REY (ISTRI KEMBAR CEO  1 )

REY (ISTRI KEMBAR CEO 1 )
44 kandidat sekretaris CEO


__ADS_3

"Tuan masih ada satu kandidat yang akan datang ." ucap Haris .


King menaikan sebelah alisnya mendengar penuturan Haris ." Terserah ..yang penting bonus liburan tahunan kamu akan hangus jika kamu masih saja membawa orang orang yang tak berguna seperti sebelum nya ." King memutar kursinya membelakangi Haris dan kembali membaca artikel di ipad nya .


Haris tersenyum pahit dalam hati ia ngedumel ." Tuan , semua yang datang adalah orang orang pilihan . Hanya standar penilaian anda terhadap mereka terlalu tinggi , sehingga mereka semua merasa sangat bodoh ."


Tok tok tok .


"pasti itu dia ." gumam Haris yang masih menunduk kan kepala . Ia segera berjalan untuk keluar dan membuka kan pintu .


King hanya menatap Haris acuh tak acuh dan kembali kepada Artikel yang sedang ia baca .


Di luar ruangan Amin menyatukan tangannya yang masih gemetaran .tidak tau kenapa , tapi ada perasaan cemas dan tidak tenang memikirkan dirinya yang akan bertemu dengan pemimpin tertinggi perusahaan .


Spontan dalam pikiran Amin muncul bayangan pria tua , berambut putih dan perut buncit , dengan wajah yang pasti menyeramkan .


"Bagaimana ini ? Atau aku kembali saja ." amin menelan saliva dengan jantung berdebar kencang , pada saat yang sama . Pintu ruangan presdir terbuka dan muncul seorang pria .


"Hai kita bertemu lagi .." Haris menyapa Amin dengan wajah datar dan ekpresi ala kadarnya .


Amin menyipitkan matanya , ada begitu banyak pertanyaan muncul di dalam benak nya . Melihat siapa pria yang ada di hadapan nya .karena amin ingat pria itu yang memercikan Air genangan ke bajunya . Amin ingin meminta pertanggung jawaban . Tapi ia ragu karena amin merasa Haris memiliki kedudukan tinggi di perusahaan menteng group .


Amin putuskan tidak mau cari masalah di hari pertama ia bekerja di perusahaan ini . Selama ia masih bisa bekerja di sini .karena selama satu bulan kerja di sini , ia bisa membeli beberapa stel baju yang sama . Gajinya mencapai lima belas juta per bulan . Itu adalah gaji nominal yang sangat sangat luar biasa besar bagi amin .


"Director Adi yang menyuruh saya datang kemari .jadi saya datang untuk ..


"Saya tau , karena saya yang menyuruh Director Andi untuk memanggilmu ." jelas Haris .

__ADS_1


Kedua bola mata bulat Amin mengedip dua kali ." Ja ..jadi anda presdir King ." tanya Amin .


Haris tertegun sejenak lalu berkata kepada amin ." Presdir King ada di dalam . Kamu datang ke sini untuk menjadi sekretarisnya ." jawab Haris .


"Apa? , jadi sekretaris presdir ?." Amin seperti tidak bisa mendengar dengan jelas . Ia membenarkan letak kaca matanya dengan bingung sambil bertanya lagi pada Haris .


Tapi Haris tidak mau mendengar protesan Amin . Ia lanjutkan bicaranya ." Tugas pertama kamu , harus mendapatkan kepercayaan dari presdir King . Selama kamu bisa mendapatkan kepercayaan dari presdir king , gaji kamu setiap bulan nya akan naik jadi dua puluh juta . Masih ada bonus , juga uang tunjangan yang lain nya dua kali lipat , juga ada cuti tahunan ." ucap Haris .


Amin hampir saja jatuh air liurnya mendengar begitu banyak keuntungan yang dia dapatkan bila bisa menjadi sekretaris presdir , yang di tawarkan oleh Haris . Meski gaji sekretaris Direktur yang dia dapatkan sudah lebih dari cukup dan memuaskan . Tapi sebagai manusia realistis semua pasti suka dengan uang .


Terlebih amin banyak memiliki banyak kebutuhan , bisa mendapatkan gaji lebih banyak tentu ia sangat bersemangat .


"Sekarang masuk , presdir King ada di dalam ." ucap Haris . Dan Amin mengangguk ia melangkah mendekati pintu . Setelah tangan nya hampir menyentuh handel pintu Amin menoleh kepada Haris .


"Bagaimana jika gagal ." tanya Amin .karena Amin tidak tau sifat presdirnya , dan khawatirnya , bagaimana jika pria yang ada di dalam adalah pria tua yang sangat sulit di hadapi .


Amin menatap haris dengan dua alis yang menyatu dan ingin mengatakan sesuatu . Tapi Haris seolah tau apa yang akan di sampaikan oleh Amin , sehingga dengan cepat haris membungkamnya .


"menyerah juga di hitung kalah , sejak kamu datang kemari , tidak ada kata untuk menyesali ." ucap Haris .


Mulut Amin seketika jadi kelu , ia tak menyangka di hari pertama bekerja sudah berada di situasi hidup dan mati ." ini benar benar konyol ."


Perlahan Amin mendorong pintu ruangan King dan membukanya . Begitu masuk pandangan nya tertuju pada sosok pria berwajah dingin .yang sedang duduk sibuk dengan majalah bisnisnya di tangan nya .


Tubuh Amin menjadi tegang saat melihat secara jelas wajah pria itu , tidak lain adalah pria yang ia lihat duduk di kursi belakang mobil mayback saat itu .


"Dia presdir ?

__ADS_1


Amin ingat dengan sikapnya yang marah marah di parkiran kemarin . Seketika wajahnya berubah menjadi pucat .


"Mati aku , apa aku akan di pecat ..." Amin takut sampai kakinya bergetar , tapi ia memaksakan diri untuk mendekat .


"Presdir King .." sapa Amin . King meletak kan majalahnya dan melirik Amin dengan malas . Tapi ekpresinya cepat berubah ketika menyadari kalau yang berdiri di depan nya seorang wanita .


"Apa yang kamu lakukan di sini ." tanya King .


" Asisten Haris yang menyuruh saya untuk menjadi sekretaris Anda ." Amin sama sekali tidak berani mengangkat wajahnya .ia khawatir King akan mengenali wajahnya .


"Haris ? Ulang king . King ingat Haris mengatakan masih ada satu kandidat yang tidak akan mengecewakan dirinya . Tapi sungguh mengejutkan dia seorang wanita , padahal Haris tau kalau King tidak menyukai sekretaris wanita . Di tambah wanita ini bermata empat , penampilan nya juga culun sangat jauh di bawah standar .


King tidak tau ,bagaimana Haris membuat keputusan ini .


"Aku tidak tahu apa yang di pikirkan oleh Haris . Di antara ratusan orang pelamar , kenapa dia mengambil wanita yang berpenampilan begitu jelek sepertimu , dengan mata bermasalah ." ucap King .


? Amin tidak berani menyangkal ucapan King . Ia hanya mengepalkan tangan nya , sambil menahan rasa kesal di hatinya . Ketika di maki oleh King . Ia hanya menghirup nafas panjang dan ia buang secara pelan ..


Setelah merasa lebih tenang Amin mengangkat wajahnya dan berusaha tersenyum .


"Presdir King , bukankah hal yang lumrah kalau anda selalu di kelilingi oleh wanita wanita cantik ? Dan sesekali anda harus merasakan bagaimana berinteraksi dengan wanita yang jelek tapi menarik ." ucap Amin .


King memicingkan matanya ."Menarik ? Bagian mana dari tubuhmu yang menarik . Jelaskan yang mana yang menarik ." ucap King .


"Egh..."Amin kehilangan kata kata mendengar perkataan King . Wajahnya memerah padam .padahal ia tidak sedang membahas tubuhnya .tapi kenapa king malah Focus dengan tubuhnya .?


"Bukan tubuh saya yang menarik presdir . Tapi saya bisa buatkan kopi untuk anda , presdir king ." ucap Amin dengan senyum yang di paksakan .

__ADS_1


__ADS_2