
"Minah , ayo kesini ajak Maxsim sekalian ." panggil bi indah membuyarkan lamunan Amin . Bi indah yang keluar dari dapur dengan membawa kue bolu yang di beli oleh Amin saat pulang dari kantor tadi . Tidak lupa dengan dua cangkir teh sebagai pelengkap .
"Axsim ayo ,nenek memanggil kita ." pangil.Amin tapi maxsim tidak bergeming , dia terlalu asyik dengan mainan nya . Amin pergi sendiri ke sofa di mana bibi indah menunggunya .
"Ternyata kamu masih ingat dengan kue kesukaan bibi , padahal itu sudah sangat lama ." ucap Bi indah
Amin tersenyum ." Bagaimana bisa lupa , hampir setiap hari bibi membeli Kue bolu rasa pandan , aku hampir bosan memakan nya , karena bibi pasti juga beli buat aku." ucap Amin .
Bibi indah tertawa mendengar ucapan Amin . Dan sekarang dia memakan nya lagi seperti mengenang masa lalu .
"Mama , nenek Axcim juga mau ." teriak Maxsim mungkin menyadari ada bau harum pandan yang masuk ke dalam penciuman nya , dan menggelitik perutnya .Amin segera melambaikan tangan nya memanggil Maxsim untuk mendekat .
"Tadi Nenek dan Mama sudah panggil Axcim , Axcim yang tidak hiraukan , Ayo cepat ke sini kalau tidak nanti di habiskan Nenek semua ." ucap Amin bercanda .
"Ya nenek akan habiskan kan semua ." ucap bibi indah sambil mengambil dua potong roti ," melihat itu Maxsim segera meletakan remote mainan nya dan berlari mengambil bagian nya .
"Axcim juga mau , Axcim mau dua ." teriak Maxsim . Amin hanya geleng kepala melihat putranya yangvbegitu mengemaskan . Bibi indah juga ikut tertawa melihat ekspresi wajah ,Maxsim yang mengemaskan dan lucu . Tiba tiba Amin tersentak tiba tiba muncul bayangan wajah King di wajah putranya .
"Kenapa.aku jadi keinget dia , apakah tadi siang dia terus menungguku ." guamam Amin dalam hati .
"Sini ." Amin meraih putranya dan ia duduk kan di pangkuan nya . Amin mengambil satu potong bolu untuk Maxsim .
"Axcim mau dua mama ."protes Maxsim.
"Satu dulu sayang , kalau sudah habis nanti ambil lagi , itu masih banyak ." jelas Amin
"Oohh ." jawab Maxsim yang kecewa tapi ia tidak bisa membantah ucapan mamanya .malam semakin larut dan berlalu menjemput sang mentari pagi .
__ADS_1
Seperti biasa setelah menyiapkan keperluan Maxsim Amin telah siap dengan pakaian formalnya menyanggul rambutnya dan tidak lupa memakai kacamata berbingkai hitam hitam bulat .
Sesampainya di kantor ia sudah di cegat oleh asisten Haris yang sepertinya sengaja menunggu kedatangan nya sejak tadi .
"Nona Amin presdir menyuruh kamu pergi ke Abraham New Company untuk membahas tentang kerja sama . untuk lebih detailnya kamu bisa melihat di imail yang telah saya kirim ." ucap Haris .
Amin mengeryitkan alisnya merasa heran , mendengar kalimat Haris lalu ia bertanya ." Asisten Haris kenapa begitu tiba tiba , dan biasanya ini adalah tugas kamu ." ucap Amin .
Haris tau ini hanya akal akalan Tuan nya yang ia rasa aneh .ia berdehem dua kali ." untuk masalah itu kamu bisa langsung tanya sama presdir King . Saya di sini hanya menyampaikan perintahnya ." jawab Haris kasihan dengan Amin .
Setelah menyampaikan semuanya Haris segera 0ergi meninggalkan Amin . Amin segera menuju ruangan nya dan melihat berkas kerja sama yang sudah di kirim ke email nya oleh Haris .
Awalnya amin biasa saja melihat berkas berkas itu , hingga sampai pada nominal kerja sama yang akan di sepakati sangat sangat besar .
"Sa satu M ?.proyek sebesar ini bagaimana bisa saya yang harus bertanggung jawab . Bagaimana jika gagal ." Amin tidak bisa membayangkan .proyek ini terlalu besar untuk dirinya yang tidak berpengalaman . Ia harus pergi menemui presdir King dan menanyakan semua ini secara langsung dengan nya .
Amin telah sampai di depan pintu ruangan King . Ia ingin bertanya tentang proyek kerja sama dengan nilai 1M yang tiba tiba dia lempar kepadanya .
Amin mencoba menghubungi telepon kantor presdir king , ketika mendengar suara dering telepon yang berkelanjutan , keningnya kian mengerut ." Apa dia tidak ada di dalam ruangan nya ."
Sambil mengetuk pintu amin sambil membuka lagi emailnya untuk melihat sekali lagi dengan jelas dan teliti berkas kerja sama dengan abraham New company .
"Apa ." pekik Amin , ia terkejut saat melihat janji temu di berkas kerja sama adalah jam 09 :00 pagi . Raut wajah Amin seketika berubah , ia melihat alamat untuk tempat pertemuan mereka .
"Tempat ini butuh waktu tiga puluh menit , aku sudah tidak ada waktu , aku harus segera pergi ke sana kalau tidak semua akan berantakan ." gumam amin .
Amin tidak memiliki banyak waktu untuk bertanya tentang kesepakatan kerja sama itu dengan King . Hanya bisa mengandalkan keberuntungan diri sendiri untuk menyelesaikan nya .
__ADS_1
***
Di dalam ruangan nya King menatap telepon yang baru berhenti setelah berdering begitu lama . Tampak senyum puas di bibirnya .
Haris yang berdiri beberapa langkah di depan meja king hanya bisa menunduk kan kepalanya ." Tuan apa ini akan baik baik saja , Nona Aminah tidak mempunyai pengalaman dalam membicarakan masalah kerja sama ." ucap Haris yang mencemaskan akan nasib Aminah .
"Haris , apa kamu sedang mencoba mengajariku ." ucap King sambil menaikan alisnya .
"Bu- bukan seperti itu tuan ."
"kalau begitu kamu diam saja ."
"Baik tuan ."
Tidak lama kemudian ponsel king yang ia taruh di atas meja berdering . King melihat sekilas dan ada id nama pemanggil ,mengetahui jika Amin yang menelpon king menyerahkan ponselnya dan menyuruh Haris yang angkat .
"Kamu terima telepon dia ." ucap King .
Tentu saja Haris bingung , tapi ia tidak bisa berbuat apa apa . Sebelum menerima telepon Amin , Haris menyalakan loudspeker .
"Hallo presdir King .." sapa Amin bersemangat saat telepon nya di angkat .
"Sekretaris Aminah , ini saya Asisten Haris ." Haris dan king saling pandang mendengar helakan nafas amin. Suara yang tadi bersemangat berubah menjadi lesu .
"Asisten Haris , kenapa bisa kamu yang terima , presdir King kemana ." tanya Amin , saya sudah menghubungintelepon kantor berkali kali , tapi tidak di jawab . Sekarang dengan mudah terhubung tapi malah kamu yang terima ." ucap Amin dengan nada kecewa yang di dengar oleh mereka berdua .
Haris menatap King lewat mata dia bertanya , ia harus jawab apa . Kemudian King menunjuk arah kamar mandi . Haris tau ia harus beri jawaban apa kepada Amin .
__ADS_1
"Oh presdir king sedang ada di kamar mandi , jadi beliau tidak bisa dengar suara telepon ." jawab Haris .
Amin tidak curiga dengan jawaban Haris ." Apa boleh saya minta tolong , berikan ponselnya kepada presdir king , saya ingin bicarakan tentang kerja sama dengan Abraham New company ...