
"Benar tuan , mobil pajero hitam ini sangat mencurigakan . Sejak dari kemunculan nya sudah menunjukan gelagat aneh .terlebih ketika mobil itu ikut berhenti di belakang taxsi yang di tumpangi oleh Nona Amin .dan penumpang mobil pajero juga tidak ikut turun ." tambah Haris .
King menatap mobil pajero hitam yang ia yakini memakai plat nomor polisi palsu .dan kaca mobil yang mereka gunakan adalah kaca mobil satu arah saja .jelas mereka mempunyai niat tidak baik . King mengepalkan tangan nya.
"haris ."
"Ya Tuan ."
Drt...drt..
Baru saja King Akan menyuruh Haris melacak pemilik mobil pajero hitam . Tiba tiba ponselnya berdering . King melihat siapa orang yang menghubunginya . Di sana muncul nama penelpon ."mimin." seketika raut wajah king menjadi rumit tanpa membuang waktu lebih lama , king segera mengangkat telepon itu .
"Hallo ." kening King mengerut saat mendengar suara seorang laki laki ,bukan suara Amin .
"selamat malam presdir King ?. Bagaimana kabar kamu malam ini ? Baik baik saja bukan ." ucap pria itu .
Wajah king mengelap seketika ." siapa kamu .? ." haris dan yang lain nya menatap King .
"Ha ha ha ...Presdir King .kamu tidak perlu tau siapa aku , cukup kamu ketahui jika wanita kamu sekarang ada di tangan ku."
"Kamu tau kalau aku King Samudra .seharusnya kamu juga tau bagaimana kepribadian seorang King samudra ." suara king semakin dingin mengandung aura peringatan akan sebuah kematian .
"Ha ha ha presdir King tidak perlu banyak basa basi .jika kamu masih ingin melihat wanita kamu hidup hidup , datang malam ini ke sebuah bangunan pabrik tua dipinggiran kota .jangan lupa bawa uang tebusan nya , saya ingin uang tebusan seratus milyar , tidak boleh kurang ....tut ...tut ..
King menatap layarponselnya yang sudah menghitam .ia mengetatkan rahangnya dan membanting ponselnya hingga hancur betantakan .
"B******k s**l ini semua salah aku ,kenapa aku harus bertengkar dan mengabaikan nya ."..
__ADS_1
***
Sementara di pabrik tua di mana Amin dan sopir taxsi disekap . Boby sangat terobsesi dengan tubuh Amin .
"paman sepertinya sayang sekali kalau kita tidak melakukan apa apa kepada wanita itu . " ucap Boby sambil meneguk bir yang langsung dari botolnya yang ada di tangan nya . Dengan mata yang terus menatap Amin yang terikat di kursi .
Ambraham menyambar botol bir dari tangan keponakan nya dan ikut meneguknya ." Dasar bodoh , kalau kamu ingin celaka jangan mengikut sertakan aku juga .Dia adalah wanitanya King samudra . Mungkin kita akan mendapatkan banyak keuntungan jika memanfaatkan dia . Tapi jangan sekali kali kamu menyentuhnya .Iblis dari samudra itu tidak akan pernah melepaskanmu , sampai.alam baka pun dia tidak akan melepaskanmu ."
Tubuh Boby sempat bergetar mendengar cerita Abraham , paman nya itu .untuk kedua kalinya Boby melihat Amin dengan menelan ludah dengan susah payah .
"Mungkin kamu benar paman , kita jangan memprovokasi presdir king terlalu jauh .setelah kita mendapat uang itu sebaiknya kita pergi jauh keluar negri .untuk menikmati hidup ." ucap Boby
Abraham tertaw ." Akhirnya kamu mengerti juga , pergi keluar negri , menghabiskan waktu di sana tidak perlu memikirkan pekerjaan dan cari uang .seperti ini akan menjadi akhir yang menyenangkan ."
Sepasang paman dan keponakan itu sedang tertawa bersama ,dan meneguk Bir bersama . Mereka membayangkan banyaknya uang yang akan mereka terima nanti . Seratus milyar dan mereka mulai menyusun rencana apa yang akan mereka beli pertama kali ,yang tampak menyenangkan .
***
"Di.mana ini ." gumam Amin ia menoleh ke samping dan melihat sopir taxsi langganan nya juga terikat seperti dirinya . Kondisinya juga tidak lebih baik darinya , banyak luka di badan dan darah mengalir di keningnya .
Amin mencoba mengingat apa yang telah terjadi sebenarnya . Amin ingat ada sebuah mobil pajero hitam yang mengikutinya hingga sampai suatu tempat mobil itu menghantam taxsi yang di tumpanginya hingga menabrak pembatas jalan raya .
Ia sekarang tau pasti dirinya sudah ada di tangan penguntit itu .ia tidak tau apa maksud dan tujuannya , dan siapa mereka yang sebenarnya .
"kamu.sudah sadar ." sebuah suara menarik perhatian Aminah menoleh kearah pintu .di sana berdiri dua pria kurus tinggi dan pendek gemuk buncit memakai masker dan baju warna hitam .
"kalian siapa .,Dan kenapa menculik kami " tanya Amin .
__ADS_1
Abraham berjalan mendekati Amin ."kenapa kamu begitu ingin sekali tau siapa kami .? Yang jelas kamu di sini hanya sebagai sandra . Jadi sebaiknya kamu diam di sini kalau kamu tidak ingin terluka."
"Sebenarnya siapa kalian berdua ." teriak Amin sambil mengeratkan giginya .
"jika kalian mencari target untuk memeras orang ,kalian salah menangkap orang .kami tidak punya apa apa ." tambah Amin .
Haha ha ha ...
"kamu tidak perlu mengkhawatirkan masalah itu . Karena tidak lama lagi Presdir King Akan datang menebusmu ." ucap Abraham .
"kalian benar benar gila .kenapa presdir king rela memberi uang kepada kalian .? Aku bukan siapa siapanya , aku hanya seorang karyawan nya saja ."
"aku tidak perduli , jika uang tidak datang sebelum tengah malam .maka kamu juga jangan berharap untuk bisa melihat matahari besok pagi ." Abraham tidak ingin di bodohi oleh Amin sehingga ia tidak percaya begitu saja dengan ucapan Amin .
Siapapun melihat reaksi King , akan mengira jika Presdir King tertarik dengan wanita ini . Di mulai dari kemarahan dia restoran tempo hari , bahkan sampai membatalkan kerja sama yang nilainya trilyun an rupiah . Di tambah ekspresinya saat menerima telepon dari nya ,terdengar dengan jelas ada kemarahan di setiap kata yang di ucapkan .
Abraham mengukir senyum tipis dibalik maskernya dan memberi perintah kepada Boby .
"kamu periksa lagi ikatan nya , setelah itu kamu tutup kepalanya dengan kantong hitam itu , jangan beri mereka celah untuk melarikan diri ." ucap Abraham.
Boby segera melaksanakan perintah pamannya . Ia mengencangkan ikatan di tangan Amin , sambil menatap punggung amin dari belakang .sungguh tidak bisa di pungkiri Boby sangat penasaran dengan Amin . Tapi ia kembali ingat dengan peringatan paman nya . Pada akhirnyahasratnya pun takluk ketika membayangkan sosok King samudra .
Boby bergidik sambil berdiri . Lalu pergi sambil menggelengkan kepala . Amin tidak bisa melihat apa apa , ketika kantong hitam mulai menutup kepalanya .
Bahkan ia merasakan ikatan di tangan nya semakin erat . Sempat ia mencoba menarik tangan nya dengan sekuat tenaga , tapi itu semua sia sia dan hanya melukai pergelangan tangan nya sendiri .
"Akh..apa aku akan berakhir di sini , Maxsim maafkan mama .bibi indah tolong jaga Maxsim untuk aku ." gumam Amin yang sudah pesimis dengan ucapan penculik tadi .
__ADS_1
Bila King tidak datang menebus nya maka ia tidak akan melihat matahari esok lagi .bagaimana ia akan melihat putranya .sementara dirinya dan king tidak mempunyai hubungan apa apa .tidak mungkin king akan mengeluarkan uang begitu saja untuk dirinya .