REY (ISTRI KEMBAR CEO  1 )

REY (ISTRI KEMBAR CEO 1 )
46 menjinakkan Bos


__ADS_3

Selama ini sekretaris king semua pria , dan semua mundur karena tidak tahan dengan tekanan yang di berikan oleh king .


"Asisten Haris .." panggil Amin . Sambil mengoyang tangan nya di depan wajah Haris karena haris melenggong sejak tadi . Seperti bangun dari mimpi Haris sedikit terperanjat .


"Hemm ....ya bisa di katakan kamu sudah berhasil ,mari ikut dengan saya ." ucap Haris . Amin dengan patuh mengikuti kemana Haris membawanya pergi . Mereka berhenti di depan pintu yang tidak jauh dari ruangan presdir .


"Mulai hari ini , ruangan ini adalah milikmu , dan mulai hari ini kamu adalah sekretaris presdir . Tentang tugas kamu ,itu menyusul nanti ." haris membuka pintu ruangan itu dan menunjuk kan isi ruangan tempat Amin nanti bekerja .


Sungguh Amin sangat terkesan dengan indahnya desain ruangan tempat ia bekerja , luasnya juga tidak main main . Mungkin setara dengan sebuah apartemen sederhana .


"Kamu bisa menyesuikan diri terlebih dahulu ." ucap Haris dan segera keluar meninggalkan ruangan Amin .


Amin mengamati seluruh isi ruangan itu . Diam diam dalam hati ia berkata ." pasti banyak orang yang akan iri dengan ku . Bahkan ruangan ini lebih luas di banding dengan ruangan Director Adi ."


Amin seorang karyawan baru , tapi sudah langsung mampu menduduki posisi yang tinggi di perusahaan itu di tambah dirinya seorang wanita . Di luar sana pasti telah siap lontaran lontaran miring yang harus siap ia dengar kan setiap hari .


Terlebih ini adalah menteng samudra group , perusahaan terbesar di ibu kota .yang bergerak dalam bidang properti dan real estate juga bidang kesehatan .


Pangeran samudra yang memiliki otak cerdas mengambil sekolah jurusan bisnis dan kedokteran . Tapi dia lebih condong ke bisnis agar tetap bisa dekat dengan Abangnya .


Orang lain akan susah mencapai kedudukan itu tanpa bantuan orang dalam perusahaan . Ya Amin juga telah berusaha .berusaha menjinakan bos galak , bos dingin dan bos arogan .


Hari pertama kerja Amin telah selesai . Sekarang waktunya pulang kerja ia ingat janjinya kemarin pada Maxsim putranya .


"Pak kita berhenti di depan ." ucap Amin pada sopir taxsinya . Amin ingin membelikan Maxsim es krim vanilla karena kemarin entah kenapa kedai es krim itu masih siang sudah tutup .


Terpaksa kemarin Amin membujuk putranya yang mogok makan karena tidak di belikan es krim . Susah payah Amin membujuk Maxsim dengan janji akan membelikan nya eskrim di lain hari .


Sopir taxsi memperlambat laju mobilnya ." apa nona ingin membeli es krim di kedai depan itu ." tanya pak sopir .

__ADS_1


"Ya pak , saya ingin membelikan es krim untuk anak saya yang di rumah ." ucap Amin .mendengar ucapan Amin pak sopir segera memarkirkan mobilnya di dekat kedai , akan tetapi hari ini kedai eskrim tidak seperti hari hari sebelumnya .


Hari ini kedai es krim di kelilingi oleh banyak bodyguard dan di dalam kedai banyak terdapat anak anak kecil yang sangat ramai .


"Nona , sepertinya kedai es krim telah di booking oleh keluarga kaya ." ucap pak sopir sambil mengelus dagunya untuk menginggat sesuatu .


"Ahh ..." teriak pak sopir matanya berubah berbinar seakan ia menginggat sesuatu .


"Iya nona kedai eskrim sudah di booking oleh salah satu keluarga yang kaya raya ." ucap pak sopir . Amin menghela nafas .


"ya mungkin itu salah satu alasan kenapa kemarin tutup lebih awal ." batin Amin sambil memperhatikan dari balik kaca .dia teringat akan janjinya pada Maxsim . Semakin membuat dirinya menyesal karena lagi lagi membuat Putranya kecewa .


"Nona apa kita akan melanjutkan perjalanan ." tanya pak sopir .


Amin masih memperhatikan kedai es krim yang teramat ramai . Dan Amin memberi isyarat pada pak sopir untuk melanjutkan perjalanan .


"Lanjut pak , tidak mungkin kan kita turun untuk masuk ke dalam sana , nanti bukan nya dapat es krim , yang ada kita akan di tendang oleh para bodyguar bodyguard itu ke jalanan." ucap Amin .


"Keluarga Abu Rojak , ? Amin yang masih menatap ke arah luar kaca mobil pun segera mengalihkan tatapan nya kepada sang sopir .


"Keluarga Abu Rojak , apa yang mempunyai perusahaan Rojak kontruksi itu ."


"Tentu saja , siapa lagi di kota ini keluarga Rojak selain itu , dan hari ini adalah hari ulang tahun tuan muda kecil mereka ."


Amin kembali menatap ke arah kedai es krim , ingatan nya menerawang pada sosok Ridwan , lalu tersenyum masam .


"Yah kami telah menjalani kehidupan yang berbeda , tidak perlu mengungkit masa lalu . Dia sudah bahagia dengan keluarganya , maka aku juga harus bahagia ."


"kita pulang sekarang pak ." ucap Amin sambil menghela nafas dan menepuk sandaran kursi pak sopir .pak sopir segera melajukan mobilnya meninggalkan kedai es krim .

__ADS_1


Amin dan pak sopir tidak mengetahui , jika sejak tadi dari dalam kedai eskrim ada seseorang pria berkemeja putih yang terus memperhatikan nya .


Matanya nya yang sedikit redup menatap begitu lekat seperti menunjuk kan perasaan akrab .


"Aminah ..


Tanpa sadar pria itu mengumamkan nama Aminah , membuat wanita bergaun ungu yang dusuk di sampingnya memicingkan matanya .


"Ridwan , kamu masih memikirkan dia ." tanya wanita itu .


Ridwan langsung tersadar dari lamunan nya . Begitu suara bernada tinggi menusuk di kendang telinganya sebelah kiri .Perlahan kepalanya menoleh dan menatap wanita judes sedang menatapnya dengan tajam .


Wanita itu adalah amanda , istri Ridwan yang semakin mengeratkan rahangnya karena melihat suaminya yang masih memikirkan wanita lain .


"Sudah empat tahun . Apa kamu tidak bisa melupakan j****g itu !? Aku istrimu ,apa kurangnya aku dari dia ."ucap amanda .


 Mata Ridwan langsung berubah tajam mendengar kata kata amanda .


BRAK..


Ridwan mengebrak meja tempatnya duduk langsung berantakan . Ketika tangan nya menghantam dengan keras . Mangkok dan piring berjatuhan ,minuman dan makanan juga terbang melayang .


Amanda sangat ketakutan ia dekap badan nya sendiri , sambil menatap Ridwan yang berwajah suram . Kilatan matanya yang tajam , terasa dingin dan mencekam .


"Kamu tidak pantas menyebut dia seperti itu ." ucap Ridwan .semua tamu menatap keributan yang terjadi , tapi mereka tidak berani mendekat dan apa lagi ikut campur .


Asisten Ridwan sedang berada di luar , melihat kejadian itu segera masuk dan menenangkan Rudwan .


"Papa .." Ridwan baru tenang setelah mendengar suara anak kecil berusia empat tahun mendekatinya . Tatapan Ridwan berubah lembut dalam seketika . Dia tersenyum lembut pada jefri abu Rojak putranya lalu menatap kembali pada amanda penuh dengan peringatan .

__ADS_1


" jangan pernah mengulanginya lagi ."Setelah mengatakan itu pada amanda Ridwan jongkok di depan jefri


"Kamu di sini dulu sama mama , nanti papa akan kembali lagi ." Jefri tidak mengatakan apapun , anak kecil bertubuh gemuk berkulit putih itu hanya mengangguk .


__ADS_2