
" I ....itu ...anu Tuan ....Nona Amin ..." Bibi Idah ingin menjawab dan menjelaskan tapi mulut dan hatinya seperti tidak sejalan .
"Sebenarnya apa yang ingin bibi katakan . Dia sudah bangun apa belum." Tanya King lagi .
"Tu ..tuan ..sebenarnya Nona Amin sudah pergi beberapa menit yang lalu . " bibik Idah memberanikan diri menatap wajah tuan mudanya . Benar dengan dugaan nya . Pasti akan begitu cepat raut wajahnya berubah tidak senang .
"tapi Tuan , Nona Amin ada urusan keluarga dan sebelum peegi dia juga menitipkan ucapan terimakasih untuk tuan muda ." tambah bibi Idah .
Mendengar penjelasan Bibi Idah raut wajah King sedikit membaik . ia pun melangkah pergi naik ke lantai atas .
***
Ke esokan harinya , seperti biasa Amin kembali kerja seperti biasa . Mengerjakan tugasnya dan sesekali ia melakukan vidio call dengan maxsim dan bibi indah . Saat masuk jam makan siang Amin pergi ke kantin.
Jika biasanya orang orang akan sibuk membicarakan dirinya. Kali ini orang orang lebih tertarik membicarakan tentang berita baru , menteng group yang membatalkan kerjasama dengan Abraham New company .
Kedua perusahaan yang selama ini berhubungan baik , tiba tiba terlibat konflik dan memutuskan kerja sama di semua bidang .
Amin sangat terkejut mendengar berita itu , ia hanya bisa menundukan kepala dan mengaduk aduk makanan nya . Sambil mendengarkan pembicaraan orang orang di sekitarnya .
" Tidak ada yang tau , alasan menteng group ,yang tiba tiba memutuskan kerja sama dengan Abraham New company .meski masalah ini tidak berpengaruh sama sekali dengan Menteng group .tapi tetap saja akan menanggung kerugian yang cukup besar ."
Sekali lagi Amin tercengang , ia kembali mengingat apa yang terjadi kemarin di restoran . Dalam hati mulai bertanya tanya. Kenapa bisa seperti ini ? Tidak mungkinkan semua karena aku ." gumam Amin dalam hati .
Amin tidak lagi berselera menghabiskan makanan nya . Ia segera beranjak dari tempat duduknya ,dan langsung pergi menuju ke lantai lima puluh .
Sementara King di ruangan nya sedang membicarakan sesuatu dengan Directur keuangan nya . Tiba tiba Haris yang berdiri di depan pintu tiba tiba datang mendekat dan membisikan sesuatu di telinga King .
King mengangkat wajahnya memastikan ucapan Haris, untuk mendapatkan kesungguhan , Haris kembali menganggukan kepala kemudian King melambaikan tangan pada Haris .
"Directur brian hanya itu saja yang ingin saya katakan , dan sekarang kamu bisa kembali ." ucap King .
__ADS_1
"Baik presdir King . Kalau begitu saya permisi ." ucap Directur brian .
Saat Directur brian keluar dia berpapasan dengan Amin . Amin tentu tau siapa Directur Brian . dalam benaknya ia langsung merasa serba salah ." Apakah kedatangan ku di waktu yang tidak tepat .? ,"gumam Amin dalam hati .
Meski begitu Amin tetap melangkah maju mendekat pada King ." pres ...presdir King , saya inginbertanya sesuatu ."
King segera melirik Haris , pria itu mengerti maksud Tuan nya dan segera melangkah pergi . Dan saat ini hanya ada Amin dan King berdua di sana .
" kamu bisa mengatakan nya ." ucap King .
Amin menarik nafas sebentar ,untuk menenangkan diri .mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan nya .
"I..ini tentang kerja sama menteng group dengan Abraham New company...
"Apa kamu berpikir aku melakukan semua ini karena kamu ." king memotong pertanyaan Amin yang belum selesai.
" memangnya bukan ? Amin menjawab spontan sambil mengeryitkan dahinya .
King tersenyum samar , Dia beranjak dari kursinya dan berjalan mendekati Amin .
"A..apa ? ," Amin kehilangan kata . Ia berjalan mundur saat King berjalan semakin dekat ke arahnya .
"Karena pembatalan kontrak , menteng group harus membayar sepuluh persen , dari nilai kerja sama .
Tapi itu hanya sebagian . Belum yang lain nya . Kerja sama yang telah ada sejak lama .jika di hitung kerugian nya bisa mencapai 2 M .
Amin terperangah mendengar nilai fantastis itu , dia menundukan kepalanya merasa dirinya sangat kecil sekali .
" itu nilai yang sangat sangat besar , mungkin kerja seumur hidup pun belum tentu bisa membayarnya ." ucap Amin . Dengan suara yang sangat pelan tapi King masih bisa mendengarnya .
"kamu bisa membayarnya ." ucap King .
__ADS_1
Mata Amin membulat sempurna , kemudian ia menggeleng kan kepala samar , sambil tersenyum pahit .
"itu tidak mungkin , bagaimana caranya aku mendapatkan uang sebanyak itu ."
King mengangkat dagu Amin , kemudian menatap lekat mata itu ." JADILAH WANITAKU . Maka kamu tidak perlu memikirkan nya .
"A..apa ? Lagi lagi Amin kehilangan kata kata . Ia tidak percaya dengan King yang tiba tiba mengatakan perkataan itu . Diam diam Amin mencubit tangan nya sendiri . Untuk memastikan kalau dia tidak sedang bermimpi .dan ternyata ini benar benar nyata .
"eehh pres presdir King , saya tidak punya uang sebanyak itu tapi kamu bisa memotong setengah dari gajiku setiap bulan nya ." sambil bicara Amin melangkah mundur dua langkah untuk menjaga jarak dari King . Dia bersikap seakan tidak mendengar dengan apa yang baru di katakan oleh King sebelumnya .
Wajah King berubah ." Apakah wanita ini baru saja menolaknya ." batin King .
Selama ini banyak sekali wanita yang ingin dekat dengan nya . Dia sangat tampan , kekayaan juga melimpah , apa yang kurang darinya sepertinya tidak ada .
Tapi wanita ini benar benar menolak tanpa memikirkan nya .king merasa harga dirinya hancur berkeping keping
Namun Amin sebagai wanita ,bagaimana mungkin bisa tidak merasa bosnya ini luar biasa , saking luar biasanya Amin tidak percaya diri untuk bermimpi hidup dengan nya .
Siapa dirinya hanya ibu tunggal dan bukan berasal dari keluarga yang terpandang . Amin beranggapan King bisa tertarik kepadanya karena dia belum tau statusnya .
Seandainya , jika King tau statusnya telah memi padanya. Seorang anak mungkin akan jadi iefil.
"Maaf ,menganggu . Tuan para pemengang saham ingin mengadakan pertemuan mereka .."kalimat Haris terhenti saat melihat King mengangkat tangan nya .
Haris melirik Amin ia memahami situasi .
"Kamu bisa kembali dan tunggu aku saat jam.pulang ? Ucap King menyuruh Amin untuk kembali ke ruangan nya .
Tanpa bicara lagi Amin segera melangkahkan kakinya keluar .tapi pikiran nya tidak bisa tenang .memikirkan kerugian yang mencapai 2 M . Bahkan sampai sampai para pemegang saham mengadakan pertemuan . Berarti masalah ini sangat serius .
Amin kembali ke dalam ruangan nya masih dengan raut wajah bersalah .meski bukan semua kesalahan dirinya .tapi hal ini terjadi tidak lepas dari konfliknya yang terjadi kemarin di restoran .
__ADS_1
"Jika bisa memilih , lebih baik ia di pecat saja ." Amin duduk di ruangan nya tidak melakukan apa apa . Ketika ia mulai menyalakan komputer pikirsn nya masih belum bisa fokus .Dan ia kembali mematikan komputernya .
Ia mencoba diam sambil merenung ,tapi pikiran nya masih saja memikirkan masalah yang sedang terjadi .