REY (ISTRI KEMBAR CEO  1 )

REY (ISTRI KEMBAR CEO 1 )
88 salah paham


__ADS_3

"Ya katakan ." ucap King .


"Saya , saya masih berada di ruangan anda ." ucap Amin .


"Ya lalu ." king bertanya seakan tidak tau apa apa .


Amin menyipitkan matanya mendapat jawaban seperti itu .kecurigaan di hatinya semakin besar .


"Sekarang dia berpura pura tidak tau ! Dia pasti sengaja , pasti sengaja .! Dasar keterlaluan ." ucap Amin dalam hatinya . Dia mengatur nafas nya sebelum bicara lagi .


"Presdir King , saya terkunci di dalam ruangan anda . Dapatkah membantu saya membuka aksesnya .? Ucap Amin .


"Apa kamu sedang memohon ? Tanya King sambil menyungingkan senyuman nya . Sementara Amin diam beberapa.detik dan tersenyum kaku .


"Selama presdir King membuka aksesnya ." jawab Amin .


"Baiklah , aku akan membuka aksesnya . Tapi kamu harus tunggu aku di sana , tiga puluh menit lagi ." ucap King .


Amin baru saja akan protes tapi kedengaran suara tut tut yang artinya king telah menutup telepon nya secara sepihak .


"Sebenarnya kesalahan apa yang telah aku lakukan ." Amin menghembuskan nafas pasrah .ia mencoba mengingat dan memastikan bila tidak pernah melakukan kesalahan .


 Di dalam ruangan king , amin merasa bosan Sambil menunggun king Amin menghubungi bibi Indah . Ia melakukan vidio call dengan Maxsim . Mereka nhobrol dan bercanda hingga menghabiskan waktu banyak .


King sudah sampai di ruangan nya sambil membawa satu box makanan dia.melangkah masuk ke dalam ruangan nya .langkah kakinya terhenti saat mendengar suara tawa dari ruang pribadinya . Secara pasti king membawa tubuhnya melangkah mendekat .


"Wanita ini apa sedang teleponan dengan Axcim .? ," wajah king kembali berubah menjadi suram . Tanpa banyak bicara ia langsung menerobos masuk ke dalam .


Amin terkejut dan hampir ponselnya terjatuh .melihat king telah sampai Amin segera mematikan panggilan vidio callnya dengan bibi indah dan Maxsim .


"Presdir king , apa pertemuan nya sudah selesai ." ucap Amin basa basi .


Tapi sayangnya suasana hati King sedang buruk .Dia berjalan ke arah Amin , meletak kan box makan yang telah ia pesan . tapi sorot matanya menampilkan tatapan yang menakutkan .


Tubuh Amin bergetar , tatapan nya benar benar seperti tatapan iblis yang datang ingin membunuhnya .

__ADS_1


"Duduk ."


Amin yang telah memejamkan mata karena takut sontak perlahan membuka kembali matanya . Dia menatap King yang kini telah duduk.di sofa yang ada di.dekat jendela .


"Bukannya kamu belum makan siang ."


"Deg ." Amin tidak percaya bila ini benar benar nyata . Bosnya yang biasanya galak , sekarang begitu peduli bahkan membawakan makanan . Namun untuk menerima pemberian nya ini , Amin sedikit malu .


"Sa ..saya tidak lapar ." ucap Amin tapi perutnya tidak bisa di ajak kompromi dia malah mengeluarkan suara nyaringnya .


Kruyuk....kruyuk.. "sungguh tidak bisa di ajak kerja sama ."


King mengeryitkan alisnya ." Benar benar lapar atau tidak lapar .?."


Wajah Amin merah sempurna . Ingin sekali menggali lubang dan bersembunyi.di dalamnya .


Dengan malu malu Amin mendekat ke arah King . Saat akan duduk di sofa yang sedikit jauh , king langsung menariknya hingga jatuh ke pangkuan nya .


Amin tercekat , mendorong king sedikit menjauh tapi pria itu enggan melepaskan nya .


Wajah Amin berubah pucat dan meringkuk , tidak lagi berani berontak .tapi posisinya saat ini sangat berbahaya ,Terlalu dekat .


King membuka Box makanan nya fan mengambil satu sendok makanan dan menyuapi Amin .


"Aa.."!


Amin tertegun mata bulatnya menatap suapan nasi yang ada di depan mulutnya ." presdir King saya bisa makan sendiri ." ucap Amin yang merasa tidak enak .


Namun king bergeming , hingga tiada pilihan untuk Amin selain membuka mulutnya menerima suapan dari King .


Satu suapan dua suapan hingga satu Box habis ia lahap melalui suapan King . Kemudian king membuka tutp botol mineral dan ia serahkan kepada Amin .


Sikapnya yang begitu perhatian , tidak di pungkhiri Amin merasa special , tapi hal itu tidak bertahan lama , karena Amin segera sadar siapa dirinya .


"Siapa Axcim ?

__ADS_1


"A...


Amin mengangkat wajahnya terkejut .tanpa sengaja ia menatap manik mata hitam tajam yang kini juga sedang menatapnya .


"Presdir King , apa maksud anda .? Tanya Amin gelisah . Karena tiba tiba King tau tentang Maxsim , entah darimana dia tau . Apa pria ini sudah mengetahui jika dirinya sudah punya anak ."


Dalam resume dirinya Amin mencantumkan dirinya sebagai wanita lajang .tentu saja Amin takut kalau tiba tiba king tau dirinya telah memiliki seorang anak .perusahaan pasti akan menuduh dirinya memberikan biodata palsu , dan pasti dirinya akan di pecat .


"Tidak ! Ini tidak boleh terjadi ." susah payah Amin selama ini.bertahan , tidak mungkin ia akan menyerah sekarang jangan sampai ia si pecat


King menaikan alisnya melihat Amin yang sibuk dengan dirinya sendiri .ia menarik dagu Amin denga tangan nya membuat wanita itu menatap ke arahnya .


"Mimin Aku peringatkan untuk yang pertama dan yang terakhir kalinya . Sebaiknya kamu tidak berhubungan dengan pria lain , atau.kamu.....


Otak Amin berpikir dengan keras . Mendengar peringatan dari king ? . Pria lain , apa ada kesalah pahaman di sini dan apa tadi dia panggil aku Mimin .?


Jelas King telah membahas tentang Maxsim , tapi kenapa malah menjadi pria lain .?


"Aiti Aminah ..Miminn....! Aku sedang bicara di sini dan kamu malah melamun .? King langsung berdiri dan Amin terjerembab ke atas sofa .


Dia berusaha bangkit tapi King segera menindih tubuhnya ." Siti Aminah .kamu tidak di perbolehkan berkencan dengan pria lain .Apa kamu mendengarnya ? Tidak boleh ada pria selama kamu masih bekerja di menteng group !"


Amin bisa merasakan nafas King yang dingin . Ia tidak bisa mendengarkan dengan jelas semua perkataan King , karena jantungnya berdetak lebih kencang .


"Presdir King , jangan seperti ini ," Amin memohon , dia berusaha mendorong tubuh King dengan tangan nya . Tapi tangan kirinya masih sakit , sementara tangan kanan nya juga tidak cukup kuat melakukan nya .


"Tidak sebelum kamu berjanji dulu dan mengingat dengan benar peraturan nya . Tidak boleh berkencan dengan pria lain ."


"Pria lain ?


Amin kehabisan kata kata , bahan untuk bicara . King benar benar salah paham dia mengira Maxsim adalah pria yang akan berkencan dengan dirinya .? Omong kosong apa dia ?


Sempat muncul keinginan untuk menjelaskan semua kesalah pahaman ini . Tapi Amin sekali lagi berpikir . Tidak ada keharusan untuknya menjelaskan semua ini , memangnya ada hubungan apa dia dan King sampai harus menyelesaikan kesalah pahaman ini .?


Yang terpenting sekarang adalah dirinya tidak di tuduh melakukan penipuan , terhadap biodata dirinya . Dan ia tetap bisa terus bekerja dan mendapatkan uang .

__ADS_1


Amin menatap wajah King ." Baik , tidak akan berkencan . Saya tidak akan berkencan ."Hanya perlu seperti ini kan jika begitu ini sangat mudah .gumam amin .


__ADS_2