REY (ISTRI KEMBAR CEO  1 )

REY (ISTRI KEMBAR CEO 1 )
90 pola makan yang sama .


__ADS_3

Erik mendekati Uti Aisyah untuk mengantikan nya dan membiarkan Uti Aisyah istirahat dulu .


"Nyonya istirahat dulu , biar dia saya temani ." ucap Erik , ia tak ingin nyonya besarnya benar benar pingsan pasti ia akan kena hukuman dari King .


Uti Aisyah menurut dan mendekati Bibi indah .ia ingin tau siapa Maxsim yang sebenarnya .


"Maaf bi Indah ,tadi saya belum memperkenalkan diri . Nama saya Siti Aisyah . Siapa orang tua anak ini ." tanya uti Aisyah .


Bi indah menghela nafas panjang .dan mulai bercerita ." kami bukan keluarga atau saudara nyonya . Saya hanya ibu kos kosan daerah sini . Yang bernasib malang tidak punya keturunan . Dua belas tahun yang lalu datang seorang gadis yatim piatu ngekos di sini . Dia anak yang pandai dapat beasiswa dan sekolah ke luar negri . Tapi nasib dia kurang baik setelah kami berpisah hampir delapan tahun . Kemarin dia kembali dengan seorang anak kecil dalam gendongan nya ."


"Maksudnya , dia di khianati suaminya ." potong Uti Aisyah .


"Itu masih ada nama sebagai istri orang , tapi ini bencana satu malam di mana dia tidak tau siapa ayah dari putranya ." ucap Indah , uti Aisyah menutup mulutnya dengan kedua tangan nya .


"Mama dia harus membanting tulang siang malam , karena putranya kurang sehat imun badan nya tidak kebal ." lanjut bibi indah .


"Ya Alloh , kenapa saya jadi ingat dengan gadis yatim piatu dua puluh lima tahun yang lalu siti aminah ." gumam uti Aisyah sambil menundukan wajahnya .


Sementara Amin dia baru saja sampai di perusahaan dan bertemu dengan King bersama dengan Haris ,saat dia memasuki pintu lift . Haris mengangkat alisnya melihat bekal di tangan Amin .


"Nona Minah , kamu membawa bekal ." spontan Haris bertanya karena heran tidak biasanya Amin ke kantor membawa bekal.


Amin mengangkat tas di tangan kirinya ." Oh tadi buat sarapan kebanyakan , jadi dari pada sia sia di biarkan di rumah . Jadi saya bawa buat bekal makan siang . Apa asisten Haris berkenan ." ucap Amin sambil menyodorkan tas bekalnya .


Haris merasa kebetulan karena ia belum sempat sarapan . Tapi saat ia akan menerima tas itu dia merasakan ada tatapan tajam dari arah samping untuknya .


Glek ..


Haris menarik tangan nya untuk mengaruk tengkuknya sendiri ." No ..nona amin terimakasih saya sudah kenyang . Jadi tidak bisa menerima pemberian Nona ." jawab Haris .


Haris dalam situasi yang mencekik .tangan nya berkeringat dingin , ia tidak berani mengangkat wajahnya dan terus menunduk .

__ADS_1


Ting ..


Saat pintu lift terbuka Haris langsung melesat keluar lebih dulu . Amin melihat tingkah Haris sangat aneh ia mencoba berpikir dengan mengerutkan alisnya . Sambil melangkahkan kakinya untuk melangkah keruangan nya , tapi sebuah tangan mencekal lengan nya, menahan lengan nya .


Spontan Amin menoleh ." pres ..presdir King .?


King tidak menjawab panggilan Amin .dia langsung menarik tangan Amin memasuki ruangan kerjanya .


Saat sudah sampai si ruangan nya King mendorong Amin ke arah pintu dengan menekan kedua bahu kanan dan kiri Aminah .


"Siti Aminah , apa kamu sudah lupa dengan apa yang kamu katakan kemarin ." ucap King .


Amin segera menyilangkan kedua tangan nya di depan dadanya . Tidak berani menatap ke arah King ." presdir king , apa maksud presdir King ." tanya Amin .


Rahang King mengeras saat Amin berpura pura bodoh . Ia mengangkat Wajah Amin dengan mencubit dagunya , lalu mendorong bibirnya lebih mendekat .


Mata amin membulat sempurna , amin berusaha menghindar dwngan menarik kepalanya ke belakang tapi sayang belakangnya sudah terhalang oleh pintu .


"Kamu masih bisa bicara ." sejurus kemudian King benar benar tidak memberi Amin kesempatan . Amin seperti tenggelam dalam sebuah kolam , sulit untuk bernafas .


Sementara tangan kirinya terluka sedang membawa bekal , dan tangan kanan nya membawa tas tas kerja ,membuat ia tidak dapat melakukan apa apa .


King melepaskan bibir Amin setelah melakukan ciuman panjang , King merasa puas . Beda dengan Amin yang ngos ngosan dan tidak bisa mengatur pernafasan .


"Sudah ada peningkatan , tapi kamu masih payah , harus sering berlatih ." ucap King sambil menghapus sisa sisa saliva di bibir Amin .


Wajah Amin memerah sampai ke telinganya juga ikut merah mendengar apa yang di ucapkan oleh King . Pria yang biasanya sangat angkuh dan arogan sekarang berubah jadi m***m .


King menarik tangan Amin dan dusuk di sofa .


"Aku belum sarapan ." ucap King .

__ADS_1


"Lalu apa hubungan nya denganku , salah siapa tidak sarapan dulu. Aku mah tidak akan kelaparan ." gumam Amin dalam hati . Ingin sebenarnya mengatakan dengan jelas , tapi nalurinya mengatakan agar tidak berdebat dengan King .


Huh...


Amin mengeluarkan nafas beratnya . Kemudian ia mengeluarkan kotak bekalnya dari dalam tasnya . Sementara King pergi ke meja kerjanya mengambil laptop dan kembali dusuk di samping Amin .


"Aku harus tetap bekerja , tapi aku lapar ." gumam king tapi masih dapat amin dengar . Amin diam sejenak kemudian mengambil kotak bekal dan menyuapi King .


Sebenarnya bagi Amin ini sedikit tidak nyaman , tapi di pikir pikir kemarin ia sudah melakukan nya ,di suapi oleh King . Anggap saja ini sebagai timbal balik .


King membuka mulutnya menerima suapan dari Amin . Satu kunyahan aman , dua kunyahan ia berhenti dan ekspresi wajahnya berubah . Amin menjadi cemas .


"Presdir King , Apa ada yang salah ." tanya Amin memberanikan diri .


King meletakan laptopnya ke meja dan meraih beberapa lembar tisu dan ia muntahkan makanan dalam mulutnya . Wajah Amin semakin pucat ia benar benar panik .


"Bagaimana ini ,? Apa nasi gorengnya tidak enak , dia pasti akan marah..."gumam Amin dalam hati .


Setelah membuang nasi goreng itu ke dalam tong sampah dan mengelap mulutnya . Tak di sangka King kembali dusuk di samping Amin tanpa marah , ataupun menunjukan ekspresi kesal.


 Diam diam Amin mengelus dadanya dan menghela nafas dengan lega .


"Aku tidak begitu suka dengan sayuran .bawang goreng tidak apa apa , tapi tolong singkirkan kubisnya , aku tidak suka kubis ." ucap King .


Amin menatap nasi gorengnya ." kenapa dia mirip sekali dengan Maxsim." gumam amin dalam hati .


Sejak usia satu tahun Maxsim mulai.tidak menyukai sayuran terutama kubis . Walau sayur itu telah ia potong kecil kecil seketika itu juga ia akan memuntahkan makanan nya .


Kenapa ini sangat aneh , mereka punya pantangan makanan yang sama , dalam pola makan mereka berdua , ini hanya kebetulan bukan .


Amin tiada pilihan selain menuruti keinginan King untuk menyisihkan sayur kubis dari nasi goreng itu . Setelah selesai baru amin kembali menyuapi King hingga habis .

__ADS_1


Uti Aisyah merasa puas dan bahagia bisa bermain dengan Maxsim , ia segera pulang ke rumah menteng . Tapi kebahagiaan itu hilang seketika berubah menjadi kecewa tidak ada lagi keceriaan .


__ADS_2