
"Min , bibi benar benar tidak menyangka masih bisa bertemu dengan mu lagi setelah hampir delapan tahun berpisah ." Bibi indah terlalu asyik bercerita dengan Amin , sehingga tidak menyadari keberadaan Maxsim yang tertidur dalam gendongan amin .
penglihatan bibi indah yang sedikit rabun , akan mengira kalau Maxsim adalah tas gendong yang amin sengaja gendong di depan . karena rambut Maxsim yang panjang dan lurus di tiup angin , bibi indah baru menyadari bila itu seorang anak .
"Kamu sudah menikah ." tanya bibi indah . Amin tidak bisa menjawab pertanyaan bibi indah yang tiba tiba . Ia menunduk menatap Maxsim dengan perasaan bersalah .
Melihat raut wajah amin , bi indah tau kalau telah terjadi sesuatu . Tanpa menunggu dan berharap amin menjawab , bi indah mempersilahkan amin untuk masuk . Bi indah menyuruh amin membaringkan maxsim ke dalam kamar .
Kini bi indah hanya tinggal sebatang kara , empat tahun yang lalu suaminya telah meninggal dan dalam pernikahan nya bi indah tidak di karuniai seorang anak . Karena itu Bi indah memperlakukan amin dengan baik dan menganggapnya sebagai putrinya sendiri . Dan kebetulan Amin juga anak yatim piatu sehingga membuat bi indah menjadi iba .
Bi indah menatap Amin yang baru keluar dari kamar . Bi indah memanggil amin untuk duduk di sampingnya .
"Sepertinya beberapa tahun ini kamu menjalani kehidupan yang sulit , bisa kamu ceritakan kepada bibi ." ucap bi indah penasaran , jiwa keibuan nya bangkit melihat kondisi amin saat ini
Amin menatap bi indah , yang begitu ingin tau apa yang telah ia alami selama ini , di dunia ini ahanya bi indah dan keluarga julia yang ia kenal . Jadi dengan berat hati amin menceritakan apa yang telah terjadi pada bi indah .
Bi indah melemparkan pandangan nya menuju kamar yang di tempati oleh maxsim . Seakan pandangan nya bisa menembus di mana maxsim sedang tertidur nyenyak .
"Jadi kamu tidak tau siapa Ayah dia yang sebenarnya ." tanya Bi indah . Amin mengangguk pelan .
"Aku juga tidak berharap ada orang yang datang mengusik kehidupan kami ." ucap Amin dengan senyuman yang di rasa pahit oleh bi indah .
Memang Amin sangat egois , tapi Amin benar benar tidak ingin bertemu dengan pria yang menghancurkan hidupnya empat tahun yang lalu . Amin tidak ingin pria itu tau tentang keberadaan Maxsim . Amin tidak ingin pria itu membawa Maxsim pergi meninggalkan dirinya begitu saja .
__ADS_1
Bibi indah menghela nafas dalam . Ia menatap jam di dinding , ternyata hari sudah pagi menunjuk kan pukul 07:00 .
"Bukan nya tadi kamu bilang mau interview .? Tanya Bi indah .
Ternyata amin telah banyak cerita pengalaman hidupnya kepada bi indah .sampai tidak terasa ia telah ngobrol hampir tiga jam .
" bibi indah . Apa aku boleh titip Maxsim padamu , mungkin aku akan pulang agak siangan ." ucap Amin .tanpa banyak pikir bibi indah langsung mengangguk .ia sangat bahagia kalau harus menjaga Maxsim .
Sudah lama bibi indah mengharapkan seorang anak , tapi sekarang ia bukan hanya mendapatkan seorang anak , tapi ia juga mendapat seorang cucu .mungkin ini yang di namakan beli satu dapat dua .
"pergilah dengan senang hati bibi akan menjaga cucu bibi ." ucap Bibi indah .
"Terimakasih bi ." ucap Amin . Karena bibi indah sudah menyetujuinya . Amin segera masuk ke kamarnya untuk siap siap pergi interview . Kemarin setelah pulang dari kampus Amin membeli satu stel pakaian formal untuk di pakai interview di perusahaan menteng .S. Group .
***
Karen itu banyak sekali yang ingin bekerja di perusahaan menteng tidak terkecuali Amin . Dengan penyamaran kacamata bulat tebal nya Amin menenteng tas dan map berisi CV nya , ia berangkat ke perusahaan menteng .
Pandangan amin lurus kedepan menatap gedung pencakar langit perusahaan Menteng group . Beberapa belokan ia akan segera sampai .
Amin melirik jam di tangan nya masih pukul 08 :30 masih ada waktu setengah jam lagi untuk datang untuk interview . Amin berjalan dengan santai , hatinya sangat bahagia membayangkan saat saat dirinya bekerja di menteng group nanti .
Brakk...
__ADS_1
Tiba tiba ada air yang moncrat membasahi bajunya , air dari genangan jalan yang berlubang oleh ulah sebuah mobil mayback hitam . Yang melaju dengan cepat tanpa menghiraukan orang lain yang sedang berjalan di trotoar .
Amin telah berjalan di tepi trotar dan semalam juga habis turun hujan . Sehinga banyak genangan air di jalan an .dan mobil mayback meluncur dengan kencang sehingga air genangan itu muncrat menguyur badan Amin .
Amin hanya berpikir untuk melindungi map CV nya sekuat tenaga dan di waktu yang sama , ia harus mengorbankan kemeja putih yang di kenakan .semuanya kotor penuh noda bercak lumpur .
Mata amin langsung berapi api . Ia melihat mobil mayback hitam berhenti tidak jauh darinya .
Tok tok tok ...
Amin mengetuk jendela kaca mobil itu ." hei kamu harus bertanggung jawab , aku harus ikut interview tapi kalian membuat semua kacau ." ucap Amin
Bukan nya menanggapi ketukan Amin dan menurunkan kaca mobilnya . Tapi sang sopir malah melajukan kembali mobilnya . Tanpa menanggapi Amin , membuat Amin semakin marah
Amin menghentak kan kakinya ." Dasar orang tidak bertanggung jawab , awas aku sumpahi ban mobil mu kempes ." gumam amin .setelah melampiaskan kekesalannya amin kembali mendapati kesadaran nya .ia perhatikan pakaian nya sejenak .
"Oh tidak , bagaimana ini , mana mungkin mau ikut interview dengan pakaian seperti ini . Ngak mungkin kan aku pulang ganti baju ."gumam amin sambil memoerhatikan pakaian nya yang kotor .
Amin kembali panik ia menghitung sisa waktu untuk interview tinggal dua puluh lima menit . Waktu 0erjalan pulang pergi untuk menganti baju tidak mungkin cukup .
"Ah aku tidak akan ada waktu untuk menganti baju .....hah bagaimana ini ." Amin pasrah tidak ada pilihan ia tetap pada tekatnya melangkah kan kaki untuk ikut interview dengan pakaian kotornya tidak akan menghalangi niat nya , ia melangkahkan kakinya menuju ke perusahaan menteng group .
Amin telah sampai di perusahaan menteng group . Baru saja ia akan masuk langkahnya di halangi oleh petugas keamanan .satpam bagian pintu gerbang menghadangnya .
__ADS_1
"Apa kamu datang ingin melamar kerja ." tanya penjaga keamanan itu sambil menelisik pakaian amin dari atas sampai ke bawah , karena pakaian yang di gunakan oleh amin seperti pakaian orang yang akan wawancara .
Amin merasa tidak tenang ia menatap pakaian nya dan berusaha menutupinya dengan map yang ada di tangan nya . Tapi semua sudah terlambat , satpam itu telah melihat bahwa pakaian yang dia pakai sangatlah kotor .