REY (ISTRI KEMBAR CEO  1 )

REY (ISTRI KEMBAR CEO 1 )
50 dendam tersembunyi


__ADS_3

Kali ini Amin menyakinkan dirinya kalau telinganya tidak salah dengar .meski sulit untuk di percaya , dia tidak mau menyia nyiakan kesempatan ini .


Dari pada mengeluarkan uang untuk naik taxsi , bukankah lebih baik menyimpan uangnya untuk kebutuhan lain . Amin bergegas masuk ke dalam mobil duduk di samping kemudi .tidak lupa ia berterimakasih kepada King yang telah memberinya tumpangan .


"Terimakasih presdir king ! Saya pikir-...


"Aku hanya tidak ingin kamu mengacaukan pertemuan hari ini , jadi kamu jangan banyak berpikir ." potong King .


Kalimat itu langsung membungkam mulut Amin .padahal baru saja tercatat kesan baik tentang bos galak nya ini .ternyata salah ,salah besar .


Amin menutup mulutnya dan duduk dengan tenang menghadap ke depan .di banding harus mengurusi King ,lebih baik mengoreksi berkas untuk pertemuan nanti .


"Haris , jalan ." ucap King . Setelah menempuh perjalanan dua puluh menit mobil mayback hitam milik King memasuki parkiran sebuah restoran .


Pertemuan seharusnya di mulai lima menit yang lalu , karena menteng group yang memegang kendali , jikalau king datang terlambat satu jam juga tidak masalah , mereka tidak akan berani komplain .


King melangkahkan kakinya ke dalam restoran . Belasan pelayan berbaris di depan pintu menyambut kedatangan King dengan hormat .


Tapi King tidak menghiraukan mereka . Manager hotel yang berlari tergopoh gopoh dari dalam juga ia hirauakan . Dia masih tetap memasang wajah datar dan berjalan melangkah masuk .


Amin yang berjalan di belakang King melihat suasana itu , ia merasa mereka menyambut king benar benar seperti seorang raja . Tidak salah dia lahir dengan nama King . Ia tidak pernah menyangka pengaruh King sangat luar biasa .


Entah darimana datang nya pikiran ,tiba tiba di otaknya muncul gambaran sosok King yang baru keluar dari kamar mandi hanya dengan mengunakan handuk .


..."Bukan nya dia sangat sempurna , ih ." Amin segera menepuk pipinya dengan pelan agar sadar . Dia mulai mengutuk diri sendiri karena mulai mengagumi bos galaknya ini adalah sosok yang luar biasa ....


Meski tidak di pungkiri memiliki wajah yang tampan dan tubuh yang indah ,tapi sikapnya sangat angkuh .


"Apa berkasnya sudah kamu siapkan ." tanya king pada Amin yang tiba tiba berhenti .

__ADS_1


Namun ,Amin yang masih sibuk dengan pikiran nya tidak tau kalau king menghentikan langkahnya dan akhirnya iapun menabrak punggung king .


Aduh..."Amin mengelus keningnya dan perlahan mengangkat wajahnya , tenggorokan nya seketika jadi kering saat tatapan matanya bertemu dengan tatapan mata setajam elang .


"Siti aminah , apa aku harus membelikan kamu kaca mata lagi . Kamu bahkan tidak bisa berjalan dengan baik ." gertak King .


Tubuh Amin bergetar saat dapat teguran seperti itu , Haris yang sedang berdiri di sampingnya pun juga ikut khawatir .masalahnya sudah belasan sekretaris yang mengundurkan diri karena tidak tahan dengan temperamen tuan nya itu .


Dan Amin adalah sekretaris wanita pertama yang kerja sama dengan King ,ini yang membuat Haris cemas ,karena jika Amin juga mengundurkan diri maka ia harus mencari penggantinya lagi .


"Sekretaris Amin ." tegur Haris .


"Maaf , Presdir king saya lain kali akan lebih berhati hati ." Amin mengatakan dengan tersenyum .


Mesti terlihat sangat kaku dan sangat di paksakan .tapi ini sepenuhnya sudah bisa menyelesaikan masalah .


King langsung masuk ke dalam ruang vvip tanpa menjawab atau menghiraukan kata maaf dari amin .Haris tersenyum tipis dan melirik kepada amin yang berjalan sambil mengepalkan tangan .


Amin telah sampai di dalam ruangan vvip bersama dengan King . Di dalam dia melihat seorang laki laki yang sedang membolak balik berkas di tangan nya .


Setelah menyadari kedatangan king , pria itu segera menyimpan berkasnya dan berdiri menyambut kedatangan King dengan hormat .


"Selamat datang prisdir King . silahkan duduk ." ucap pria itu . Setelah king dan kami duduk pria itu mengambil berkas yang di simpan nya tadi .


"presdir king , kami sudah merevisi proposal kami sesuai dengan ke inginan anda .silahkan ." ucap pria itu .


King tidak menghiraukan proposal yang di sodorkan oleh pria itu .king merubah gaya duduknya .dengan menumpuk kakinya dengan elegan seperti seorang pemimpin kelompok bawah tanah .


Amin yang duduk di samping King tapi beda kursi itu bila ia bisa berbuat dan bergerak ia sudah akan memukul kaki bosnya itu .

__ADS_1


"Presdir King , Rojak kontruksi pasti tidak akan mengecewakan anda ." ucap Fikran sambil menyodorkan proposal itu kepada king . Fikran sedang duduk di seberangnya king .


King hanya diam tidak ada niatan untuk mengubris ,sementara Amin yang mendengar nama Rojak kontruksi , hampir saja tidak bisa menahan diri , ia meremas kedua tangan nya .


Beberapa kali ia membasahi bibirnya dengan gugup dan menatap pria pria yang bernama fikran yang tiada lain adalah Direktor yang bekerja di perusahaan Rojak kontruksi .


"Aku sudah tidak tertarik lagi dengan proposal itu ."king yang sejak tadi hanya diam akhirnya mau membuka mulut nya .


Tapi kalimat yang pelan dan begitu santai malah membuat tubuh fikran menjadi membeku , pria berusia tiga puluh tahun itu kesulitan untuk sekedar meneguk ludahnya .kemudian ia dengan hati hati bertanya kepada king .


"presdir king , bukankah anda sendiri yang mengatakan sebelumnya ,bahwa Rojak kontruksi akan memegang dua proyek dari menteng group. Apakah kami telah melakukan kesalahan ? Jika benar anda bisa mengatakan nya , dan kami akan memperbaikinya." ucap fikran .


Fikran tidak mungkin melepaskan kesepakatan ini , sekali dia kembali ke kantor dan membawa kabar buruk , maka akan hancur sudah karirnya .


King menaikan alisnya dan memberikan tatapan intimidasi ."jika Rojak kontruksi benar benar menginginkan proyek dari menteng group , masih ada satu cara ." ucap king .


Mata fikran seketika kembali bersinar mendengar ucapan king .kebahagiaan terpancar jelas di wajahnya , yang tidak mampu ia sembunyikan .


"Presdir King , Rojak kontruksi benar benar menginginkan proyek itu . anda hanya perlu mengatakan kepada kami , bagaimana agar menteng group bersedia tetap kerja sama dengan kami ." ucap Fikran .


King melirik Amin ." Tunjuk kan kontraknya ." tambah King .


Amin mengeluarkan berkas nya dan menyerahkan pada fikran . Begitu fikran membaca isi kontrak tak lama kemudian wajah fikran berubah pucat . Bahkan tangan nya mulai gemetar seakan tak mampu menyangga berkas itu .


"Pre ...pres..dir king .-


"Setuju atau batal ." king sama sekali tidak memberi celah . Masih dengan posisi menyilangkan kedua kakinya , duduk dengan angkuh . Amin yang duduk di sampingnya pun , tidak bisa menghindari aura intimidasi dari pria itu .


Sosok king benar benar mempunyai aura yang tidak biasa . Ada dendam di hati king kepada Rojak kontruksi yang tidak ada orang lain ketahui selain Haris dan dirinya .

__ADS_1


"Apakah Rojak kontruksi akan menerima persyaratan ini ." gumam amin dalam hati .


__ADS_2