REY (ISTRI KEMBAR CEO  1 )

REY (ISTRI KEMBAR CEO 1 )
48 ,menggoda presdir .


__ADS_3

Amelia kembali datang ke kantor pagi pagi setelah mengurus Maxsim .dan ia titipkan kepada bibi indah .seperti biasa Amin pergi kerja dengan mencepol rambut nya dan kacamata tebal di . Semua berjalan baik sampai kakinya menapak sampai di lobby kantor .


"itu dia .....lihatlah..."


"Benar itu dia orang nya ."


Amin benar benar tidak tau apa sebenarnya yang terjadi . Sepanjang langkah dia di loby semua orang yang berpapasan dengan nya , entah itu OB , karyawan juga penjaga keamanan sepertinya menatap jijik pada diri nya . Dan kata kata yang mereka lontarkan hampir sama .


Amin merasa risih mendapat tatapan yang sepertinya dirinya telah melakukan hal yang merugikan atau memalukan . Amin melangkahkan kakinya dengan cepat ingin menghindari tatapan dari karyawan yang lain . Tapi tidak pernah ia sangka setelah sampai di lobby utama perusahaan itu malah semakin parah .malah semakin banyak tatapan mata yang tak jauh berbeda .


"Kenapa semua orang menatap aku seperti itu? Apa ada yang salah dengan penampilan aku ." gumam Amin dalam hati . Sambil membenahi letak kaca matanya .


"Min , apa benar dengan apa yang mereka gosipkan ." tanya linda yang tiba tiba telah berdiri di sampingnya .Amin menatap linda tidak mengerti .


Mata linda kelihatan berkilau tak dapat Amin artikan . Seperti tatapan mata yang ingin mengajaknya bergosip yang membuat Amin menatapnya dengan rasa penasaran.


"gosip apa , kamu juga bersikap aneh , kalian semua aneh ." ucap Amin .


Linda mengulum senyumnya , kemudian mengeluarkan ponselnya ,dan menunjukan forum group para karyawan kantor pada Amin . Hasil gosipan panas di kantor kemarin .


"Kamu karyawan baru , mungkin kamu juga belum bergabung dengan forum group karyawan di perusahaan ini. Tapi kemarin semua karyawan telah mengosipkan kamu , kalau kamu telah menggoda presdir ? ."ucap Linda .


"Menggoda presdir ? ." amin menutup mulutnya dengan kedua tangan nya .


Awalnya Amin tidak tertarik dengan forum resmi perusahaan . Setelah ia mendengar kabar berita buruk tentang dirinya . Yang di tuduh telah menggodabptesdir ,Amin benar benar marah .


"Kalian semua omong kosong apa , aku benar benar tidak ada hubungan apa apa , apa lagi menggoda pria dingin dan galak itu ." ucap Amin tanpa di filter membuat linda menutup mulutnya sambil tertawa lirih .


Mendengar perkataan Amin lindabtidak bisa tidak untuk tertawa . Linda berusaha meredam tawanya ." sungguh , ini baru pertama kali aku mendengar ada orang yang mengatakan presdir King seperti itu . Kamu tau , mungkin kamu orang yang pertama atau malah satu satunya ..."


Amin menelan ludahnya ia tidak tau , ucapan linda merupakan pujian atau sindiran . Tapi Amin tidak mau terlalu memikirkan nya .lagi pula menurut amin king pria dingin dan galak .tidak salahkan dia menyebutkan itu .

__ADS_1


"ehemm ."


Amin terperanjat dan langsung memutar badan nya . Betapa terkejut nya ia melihat siapa orang yangvtelah berdiri di depan nya .wajah Amin seketika berubah menjadi pucat .


"Pagi presdir King ?linda tau kondisi dan situasi , sehingga ia segera pergi setelah menyapa king . Untuk menyelamatkan diri .


Tapi berbeda dengan Amin , keberanian yang biasa selalu ada di dalam dirinya . Seolah bersembunyi di bagian terdalam lubuk hatinya . Sialnya sekarang ia tidak punya kesempatan untuk kabur .


"Pa ...pagi presdir king , anda juga sudah datang ." sapa Amin membuang rasa groginya .


King mengangkat sebelah alis matanya . Seperti yang di katakan Amin PRIA DINGIN . Dengan kata dingin pula king berkata ." kamu tidak melihat , saya sudah di sini . Padahal mata kamu sudah empat ,tapi tidak jelas juga melihat .?" jawab king .


Ugh ..iya benar , Amin merasa bodoh juga dengan pertanyaan nya sendiri .untuk menutupi rasa malu , amin mengalihkan topik pembicaraan .


"presdir king , hari ini anda akan sibuk sekali . Apa anda ingin di buatkan kopi ."


King yang sudah siap berjalan menghentikan langkahnya , lalu menatap ke arah Amin ." kopi capucino , tiga puluh menit sudah harus ada di meja saya , tidak pakai lama ."


"Heehh bukan nya dia bilang , kopi buatan aku biasa saja ,kenapa ..?ucap Amin merutuki dalam hati . Sampai ia tidak sadar kalau king telah pergi .


Linda yang sebelumnya peegi meninghindari King , hanya bersembunyi di balik pilar . Setelah king pergi ia mengendap endap , seperti pencuri yang sedang mengamati situasi , dan kembali mendekati Amin yang masih melamun .


"hei Min ,kamu baik baik saja kan ." ucap linda pelan sambil menepuk bahu Amin .


Tepukan ringan linda menyadarkan amin ." aku baik baik saja ."


Linda melihat bayangan King dan Haris yang baru saja memasuki lift .keningnya berkerut lalu memandang Amin .


"Bahkan kamu berani menawarkan kopi pada presdir King ? Banyak karyawati yang di pecat hanya gara gara menawarinya untuk membuatkan kopi . Kamu tidak tau betapa selektifnya presdir King ."ucap Linda .


Amin tersenyum masam saat dengar Linda katakan semua ini . Sekarang dia merasa King menyuruhnya membuatkan kopi hanyalah satu cara untuk memecatnya .

__ADS_1


" Oh tidak ." gumam Amin sambil menatap jam di tangan nya . Dia hampir lupa jika bos galaknya hanya memberinya waktu tiga puluh menit saja .


..." aku harus cepat cepat kalau tidak orang itu pasti akan mencari cari kesalahan aku ."...


Amin segera berlari untuk masuk ke dalam lift , tapi linda menghentikan nya .


"jangan masuk lift itu , itu lift presdir . Lift karyawan yang itu ." ucap linda menunjuk lift satunya yang tidak jauh dari nya .


"Lift presdir ."Pantas saja saat itu asiaten Haris menegurnya ..saat berada dalam lift itu ... Tapi saat ini Amin tidak ada waktu dan memikirkan lift presedir atau lift karyawan , yang penting sekarang ia harus cepat sampai di lantai lima lima .


***


"Presdir King ..,ini kopi anda ? ." ucap Amin .


King yang bergelut dengan laptopnya menatap jam di tangan nya .


"terlambat satu menit ." tegur king . Amin diam tidak punya kata kata untuk menghadapi sikap King .


"Bukankah hanya satu menit ? Kan juga harus ngatur suhu sesuai.keinginan nya ."gumam amin dalam hati .


King mengangkat alisnya melihat raut wajah kesal amin .


"kamu marah ." tanya King


"Tidak ." amin tersadar dan langsung memasang senyum di wajahnya .dia segera berjalan mengantar secangkir capucino pesanan king ke meja kerja king .dan berniat untuk kembali ke ruangan kerjanya .


Tapi tiba tiba king telah berdiri dalam sekejap mata telah berada di sampingnya . King menatap Amin dari atas sampai bawah , dirinya seperti seorang modeling stylish profesional .


Amin merasa tidak nyaman dan terus menundukan kepalanya ." hemm presdir King , apa ada yang salah ? ." tanya Amin mencairkan suasana


Hem...King tidak menjawab dengan jelas , dia berjalan menuju ke sofa dan mengambil sebuah paper bag ." satu jam lagi ,ikut dengan saya ." ucap King sambil mengulurkan paper bag pada Amin .

__ADS_1


__ADS_2