REY (ISTRI KEMBAR CEO  1 )

REY (ISTRI KEMBAR CEO 1 )
62 , Di...dia anakmu


__ADS_3

"Axsim , anak yang pinter . Axsim pergi beli es krim dulu dengan nenek ya , nanti mama akan segera nyusul ok ." ucap Amin sambil menepis tangan Ridwan dari lengan nya .dan berjongkok di depan Maxsim .


Maxsim yang memiliki nilai kecerdasan IQ yang tinggi mengerti apa yang di katakan oleh mamanya . Maxsim mengulurkan jari kelingkingnya kepada amin , sebagai tanda bila Amin tidak boleh berbohong .


Amin terkekeh melihat tingkah putranya . Ia menyambut jari kelingking putranya dan ia tautkan dengan ibu jari yang bertemu sebagai tanda stampel .


"Mama janji akan segera menyusul Axsim dan nenek ." ucap Amin .


"Maxsim anak mama yang pinter dan baik , pergi dengan nenek dulu ya ." tambah Amin sambil mengusap kepala Maxsim .


Maxsim yang sudah mendapatkan janji dari amin segera pergi ke kedai es krim bersama bibi indah meninggalkan Amin dan Ridwan yang masih terkejut , dan bingung dengan situasi yang baru saja terjadi .


"Amin , siapa anak itu tadi ? ." tanya Ridwan yang kelihatan begitu bodoh .


"Apa kamu belum juga jelas ." jawab Amin .


Ridwan diam sejenak yang tidak mendapatkan jawaban pasti dari Amin .keningnya sedikit mengerut sempurna .


"Amin , Di...dia anakmu ? Em ...maksud ku ,kamu sudah punya anak .? Kamu sekarang sudah menikah .? ." tanya Ridwan dengan pertanyaan yang seakan mengintimidasinya dengan statusnya yang ia sandang sekarang .


Amin sangat risih dengan segala pertanyaan itu . Ia merasa dirinya seorang selebritis yang sedang jumpa press , harus menghadapi begitu banyak pertanyaan . Tapi ini jauh lebih menjengkelkan .


"Ya , saya sudah punya anak , saya sudah menikah , jadi kamu jangan menganggu saya lagi ,kamu paham.? Ucap Amin seakan punya alasan untuk mendorong jauh Ridwan dari kehidupan nya sekarang , atau kedepan nya nanti .


Ridwan termenung setelah mendengar jawaban dari Amin .ia menatap Amin yang akan melangkah pergi dan melontarkan kembali satu pertanyaan ,yang mungkin sangat menyakiti hati Amin .


"Siapa suamimu . Apa aku pernah bertemu dengan nya ..?

__ADS_1


Amin diam sejenak. Ia menatap ke arah Ridwan ." Dia orang kaya raya dan royal , dia juga berpengaruh di ibu kota ini , dan kamu tidak mengenalnya , yang terpenting dia tinggi tampan dan bertanggung jawab ." jawab asal Amin .


Amin merutuki dirinya sendiri . Entah kenapa dia bisa menyebutkan ciri ciri yang di miliki oleh King . Meski sifatnya yang angkuh dan sedikit semena mena , tapi tidak bisa di pungkhiri dia sangat royal kepada para karyawan nya .


"Oh ,tidak ! Kenapa kamu malah memikirkan pria itu , aminah ." amin menepuk keningnya dengan pelan dan merutuki diri sendiri dalam hati .


Racun Bos angkuhnya itu telah menginfeksi pikiran nya .apa hanya karena bonus lima juta itu membuat dirinya mempunyai pikiran yang berbeda kepadanya .


"Amin kamu benar benar wanita matre ." olok Amin pada diri sendiri .


***


sementara di kedai eskrim , bibi indah sedang mengendong Maxsim untuk mengantri , hingga tiba sampai urutan antrian nya Maxsim langsung menunjuk es krim kesukaan nya dengan varian rasa vanila .


Kini dua tangan Maxsim telah memegang dua cone es krim di tangan nya , satu eskrim vanila dan satu es krim coklat untuk bibi indah . Saat akan membayar es krim bibi indah baru ingat kalau uang nya ada di dalam tas yang di bawa oleh Amin .dan saat ini ia tidak membawa uang sepeserpun.


Bibi indah menurunkan Maxsim di kursi dekat dengan kasir .


"Maxsim duduk di sini , jangan ke mana mana .nenek ambil uang dulu ya ,nenek lupa tidak bawa uang ." dengan wajah polosnya maxsim mengangguk mengerti .


Bibi indah mendekati kasir kedai menitipkan Maxsim untuk pergi mengambil uang .sebelum pergi bibi indah mendekati Maxsim lagi .


"Tunggu nenek di sini jangan kemana mana oke ." pesan bibi indah .


"Axcim akan tunggu nenek ." ucap Maxsim sambil menjilati es krimnya .bibi indah sudah tenang untuk meninggalkan maxsim sebentar mengambil uang .


Setelah bibi indah pergi meninggalkan Maxsim . Dari luar datang seorang pria di temani oleh asisten nya yang setia berjalan di belakangnya , melangkahkan kakinya menuju ke barisan antrian , dengan pakaian jas yang sederhana .

__ADS_1


Tapi kedatangan pria itu menjadi prioritas utama pengawai di kedai itu , pegawai kedai itu segera menghampiri pria itu .


"Presdir King , anda datang ." sapa pengawai kedai .manager kedai yang mendengar kedatangan tamu sepesial dari pegawai , ia segera berdiri dan lari keluar untuk menyambut King . Meninggalkan pekerjaan nya yang dia anggap tidak penting di banding dengan kedatangan tamu spesialnya .


Tentu semua pengunjung bertanya tanya , siapa sebenarnya dia , sampai sampai manager kedai menyambutnya dengan sopan . Namun bagi mereka orang awan tidak akan pernah mengenal siapa king rafael putra samudra , Ceo dari menteng samudra group yang tersohor .


Sementara foto foto King tersebar di majalah majalah bisnis tiap bulan . Mereka hanya tau , mungkin yang datang kali ini tamu penting yang mempunyai kedudukan tinggi .jadi pengunjung yang antri di depan satu persatu mundur memberi jalan pada king .


"Presdir King , apa hari ini inginkan varian yang sama seperti biasanya ." tanya Manager kedai es krim .


"ya , es krim vanila tanpa toping ." jawab king ." dan mereka yang memberi kan waktu antrian nya untuk saya , hitung ke dalam tagihan ku ." tambah king sambil melirik Haris yang berdiri di belakangnya .


Haris tau maksud king . Ia segera memberikan wadah es krim yang dibawanya dari rumah dan ia berikan kepada manager Kedai es krim .


Manager menerima wadah es krim dari Haris dan ia berikan kepada pegawainya ." Vanila tanpa toping ." ucap manager .


"Presdir king , silahkan ambil tempat duduk dulu , kami akan segera persiapkan pesanan anda ." ucap manager .


King mengedarkan pandangan nya untuk mencari tempat duduk .pandangan nya menemukan satu kursi kosong dan berjalan ke sana .


Namun saat ia berjalan melewati maxsim tanpa sengaja es krim Maxsim jatuh di atas sepatu king . Spontan King menghentikan langkahnya menatap bercak putih yang lumer di atas sepatunya .


Manager kedai yang melihat kejadian itu menepuk keningnya sendiri dengan panik ." Mati aku ! Mati aku , ini anak siapa ."gumamnya dengan tubuh gemetar .


Beberapa pengunjung yang melihat kejadian itu juga ikut hening .seolah tidak ada yang bersuara dan terpaku di tempat masing masing .


Maxsim melihat es krim nya dengan mata berkaca kaca ." es klim...

__ADS_1


Ekspresi Maxsim yang mengemas kan itu membuat banyak orang yang ingin mencubit pipinya yang tembem dan putih itu.tapi pada saat ini mereka tidak melupakan orang yang telah kena bencana , kejatuhan es klim anak kecil itu . Bahkan untuk menarik nafas saja mereka harus menarik dengan pelan . Jadi mereka semua berdo'a semoga anak kecil itu bernasib baik baik saja .


__ADS_2