REY (ISTRI KEMBAR CEO  1 )

REY (ISTRI KEMBAR CEO 1 )
96 satu ranjang


__ADS_3

"Pres ...presdir King , kenapa kamu ikut naik.?


"Tentu saja mau tidur ." jawab King dengan ringan .


"Di villa ini banyak kamar kosong , tidak hanya satu , kamu bisa pergi ke kamar lain ." ucap Amin .


" Ini adalah Villa ku , dan aku ingin tidur di sini ."tanpa menunggu jawaban dari Amin , King langsung tiduran di tempat tidurnya . Amin berniat untuk beranjak .


"Kalau presdir ingin tidur di sini .kalau begitu biar aku yang tidur di kamar lain ." tapi King langsung menahan tangan nya .


"Kamu mau kemana tempat tidur ini cukup lebar untuk kita tidur berdua ." ucap King sambil menarik tangan Amin hingga jatuh tertidur di sampingnya .


Amin berusaha menolak dan ingin bangkit kembali , tapi pada saat itu King membisikkan sesuatu ditelinganya ." Ini bukan pertama kalinya kita tidur bersama jadi kamu tidak usah malu ."


Blush.....


Wajah Amin memerah sempurna , King mengigit kecil daun telinga Amin dan perlahan turun ke ceruk lehernya .


Tubuh Amin jadi menegang dan nafasnya sedikit memburu . King yang menyadari itu dan tak ingin kehilangan kendali ia segera menarik wajahnya dan memeluk erat pinggang Amin .


" Tidur lah , atau kamu ingin melakukan hal yang lebih ." gumam King


 Amin tidak bisa menolak pada akhirnya harus pasrah tidur satu ranjang dalam dekapan King . Tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi bila ia terus berontak dalam dekapan nya . Ia tau King samudra bukan orang yang suka omong kosong .


***


Keesokan paginya King terbangun oleh suara alram , saat terbangun hal pertama kali yang ia lakukan adalah mencari keberadaan Amin . yang sudah tidak ada di sampingnya . Ia mencari nya di kamar mandi dan ke tempat ganti baju juga tidak ada .


"Wanita itu ...apa dia telah menyelinap pergi di saat aku masih tidur ? .' wajah King menjadi kesal . Dia bangkit dari tempat tidurnya dan turun ke lantai bawah .


King melihat Bibi Idah menyusun piring di meja makan .


"selamat pagi Tuan Muda ." sapa Bibi Idah yang melihat tuan nya sudah bangun .


King hanya berdehem , tapi matanya masih menyapu seluruh ruangan berharap bisa menemukan keberadaan Amin .tapi kelihatan nya Amin benar benar menyelinap pergi .

__ADS_1


"Tuan Muda , Nona Minah sudah pergi pagi pagi sekali . setelah menyiapkan sarapan untuk Tuan Muda . Dia bilang ada urusan di rumah sehingga ia harus pulang lebih dulu ." ucap Bi Idah yang tau apa yang sedang Tuan mudanya lakukan .


Mata king menyipit mendengar apa yang batusan Bini Idah katakan . King segera melangkah menuju ke meja makan .


"Dia yang menyiapkan sarapan ." tanya King berbinar .


"Benar Tuan . Nona Minah sendiri yang menyiapkan , Bibi akan membantu tapi di larang , Nona Minah bersi keras ingin menyiapkan nya sendiri ." jelas Bi idah .


Sekali lagi King menatap nasi goreng di atas meja itu . Kemudian ia mengambil tempat duduk dan mulai menyendok nasi goreng itu ke dalam mulutnya .


Bibi Idah yang melihat King memakan nasi goreng di pagi hari begitu lahap nya , benar benar terkejut sebuah kejadian yang sangat langka .


Padahal King biasanya jarang sarapan di rumah , kalaupun ada itu hanya sangat sedikit . lain dengan pagi ini , hanya dengan nasi goreng yang sangat sederhana mampu membuat nafsu makan nya meningkat .


"Apa ini semua karena Nona Amin yang membuatnya ." gumam bibi Idah dalam hati .


***


Sementara Amin pulang dari Villa sangat pagi , dengan membawa dua kotak makanan untuk di berikan ke bibi indah . Semalam ia lupa mengabari bibi Indah jika ia tidak pulang . Bibi Indah pasti sangat khawatir dan ia berharap si rumah semua baik baik saja .


"Bibi ." sapa Amin .


"Min kamu sudah pulang , Axsim lihat siapa yang pulang ." ucap Bibi indah sambil mematikan kran airnya .


Maxsim spontan mengangkat wajahnya , saat melihat mamanya di depan pintu pagar ia segera meletakan remot kontrolnya . Dan berlari menghampiri Amin .


"Mama .....Maama ." panghil Maxsim


Amin jongkok sambil merentangkan tangan nya menyambut putranya . Setelah dapat amin mengangkat maxsim di antara kedua ketiaknya sambil berputar .


"Axsim tebang nek axsim tebang ...."teriak maxsim di sela sela tawanya .. Begitu mudah sebenarnya membuat anak bahagia . tapi kesehatan Maxsim yang membuat Amin harus sering meninggalkan putranya .


Bibi Indah mendekat , ada senyum bahagia yang tidak dapat ia ungkapkan ." Min karena kamu sudah pulang , bibi pergi kedepan dulu beli sarapan , kamu mau makan apa ." tanya Bibi indah .


" Bibi ,tidak usah beli ,amin sudah beli kita bisa makan bersama sama ." ucap Amin . Bibi indah melirik dua kotak yang menggantung di siku tangan amin . Bibi indah mengangguk paham .

__ADS_1


"Ya sudah ayo.kita maauk ." ajak Bibi indah .sambil meraih tangan Maxsim .


"Axsim juga mau ."ucap maxsim berlonjak gembira dengan wajahnya yang polos .


Amin terkekeh melihat tingkah putranya ."Ia Maxsim juga mau ."


Mereka bertiga sarapan bersama , setelah selesai sarapan Amin menemani putranya main sebentar kemudian pergi untuk bersiap siap untuk pergi kerja .


Sampai di depan perusahaan amin melihat satu mobil yang cukup familiar . Keningnya secara bertahap mengerut ." bukankah ini mobil Ridwan ? Kenapa dia datang ke menteng group ."


Benar saja tidak lama kemudian pintu mobil bagian belakang terbuka dan turunlah Ridwan dan Alex yang berjalan mendampingi Ridwan . Saat mereka akan mencapai pintu utama pertemuanpun tak dapat di hindari .


Mereka berdua berhadapan saling bertatapan . Tapi tampak jelas kalau Ridwan masih memiliki rasa kepada Amin . Sementara Amin tampak biasa biasa saja .


"Aminah ...


"Tuan . Kita tidak punya banyak waktu ." sapa Alex .


"Presdir King telah menunggu ." Ridwan tampak ingin mengatakan sesuatu . Tapi Alex , dari belakang dengan cepat mengingatkannya tujuan awal mereka datang ke perusahaan menteng group .


Ridwan menghela nafas , kemudian ia memalingkan wajahnya lalu melewati Amin begitu saja seperti orang yang tidak saling mengenal. Begitu pula Alex yang berwajah dingin . Tapi saat melewati Amin alex masih sempat melemparkan senyum sebagai sapaan .


Amin juga membalasnya dengan senyuman . Benar benar Tanpa ia sadari ada sepasang mata yang menatapnya penuh dengan peringatan . Dari layar kaca hitam , terasa jelas Aura permusuhan .


"Apa baru saja dia tersenyum pada mantan kekasih nya ? Batin King .


"Tuan ,Perusahaan Rojak kontruksi telah datang . Kali ini dia datang lebih awal sepertinya mereka telah menyiapkan sesuatu ." ucap.Haris .


King tidak menghiraukan ucapan Haris . Matanya masih tertuju pada Amin . Kepalanya mendidih melihat amin tersenyum kepada pria lain .


"Batalkan pertemuan nya dan suruh mereka kembali ." ucap King tanpa melihat Haris .


"Maaf , Tuan ? ." Haris tidak mengerti .


"Menteng Group akan membatalkan rencana kerja sama dengan Rojak kontruksi .katakan kepada mereka untuk pergi . Jangan pernah datang lagi ke menteng group ." tegas King .

__ADS_1


__ADS_2