REY (ISTRI KEMBAR CEO  1 )

REY (ISTRI KEMBAR CEO 1 )
64 memijit Bos


__ADS_3

"Maaf tuan .?


"Baik kali ini aku memaafkan mu .tapi untuk Kedepannya kamu fokus saja pada pencarian mu terhadap wanita itu . Kalau kamu menemukan wanita itu dengan sendirinya aku juga akan menemukan anakku ." ucap king .


"baik tuan ." jawab Haris .


King kembali pada laptopnya ,akan tetapi pikiran kembali terbayang bayang oleh wajah polos anak laki laki kecil di kedai es krim tadi .


"gara gara haris mengungkit anak itu , aku jadi ikut memikirkan nya ." batin king .


***


Hari seninpun tiba , seperti biasa amin kembali bekerja dengan kaca mata bulat tebalnya .amin berangkat bekerja penuh dengan semangat , bonus lima juta kemarin merupakan perhargaan yang tak ternilai besarnya .


Amin melangkahkan kakinya sampai di lobby perusaan , saat itu ia melihat keberadaan Linda . Ia pun berhenti untuk menyapanya , tapi Linda memutar badan nya seakan tidak mau bicara dan melihatnya .


"Linda ,"


"Amin , sebaiknya mulai sekarang kita tidak usah dekat dekat , bukan aku tidak mempercayaimu tapi orang orang mulai menjauhi aku . Karena aku berhubungan dengan mu ." jelas Linda sambil.membelakangi amin .


Amin terkejut dengan penjelasan Linda . Ia menatap para karyawan yang baru datang dan lalu lalang di sampingnya . Semuanya menatapnya jijik seakan mereka melihat sampah .


Pada saat yang sama ponsel amin bergetar .karena penasaran ia mengecek ponselnya . Lalu ia menemukan group forum perusahaan penuh notifikasi di mana forum itu penuh dengan gosif tentang dirinya .


Dari gosip dirinya naik jabatan karena menggoda presdir , juga dirinya yang menggoda suami orang lain , semua menumpahkan uneg unegnya untuk mencacinya lewat komentar komentar mereka .


Amin terseyum kecut , ia menutup ponselnya . tapi dari ini semua ia sadar mereka yang berpendidikan tinggi belum tentu mempunyai adab yang baik , Amin menatap Linda .


"Aku mengerti , aku minta maaf telah memberi citra buruk untukmu . Kedepan nya aku tidak akan menyapamu lagi , tapi kamu tetap sahabat terbaik aku terimakasih , aku permisi ."setelah mengatakan itu amin melangkah pergi .

__ADS_1


Sejak dari awal kedatangan nya ke menteng group untuk bekerja , jadi ia tidak akan terpengaruh oleh gosip gosip itu . Terserah mereka mau bicarakan dirinya apa ,selama tidak menganggu dirinya ia tidak akan memperdulikan nya .


Amin meninggalkan lobby dan melangkah menuju lift . Melihat pintu lift terbuka ia mengerutkan keningnya .di sana ia melihat asisten haris . Amin segera menghampirinya .


"sekretaris Min , kebetulan kamu sudah datang ,cepatlah pergi ke ruangan presdir ,dia sudah menunggumu ." ucap haris .


Spontan Amin melihat jam di tanganya ." belum jam delapan , Bos sudah ada di kantor , rajin sekali ? "gumam Amin dalam hati .


"Asiten , haris . Sebenarnya ada apa ." tanya Amin .


"tidak tau . Kamu pergi saja ke ruangan presdir King . Nanti kamu juga akan tau sendiri ." haris tidak memberi jawaban yang jelas dan meninggalkan amin yang masih berdiri mematung di depan lift .kemudian amin masuk ke dalam lift sambil mengendikan bahunya .


Setelah sampai di lantai lima puluh lima , Amin segera menuju ke ruangan king , ia tidak mau king menunggu terlalu lama lagi hanya akan membangun kan macan tidur .


tok tok tok


"masuk ." jawab king


Amin mencoba bersabar menunggu , mungkin pekerjaan yang di kerjakan lebih penting .tapi pekerjaan selesai King masih belum juga menghiraukan nya dia malah mengambil pekerjaan yang lain .


Amin berusaha untuk tersenyum dan menyapa king .


"presdir king , apa ada yang bisa saya bantu ." tanya Amin .


Tanpa menoleh , King melepas jasnya dan menyampirkan di sandaran kursinya ." pijit aku ." ucap king tanpa melihat ke arah amin .


" Ma ..maaf ." Amin memiringkan kepalanya . Ia merasa ragu dan takut salah dengar dengan ucapan king .sepertinya telinganya tidak dapat dengar dengan Benar ." Bagaimana mungkin Presdir King minta ia memijitnya , tidak mungkin kan ?.


King melirik Amin yang tidak ada pergerakan ." kamu tidak dengar ? Aku suruh kamu pijit aku ." ulang King .

__ADS_1


Mendadak kepala amin jadi ngeblang . Memijit , apa memijit juga pekerjaan sekretaris , sejak kapan . Apa pemerintah baru mengeluarkan undang undang itu ? Perang batin amin .


Walau sedikit ragu ,perlahan Amin menggeser badan nya ke belakang kursi kerja King . Sementara king masih sibuk dengan laptopnya , amin mulai meletak kan tangan nya di atas pundak King .


"Presdir King ,saya tidak pandai memijat , bagaimana kalau memanggil tukang pijat profesional saja ." tanya Amin dengan hati hati .


"Boleh ." jawab King .


Amin sedikit tersentak, karena king dengan mudah menyetujui usulnya ," Apa dia dengan sengaja ingin mempersulit aku ,tapi karena boleh memanggil tukang pijit , jadi aku tidak perlu memijitnya kan .?


Memikirkan hal ini , amin seperti menemukan harapan .namun itu tidak bertahan lama karena kalimat king selanjutnya membuat amin diam terpaku .


"kamu boleh memanggil tukang pijit , tapi bayaran dia di potong dari gajimu bulan ini ." ucap King .


"A..apa? ." amin benar benar kehilangan kata kata , mulutnya menjadi kelu dan tangan yang memegang ponsel akan memanggil tukang pijatpun menjadi lemas . Padahal ia baru saja akan mencari kontak tukang pijat profesional ,tapi mendadak ia harus mengurungkan nya .


Bahkan ia belum sempat merasakan menerima uang gajian . Bagaimana mungkin ia rela gaji pertama nya di potong .


"Apa kamu hanya akan diam , semakin lama kamu memulai memijat semakin lama pula kamu keluar dari ruangan aku ini ."ucap King , sambil melirik Amin yang diam berdiri di belakang kursi kebesaran nya . King tersenyum tipis ia yakin sekarang ini amin sedang mengumpatnya dalam hati .


Amin sedang menatap punggung King sambil mengertak kan giginya . Sempat terlintas di benaknya , ingin rasanya ia untuk mencekik King , tapi ia masih membutuhkan pekerjaan untuk membiayai pengobatan anaknya .


"sungguh aku melakukan ini demi gajiku . Bukan menggoda seperti tuduhan mereka ." batin Amin .


Mau tidak mau amin mulai memijit bahu King sesuai dengan keterampilan yang ia punyai sebisa nya . Tangan amin bergerak di sekitar bahu dan leher samping kanan dan kiri , lalu sedikit turun ke puggung .


King kembali fokus pada pekerjaan nya . Sejak kemarin ia mengerjakan pekerjaan nya , tidak pulang ke apartemen hingga pagi ini . Sehingga ia semalam tidur sambil duduk di kursi kebesaran nya . Sehingga pagi ini king merasakan seluruh badan nya terasa pegal pegal dan kaku .


Sebelumnya haris telah mengusulkan dirinya untuk memanggil tukang pijit profesional , tapi King menolak dan meminta untuk di panggilkan amin untuk memijatnya .

__ADS_1


Meski keterampilan Amin tidak begitu mahir , tapi mampu membuat badan nya menjadi rileks . King memejamkan matanya sebentar sambil menarik nafas panjang .tiba tiba ia merasakan ada sepasang tangan yang memeluknya dari belakang .


__ADS_2