REY (ISTRI KEMBAR CEO  1 )

REY (ISTRI KEMBAR CEO 1 )
43 di panggil presdir


__ADS_3

"Apa harus mengunakan kartu , untuk menjalankan lift . Kenapa aku tidak punya ."gumam Amin dalam hati , sambil mengaruk tengkuk dengan binggung . Tatapan matanya sesekali melihat ke arah dua pria yang ada di dalam lift bersama nya . Entah kenapa seperti ada rasa aura penekanan , yang di keluarkan dari kedua pria itu .apa lagi oleh pria yang sekarang sedang bicara lewat telepon .


Amin sungguh tidak tau kalau salah satu dari dua pria itu adalah pemimpin tertinggi perusahaan ini . King rafael putra samudra . Dan pria sawo mateng berkumis tipis adalah asisten nya atau tangan kanan nya Haris saputra .


Dalam beberapa menit , amin memejamkan mata selama berada dalam lift bersama kedua pria yang dia anggap Arogan itu . Amin kembali memejamkan matanya berharap segera sampai di lantai 49 .


Saat pintu lift terbuka amin langsung berlari keluar . Meninggalkan Haris dan king , Haris menasa heran melihat King yang tidak merasa terganggu dengan keberadaan wanita di sampingnya .


"Aneh , kenapa tuan tidak seperti biasanya tidak merasa terganggu dengan kehadiran wanita di sampingnya , apa ini sebuah kemajuan .apa dia sudah pasrah menunggu nona siti , dan berharap dengan wanita malam itu ." gumam haris dalam hati .


***


Amin telah masuk ke ruangan Director Adi , ia mengagumi letak tata ruangan itu ,kecil tapi elegan .


" ternyata ini ruang kerja aku ." ucap amin .menoleh ke sebelah kanan pintu ada tatanan meja kosong walau kecil tapi terasa nyaman .hingga seorang pria paru baya membuka pintu sambil menenteng tas dan menyapa nya .


"kamu sekretaris baru ya ." sapa pria itu dengan ramah , pria itu mengulurkan tangan dan memperkenalkan diri nya pada amin .


"Selamat pak pagi Direktor Adi . Perkenalkan nama saya Siti aminah , biasa dipanggil Min ." ucap Amin tidak kalah ramah .


"Baik Min , selamat bekerja . Ini tugas pertama kamu , tolong rapikan berkas berkas ini dan fotocopy , setelah selesai kamu taruh saja di meja kerja saya ." ucap Direktor Adi .


"Baik pak ." jawab Amin . Amin menatap tumpukan berkas di mejanya .sementara pak Adi pergi keluar setelah meletak kan tas kerjanya di kursi kerjanya . Sambil membawa map coklat di tangan nya .


"Ini pekerjaan pertama aku .tidak lah sulit dan berat . Hanya merapikan dan menyalin nya saja ." ucap Amin karena pekerjaan itu udah sering ia lakukan saat ia menjadi dosen dulu .

__ADS_1


Tiga puluh menit kemudian Pak Adi kembali dengan selembaran kertas di tangan nya . Bukan lagi map seperti yang dia bawa keluar tadi .


Amin mendekat dengan secangkir kopi untuk pak Adi ." pak ini kopi nya , dan ini berkas yang anda butuhkan ." ucap Amin sambil tersenyum .


Direktor Adi menatap berkas berkas yang sudah rapi di atas mejanya . Tapi tatapan matanya tidak bisa lepas dari secangkir kopi yang di sunguhkan oleh Amin untuknya .


"Kamu bisa pelajari dulu berkas berkas yang ada di meja mu itu . Nanti kalau ada yang tidak mengerti kamu bisa bertanya padaku ." ucap Director Adi . Sambil menunjuk tumpukan berkas di meja amin .


Director Adi ingin menikmati kopi buatan amin . Ia baru saja menyesap kopi satu cecapan mata Director Adi langsung terbuka sempurna membuat amin katakutan . Director Adi mengangkat cangkir itu dengan tatapan mata yang rumit .Amin sangat Takut kalau kalau kopi buatan nya salah di lidah Director Adi .


"Ada pak pak ,apa kopi buatan saya tidak enak ." tanya Amin .


"Bukan bukan begitu , ini adalah kopi pertama yang paling enak ,yang pernah saya rasakan . Dan ini adalah kopi favorit saya , bagaimana kamu bisa membuat nya ." tanya pria itu dengan penasaran .


Salah satu seniornya memberitau nya kalau Director Adi lebih suka dengan kopi hitam tanpa gula tidak terlalu pans dan juga tidak terlalu dingin .


Waktu jam kerja pun sudah berlalu ,tak terasa tiba waktunya untuk makan siang . Tapi aminah masih sibuk mempelajari berkas berkas lama yang di berikan oleh Director adi .sementara Director Adi sudah keluar sekitar tiga puluh menit yang lalu setelah mendapat panggilan telepon dari seseorang .


Amin mengingat ingat raut wajah Director Adi saat menerima telepon itu . Keringat dingin mengucur di dahinya . Sepertinya dia mendapat panggilan dari bos pemilik perusahaan ini .


Amin mengendikan bahunya . Ia tidak mau tau dan kembali mengambil berkas baru untuk ia pelajari kembali .bertepatan dengan itu Director Adi masuk ke dalam kantor dengan wajah yang putus asa mendekati meja amin .


"Amin ...." pria itu berdiri di dekat mejanya dengan wajah serius . Sontak ini memicu rasa khawatir di dalam pikiran Amin . Dalam hati ia mulai berpikiran macam macam .


"Apa aku telah melakukan kesalahan .?

__ADS_1


"Apa aku akan di pecat ? Amin memberanikan diri untuk menatap wajah Director untuk bertanya . Lalu dengan hati hati Amin mulai bertanya .


"Director Adi , Apa ada yang salah ." tanya Amin .


Director adi akhirnya menatap Amin dan mulai membuka mulutnya .


"Presdir meminta kamu menemuinya , pergilah ke lantai lima puluh lima ." ucap Director Adi .


"apa ? Pre presdir ? ." Amin mematung di tempat mendengar apa yang di katakan oleh Director Adi . Padahal ini baru hari pertama ia bekerja .juga belum pernah berhadapan atau bertemu langsung dengan presdir .


Bahkan wajah presdir seperti apa ia juga belum pernah lihat . Mustahil jika sekarang presdir ingin bertemu dengan nya .


"Amin .. Kamu kenapa malah melamun ? Cepat pergi ke lantai lima puluh lima ." perintah Director Adi sambil memberikan kartu Id . Amin segera menerima kartu itu dan pergi meninggalkan ruangan Director Adi .


Di dalam lift amin masih berpikir , mencari jawaban apa yang akan terjadi setelah dirinya bertemu presdir nanti . Amin terus berpikir berharap harap cemas apa yang akan terjadi setelah bertemu presdir .entah kenapa ia berubah menjadi tidak tenang .pikiran buruk membuat bulu kudunya merinding .


"Tenang Min , jangan panik ." ucap Amin pada bayangan nya Sendiri di dinding kaca dalam lift sambil menata gelungan rambutnya .juga letak kaca matanya .


Di lantai gedung paling atas King sedang marah marah , karena semua sekretaris yang di rekrut kemarin tak ada satupun yang memenuhi kriteria King .


"Ku katakan sekali lagi padamu ,jangan pernah lagi membawa sekumpulan orang orang yang tidak berotak untuk jadi sekretaris aku , atau jatah liburan tahunan kamu akan ku pastikan hangus , ingat itu ." ucap king .


Haris hanya bisa diam menunduk mendapatkan amukan dari King . Setelah menunggu beberapa waktu agar king tenang dulu . Baru dia akan membuka mulutnya .


"Tuan , masih ada satu.kandidat yang akan datang ...

__ADS_1


__ADS_2