REY (ISTRI KEMBAR CEO  1 )

REY (ISTRI KEMBAR CEO 1 )
102 kemarahan king


__ADS_3

King menaikan alisnya menatap Amin dengan lekat.


"Kamu tidak akan celaka mengatakan nya , kenapa kamu begitu takut ? ."ucap King .


Amin tidak percaya ,apa benar dengan apa yang dia katakan . Dia malah merasa kalau itu sebuah ancaman yang nyata . Namun keputusan ini harus tetap di ambil . Perlahan bibir Amin terbuka memberanikan diri untuk berkata .


"Ini mengenai tentang kerjasama menteng group dan Rojak kontruksi ."


Ekspresi King seketika berubah saat mendengar Amin menyebut Rojak kontruksi . Tapi dia berusaha mempertahankan raut wajahnya .


"Kenapa dengan kerjasama itu ?." tanya King


"emm ..bisakah memberi mereka kesempatan sekali lagi . Lagi pula ini tidak ada kerugian yang di peroleh menteng group dalam kerja sama ini . Seharusnya ini bisa berjalan dengan lancar kan .?


King tidak mengatakan apa pun dan hanya diam , Amin memberanikan diri menatap wajah King ." presdir King ..Bagaimana .?...


Sebelum Amin menyelesaikan ucapannya King bangkit dari tempat duduknya sambil menggebrak mejanya .


Amin terkejut sampai tanpa sadar ia memejamkan matanya . Sambil mengelus dadanya yang berdetak kencang .


"Apa kamu sedang memohon untuk mantan kekasihmu ." king melangkah ke depan Amin dengan tatapan yang tajam .


"Apa dia yang memintamu datang kepadaku .?"


Amin kali ini benar benar ketakutan . Ia meneguk ludahnya dengan susah payah dan tanpa sadar ia melangkah mundur satu langkah .


"Ti...tidak . Ini tidak ada kaitan nya dengan dia ." jawab Amin dengan gugup .


"Tidak ada kaitan nya dengan dia . Lalu kamu melakukan semua ini untuk siapa .?." king terus mencecar nya .


Namun Amin tidak bisa menjelaskan nya .membuat King semakin marah , Rahangnya mengeras , ia membalikan badan nya sambil menunjuk ke arah pintu .


"Keluar , pergi dari sini ."


Amin mematung di tempat beberapa saat . Matanya berkedip beberapa kali dengan wajah murung dan perasaan bimbang . Tapi tidak ada pilihan lain selain pergi meninggalkan ruangan itu .


Amin benar benar pergi , King melirik dengan ekor matanya , dengan tatapan yang penuh amarah .


Dia menyempatkan datang kekantor hanya karena mendengar Haris mengatakan kalau Amin mencarinya . Demi dia , ia rela meninggalkan neneknya yang sakit , tapi sampai di kantor ternyata dia memohon sesuatu untuk pria lain .


King benar benar marah saat mengingat Amin tersenyum di depan pintu kantor . Di tambah lagi dengan pertemuan di luar kantor . Wajah King benar benar memerah menahan kesal .

__ADS_1


"Sialan."


***


Sementara di rumah utama menteng , pangeran mendekati Diana dan sopir pribadi utinya erik .


"Kalian tau ada apa dengan Abang ku , setelah mendapat telepon dia kelihatan bahagia tidak seperti biasanya ."


"Pangeran ,mungkin Tuan muda King sedang jatuh cinta ." jawab Diana .


"Oh apa ada pelangi setelah badai . Siapa dia , Dok ." tanya pangeran penuh semangat .


"sekretarisnya , namanya siti aminah ."


"Siti aminah , sekretarus , sejak kapan dia mau bekerja sama dengan wanita . Sekali kerja langsung jatuh cinta ..Oh ho ...


"Itu juga yang jadi pertanyaan di kepala kami pangeran ." pangeran manggut manggut mendengar ucapan Diana yang di angguki oleh erik .


"Baiklah , Erik bagaimana dengan Uti sejak meninggalkan kota kembang kenapa tiba tiba dia ngedrop ."


"Itu pangeran , nyonya besar pernah jalan jalan di Mall dan entah bagaimana nyonya besar bertemu dengan seorang anak kecil laki laki yang sangat mirip dengan Tuan muda King saat kecil .bagai pinang di belah dua ."


"terus ."


"Nyonya besar berharap dia putra nya Tuan muda King , nyonya besar mendatangi rumah kontrakan bocah laki laki itu , ternyata bocah kecil itu lahir di luar negri . Dan siapa Ayah bocah itu juga tidak ada yang tau . Ibunya seorang anak yatim piatu dan sekarang tinggal bersama ibu kos saja ."


"Pinang di belah dua , ok berapa tahun umur anak itu , dan tadi siapa nama sekretaris Abang ."


"Siti aminah , Dan anak kecil itu berumur sekitar tiga tahun setengah ." jawab erik .


"Tiga tahun setengah ,( kalau menurut abangku morning sicknes sampai sekarang bila kehamilan gadis itu normal ,anak akan berumur tiga tahun . Kalau dia berumur tiga tahun setengah berarti bayinya prematur )." batin Pangeran .


" baiklah Abang aku yang tampan , aku akan membantumu ." pangeran mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang .


"Hallo ada tugas untukmu , lacak asal usul sekretaris Abang aku ,cepat hanya ada waktu dua puluh empat jam ."


***


Sementara Amin di dalam ruangan nya duduk termenung memikirkan kembali kemarahan King .pria itu benar benar menakutkan .bahkan dengan suara bentakan nya mampu membuat tubuhnya gemetar .


"asisten Haris ." gumam Aminah yang melihat Haris melintas di depan pintu ruangan nya . Karena ia penasaran Amin pun berjalan keluar lalu melihat Haris berjalan bersama King masuk ke dalam lift .

__ADS_1


Karena tidak berani berbicara ia hanya bisa bersembunyi di balik pintu dan mengintipnya .


Dua jam kemudian Haris kembali seorang diri tanpa King . Amin melihat itu segera menghentikan Haris tepat di depan ruangan nya .


"Asisten Haris tunggu sebentar ." ucap Amin .


"Apa ada sesuatu ,nona Amin ." tanya Haris .


"Tidak ." Amin menggelengkan kepala nya dengan cepat .


"Tapi , Apa kah Presdir King akan kembali lagi ke kantor hari ini .?"


"Sepertinya tidak , presdir King tidak akan kembali ke kantor lagi ,dalam sisa hari ini ." jawab Haris dan segera melangkah pergi tiba tiba ia menghentikan langkahnya karena mengingat sesuatu .


"O ya Nona Amin , Apa telah terjadi sesuatu ." tanya Haris .


Amin menundukkan kepala dengan perasaan menyesal ." Saya telah membuatnya marah , saya tidak tau kalau dia akan mempunyai reaksi separah ini ." Amin mengangkat wajahnya .


"Asisten Haris , apa kamu punya solusi bagaimana caranya untuk membujuk presdir king ." tanya Amin penuh harapan .


Haris mengendikan bahunya ."Maaf nona Aminah Tapi untuk masalah ini aku tidak bisa membantu , coba nona Amin mencari di internet , mungkin kamu akan menemukan cara bagaimana membujuk seseorang yang sedang marah . " usul haris .


"Internet ?"


"Ya tanyakan sama mbah googel." jelas Haris .


Amin menatap ponselnya ." mungkin benar apa katamu ." gumam Amin .


***


Pulang dari kantor Amin segera pergi ke Villa King untuk menemui King dengan di antar oleh sopir taxsi langganan nya .


Dalam perjalanan pulang Amin mampir membeli satu kotak coklat berukuran sedang .


 Atas saran dari asiaten Haris Amin benar benar mencari referensi dari internet tentang bagaimana cara membujuk orang yang sedang marah .


Banyak pendapat mengatakan jika kedua pihak harus saling membuka diri dan mulai bermesraan . " Benar benar saran yang gila ." gumam Amin .


Amin tidak mengambil saran pertama , ia lebih suka dengan saran ke dua . Ya itu memberi sekotak cokelat karena cokelat akan membuat seseorang tenang dan bahagia .


Satu kotak coklat seharga dua ratus ribu . Memang tidak terlalu mahal atau bahkan terlalu murah untuk seorang King samudra . Tapi ini adalah bentuk usaha dari Amin .

__ADS_1


__ADS_2