
Maksud King ingin menghentikan kesedihan Utinya malah dirinya yang jadi tumbal kemarahan Utinya .
"Anak kurang ajar ini tadi panggil kamu apa , Mimin . Baiklah Mimin kamu suka makanan barat atau makanan timur apa cines ."tanya Uti Aisyah mereka bertiga duduk satu meja yang hanya ada tiga kursi .
"Saya bukan orang pemilih , Nyonya , jadi Barat , timur atau cines tidak masalah ." jawab Amin .
Uti Aisyah memetik jarinya meminta kepala koki , yang sudah berdiri di sana menunggu untuk menghidangkan makanan, yang akan di pesan mereka .Uti Aisyah minta masakan favorif restoran dari berbagai negara untuk mereka .
Pada saat Uti Aisyah meninggalkan kursinya , tatapan Uti Aisyah masih terpaku pada King . Tak lama kemudian
"Sudah sementara ini dulu saja ." ucap Uti Aisyah setelah kepala koky meninggalkan mereka .Uti Aisyah kembali menatap Amin .
"Mimin , kamu jangan panggil aku Nyonya , panggil saja Uti seperti anak itu , biar kita lebih Akrab ."
Amin menoleh ke arah King , King malah sengaja membuang wajahnya .
"Ini semakin jauh , Kalau Nyonya Aisyah tau siapa diriku yang sebenarnya , aku pasti akan segera di pecat . Aku pasti langsung kehilangan pekerjaanku , bagaimana nasib Maxsim selanjutnya ."
Tidak lama kemudian datang lima troli yang di dorong oleh lima koki . Masing masing troli berasal dari negara yang berbeda .
Untuk beberapa saat mereka hening menikmati makan malam , hanya ada dentingan garpu dan sendok yang terdengar dan alunan musik biola yang ada di sudut ruangan restoran itu .
Benar benar makan malam yang tenang . Setelah selesai menikmati makan malam Uti Aisyah kembali bertanya kepada Amin . Dia ingin mengenal Amin lebih jauh , Amin juga tidak terlalu banyak cerita yang akan membahayakan dirinya dan putranya .
Sesekali Uti Aisyah juga menceritakan tentang kehidupan King . King juga tidak menghalangi Utinya untuk bercerita .
"Kamu tentu belum tau kisah cerita King kan . Dia anak yang terbuang itu menurut versi dia ."Amin spontan menatap king yang masih memalingkan wajah darinya .
"kisahnya Bunda dia kembar cinta pertama Ayah dia pada si sulung safitri tapi saat itu penglihatan nya ada masalah , akhirnya adiknya samudra datang jadi penganti selama kakaknya mencari pendonor mata . Tapi takdir berkata lain , cinta pandangan pertama Ayah dia ternyata jatuh pada samudra ." Amin menoleh saat merasa ada seseorang yang menatapnya .
Amin menoleh tatapan nya terpaku dengan tatapan mata king yang ternyata juga sedang menatapnya .Uti Aisyah tersenyum menyaksikan itu .ia melihat cinta di mata cucunya untuk mimin .
__ADS_1
"CINTA ." kedua nya sadar dan menarik tatapan mereka mendengar Uti Aisyah menekankan kata CINTA .
"Cinta itu penuh rintangan , saat samudra mengandung 7 bulan perut dia sangat besar seperti hamil 9 bulan ." reflek Amin meraba perutnya , jangankan 9 bulan , belum genap 8 bulan putranya sudah ingin keluar .
"saat itu datang seorang wanita mengaku sebagai safitri yang telah melakukan oplas , karena ia benci punya muka yang sama sehingga adiknya jadi pelakor dalam hubungan nya . wanita itu tidak segan segan memfitnah samudra mengandung benih orang lain karena perutnya yang terlalu besar .kamu tau kebodohan apa yang di lakukan Ayah bocah itu ." mata Uti Aisyah berkaca kaca .
Begitu juga king yang memalingkan wajahnya tak ingin air matanya di ketahui oleh Amin .
"Ayah bocah itu meninggalkan istrinya di tepi pantai , tanpa dia ketahui istrinya pergi dengan membawa ketiga janinnya . Penyesalan tinggal penyesalan tidak ada satu bulan istrinya pulang tak bernyawa dengan bayi kecilnya bersama pengasuhnya .bayi itu adalah pangeran samudra .Leon apakah ini masih menjadi trauma dalam hidupmu ."
"Aku sedang mencoba melawan itu semua uti ." jawab King tanpa sadar ia menggenggam erat tangan Amin.
" Ya ,takdir apa yang sedang kami perankan , bahagia atau luka yang akan kami terima ."gumam Amin dalam hati .
"Sekarang kalian sudah bersama , kapan kalian akan menikah ."
Amin yang sedang minum tiba tiba hampir tersedak mendengar pertanyaan Uti Aisyah .
"ya , menikah . Apa kalian belum memikirkan nya . Aku sudah sangat ingin menimang buyut !
Uhuk..mata Amin membulat lebar . King yang sejak tadi hanya diam saja akhirnya buka suara .
"Uti , sekarang sudah larut malam .sebaiknya kita akhiri makan malam ini ." ucap King .
Uti Aisyah tidak terima dengan ucapan king ." Ini baru jam sembilan . Bahkan aku bisa tidur jam sebelas lebih ." protes Uti Aisyah .
King memberi kode pada Amin siapa tau mau mendengarkan ucapan Amin .
"Uti , jangan tidur terlalu malam. Tidak baik untuk Kesehatan Uti ." Amin mencoba bicara dengan lembut seperti bicara kepada Maxsim .yang tidak mau segera tidur .
King langsung menghubungi Erik yang menunggu di luar .untuk membawa Uti Aisyah segera pulang ke menteng .
__ADS_1
"Aku sudah hubungi Erik , untuk membawa Uti pulang . Uti harus cepat istirahat , seperti Mimin bilang biar Uti tetap sehat ." ucap King .
Tidak ada lima menit Erik sudah memasuki restoran ." Nyonya besar , mari kita pulang ." ucap Erik yang sempat melirik ke arah Amin . Ia tak berani menatap takut ada tatapan balasan yang lebih tajam .
Uti Aisyah menatap king dengan tatapan sengit." cucu tidak tau diri , kamu benar benar mengusir nenek kamu , membawa bawa nama Mimin segala , awas kalau kamu mengulangi kesalahan Ayahmu ." gumam Uti Aisyah .
"Nyonya ." panggil Erik yang masih menunggu .
"Jalan duluan sana ." bentak Uti Aisyah ." Aku masih bisa jalan sendiri tanpa di bantu ."tambah Uti Aisyah .
Erik bingung ,letak kesalahan nya dimana kenapa Uti kesal sekali . Dengan kepala menunduk Erik segera berjalan keluar .
Saat meninggalkan kursinya tatapan Uti Aisyah masih terpaku kepada King . Tapi tak ada satu katapun yang dia ucapkan .
Tak lama kemudian beralih menatap Amin ."Jika pria itu menindasmu , segera saja hubungi Uti , Biar Uti yang akan memberinya pelajaran ."
Amin menatap ke arah King , seharusnya inilah kunci kebebasan nya . Tapi entah kenapa di saat menatap wajahnya malah seperti melihat dia yang ada dalam bahaya .
"Uti , segeralah kembali dan istirahat ." king mengingatkan kembali .
"Tidak usah kamu suruh , aku akan segera kembali ." Dengus uti Aisyah dan melangkah pergi meninggalkan mereka berdua .
King juga beranjak dari kursinya . Kemudian mengulurkan tangan nya kepada Amin .
"Ayo ."
Amin menatap uluran tangan King , Amin tidak menerima uluran tangan itu dan berdiri sendiri ."saya ingin ke toilet , presdir king bisa kembali duluan tidak perlu menunggu ."
King ingin mengatakan sesuatu , tapi tidak keburu karena amin dengan cepat menghilang menuju ke arah toilet .
Di dalam toilet ,Amin mencuci wajahnya sambil menepuk nepuk nya .
__ADS_1
"Aku seperti dalam mimpi ."Amin menepuk wajahnya lagi beberapa kali . Sambil melihat pantulan wajahnya di cermin .masih sulit di percaya dengan apa yang baru saja di alaminya . Tapi seberapa kuat ia menepuk wajahnya , tapi semua tetap nyata ,bukan lah mimpi .