi ." teriak bibi Indah mengingatkan .namun Maxsim ingin cepat sampai ke mamanya dan segera melepaskan pegangan nya di tangan bibi indah . Dan berlari semakin kencang .


"Mama ." panggil Maxsim untuk yang kedua kalinya . Amin tersenyum sambil jongkok ia merentangkan kedua tangan nya untuk menyambut putranya .


"Jangan berlari sayang , " ucap Amin mengingatkan tapi belum selesai ia mengucapkan dari sebrang ada seorang anak kecil menaiki sepeda dengan brutal karena tidak bisa mengendalikan laju sepedanya .berusaha ingin mengerem tapi sepertinya rem nya tidak berfungsi


"Awas minggir mingir ." teriak anak kecil yang berumur sekitar sepuluhan tahun itu . Menyuruh semua orang agar minggir , semua orang tentu tidak ingin tertabrak dan swgera minggir . Tapi bagi Maxsim yang sedang berlari hanya fokus pada tujuan nya tidak mendengar maksud teriakan anak itu.


Tanpa pikir panjang Amin segera berlari menangkap Maxsim berusaha melindungi dari laju sepeda itu agar tidak melukai putranya .


Akhirnya sepeda itu benar benar menabrak Amin dan hilang keseimbangan nya dan terjatuh . Anak kecil itu pun ikut jatuh tersungkur hampir masuk selokan .


Amin melihat ke lengan nya yang lecet karena sepeda yang menabraknya tadi . Lumayan lecet parah tapi tidak ia hiraukan yang terpenting putranya selamat . Ia lepaskan pelukan nya pada max dan bertanya keadaan putranya .


"Axcim baik Ma ." ucap Maxsim , Amin mengelus kepalanya , kemudian menatap kearah anak kecil yang sedang menabraknya tadi sedang menangis .


"Bagaimana , coba sini tante lihat ." ucap Amin berusaha mendekati anak laki laki itu , karena merasa tidak aman anak laki.laki itu menangis semakin kencang .


Hwa...hwa..


Amin malah menjadi bingung , dan pada saat itu datang seorang wanita gemuk dengan dandanan menor berjalan mendekat . Wajahnya tampak marah dan murka .


"Dasar wanita kurang ajar ! Beraninya kamu menindas putraku , aku akan mencabik cabik kamu ." ucap wanita itu .


Marah wanita itu yang tidak lain adalah ibu dari anak itu .dia tidak terima melihat putranya terluka . Dia emosi ingin mencari pelampiasan dengan mengangkat tangan nya .

__ADS_1


Dengan cepat amin menangkap tangan itu dan menepisnya ." kamu ibu macam apa ? Membiarkan seorang anak bermain sepeda di tempat ramai .dia hampir saja menabrak putra ku , seharusnya kamu menasehati putramu , agar tidak bermain di tempat ramai bukan malah menguja dia ?


Wanita itu mengepalkan tangan nya ." omong kosong apa , benar benar kamu yang telah membuat putraku jatuh . Tapi kamu malah menyalahkan seorang anak kecil yang baru berumur sepuluh tahun , juga aku sebagai ibunya . Kamu benar benar tidak punya malu ."


Sopir taksi yang di pesan oleh Amin datang membela Amin ." Nyonya , Nona ini benar dia mengatakan yang sebenarnya . Putra anda yang bersepeda dengan kencang di tempat keramaian , itu sangat membahayakan banyak orang , seharusnya anda membawanya bersepeda ke taman ."jelas sopir taxsi .


"Untung anak kamu hanya menabrak dia kalau tidak anak mu sudah masuk benar ke dalam selokan . Mungkin tidak hanya akan dapat luka lecet , setidaknya patah tulang kalau tidak .." bibi Indah tidak berani melanjutkan kata katanya .


"Untung hidung anak kamu masih ada , seharusnya kamu berterimakasih ." semakin banyak orang yang membela amin . Mereka tidak menyalahkan anak kecil itu tapi menyalah kan dia sebagai ibu nya .


Wanita itu mengeratkan giginya , ia merasa malu tidak bisa membela putranya dan akhirnya ia pergi dengan membawa putranya .


Karena kejadian itu sempat membuat jalanan menjadi mancet . Uti Aisyah yang duduk di dalam mobil menjadi mengeluh .


"Kenapa lambat sekali ." tanyanya kepada sopirnya yang bernama Erik .


"Sepertinya di depan sedang terjadi sesuatu Nyonya , tapi sudah mulai lancar kok ." jawab Erik .berusaha menjelaskan kepada Uti Aisyah .


Uti Aisyah merasa penasaran dan mencoba melihat keluar jendela .saat itu ia melihat ada sebuah taxsi di mana ia melihat maxsim bersama neneknya tadi dan seorang wanita .


"Apa itu dia ibunya ? ." tanya Uti Aisyah dalam hati sambil berusaha melihat wajah wanita itu . Tapi wanita itu tidak kunjung membalik kan wajahnya , dan tangan nya terus mengelus kepala putranya .


"Sudah tidak macet , cepat tambah kecepatan nya ." ucap Uti Aisyah .


"Baik nyonya ." jawab Erik .

__ADS_1


__ADS_2