REY (ISTRI KEMBAR CEO  1 )

REY (ISTRI KEMBAR CEO 1 )
76 uti Aisyah


__ADS_3

Pusat perbelanjaan yang baru buka adalah aset dari keluarga Rojak . Kalau amanda adalah menantu keluarga Rojak maka anak laki laki tadi adalah tuan muda Jefri abu Rojak . Bersamaan dengan itu seorang pria berjas hitam dan berkaca mata hitam memasuki outlet .


Setelah melihat Amanda dan Jefri , pria berbadan kekar dan tegap itupun segera mendekat .


"Nyonya , apa telah terjadi sesuatu di sini." tanya pria itu yang tiada lain adalah asisten dari Ridwan .


"Dia telah memukul ibu ." ucap Jefri , sambil memeluk mainan mobil remot di tangan satunya , sambil menunjuk ke arah Amin memakai tangan satunya lagi . Alex tersenyum kecut .


"Saya ingin tetap mengambil mainan ini , apa saya bisa melakukan pembayaran lewat kartu debit ." tanya Amin menyadarkan pramuniaga yang berdiri di sampingnya juga petugas kasir .


"Baiklah kalau begitu , sampai ber.temu


Wajah pria seketika berubah setelan mendengar ucapan Jefri . Telah ada orang yang nyonyanya .pria yang bernama Alex itu segera membalikan badan nya .


Tapi ,wajahnya seketika berubah saat melihat siapa orang yang di tunjuk oleh Jefri . Alex adalah saksi bisu kisah cinta Amin dan Ridwan . Wajah Alex yang marah berubah menjadi terkejut


" No....nona Minah .?


Alexs benar benar terkejut bisa bertemu kembali setelah kehilangan kontak hampir delapan tahun .


"Alex aku ingin kamu menampar balik dia sekarang juga ." perintah Amanda . Alex tersadar ketika Amanda yang di belakangnya berseru kepadanya , Alex kembali menatap Aminah sambil menggeleng samar .


"Nyonya mari kembali ." Ajak Alex membuat Amanda mengerutkan keningnya . Amarahnya dengan cepat membuncah .


"Alex , apa kamu tidak mau mengikuti perintahku , aku suruh kamu tampar , ya kamu tampar , tampar dia sekarang juga .." Amanda merasa telah di permalukan dengan tamparan di depan banyak orang dan para pramuniaga , rasa sakit dan penghinaan tidak dapat ia lupakan begitu saja .


Tapi alex tetap bergeming ia bicara pelan seakan hanya berbisik dan hanya mereka berdua yang dengar .

__ADS_1


"Nyonya sekarang tuan sedang mengadakan rapat di kantor , dan mungkin dia akan menginap lagi di kantor . Kalau nyonya terus berulah dan bersikap seperti ini ,hanya akan membuat hubungan kalian semakin renggang ." bisik Alex .


Amanda langsung menutup mulutnya setelah mendengar ucapan Alex , memang benar hubungan dia dan Ridwan baru saja membaik karena Jefri yang sakit . kalau kali ini masih berulah lagi dan di ketahui oleh Ridwan mungkin Ridwan akan menjauhinya lebih lama lagi dan mungkin untuk selama lamanya .


Amanda benar benar membenci suasana seperti ini , ia tidak mau melepaskan Ridwan . Jadi tidak ada pilihan selain pergi meninggalkan tempat itu .


"Chehh ! Awas kamu aminah ." ancam Amanda lewat tatapan matanya .


 Setelah menatap aminah Amanda segera menggendong Jefri dan melangkah pergi .


Mainan yang ada di tangan jefri pun terjatuh dengan cepat Alex menangkapnya sebelum jatuh ke lantai dan meletakan di meja kasir .


"Nona Minah , senang sekali bisa bertemu kembali dengan anda , tapi sayang sekali bukan anda yang menjadi nyonya keluarga Rojak . Padahal anda dan Tuan muda saling mencintai ." ucap Alex .


" Itu semua dah berlalu , dan kamu tidak perlu membahasnya lagi . Selain itu kamu harus cepat pergi .jangan biarkan Amanda yang tidak sabar akan tambah marah marah padamu ." ucap Amin .


Alex tersenyum kecut ." Baiklah nona Minah , sampai bertemu lagi.di lain waktu ." pamit alex.


Semua orang yang ada di sana mengira Amin akan mendapat masalah . Terlebih saat melihat kedatangan Alex , tapi ternyata mereka salah besar amin bukan nya mendapat masalah bahkan amanda yang punya kedudukan sebagai nyonya dari keluarga Rojak , juga pergi begitu saja tanpa bicara sepatah kata .


"saya tetap ambil mainan ini , apa saya bisa melakukan pembayaran lewat kartu debit ." tanya Amin menyadarkan pramuniaga dan petugas kasir yang berdiri di samping nya .


Tanpa banyak bicara dan komentar mereka segera mengemas barang yanh di inginkan amin dan memasukan kedalam bag besar berlogo Mall itu . Dan segera menyerahkan kepada Amin .


Setelah menyelesaikan transaksi pembayaran , amin segera meninggalkan Mall itu .


***

__ADS_1


"Axsim , mama pulang ." ucap Amin yang melihat maxsim sedang bermain dengan mainan lama di teras rumah .


"Mama ." sapa pria kecil itu , langsung berdiri dan berlari kecil menyambut Amin . Mata kecilnya seakan bertanya saat menatap bag besar di tangan mamanya .


"Minah , kamu sudah datang ." bagai sebuah jedavu , amin mendengar pertanyaan dari bibi indah .ia menatap nanar pada bi indah .


"Ada apa Min ." tanya bibi indah .


"Mama , ini apa.." tanya Maxsim yang penasaran .


"Oh iya ,mama ada hadiah buat Axsim ,ini bawa ke sana buka pelan pelan ya ." ucap Amin , dan kembali tatapan nya kosong kepada Maxsim .bibi indah menarik Indah untuk duduk di kursi teras .


"Apa ada sesuatu yang terjadi ." tanya bibi Indah .


"Tidak bi , bibi ingat kisah masa kecil aku ." tanya Amin .bibi indah mengangguk .


"Apa kamu menyesali kehadiran Maxsim , yang membuat kamu tak bisa bertemu dan berkumpul dengan keluarga samudra .Amin menggeleng menahan air matanya yang telah mengambang .


"Tidak , Amin percaya Alloh ada rencana yang indah untuk amin kedepan nya . Amin hanya ingat dengan Uti Aisyah semoga beliau masih tetap sehat .


"Tapi ,kenapa kamu memberi nama samudra kepada Maxsim , apa kamu sangat berharap menjadi keluarga samudra walau hanya dalam angan .


Amin kembali menggeleng ." Di Hotel samudra lah pria Ayah kandung Maxsim merengut kesucian aku bi , sehingga aku memberikan nama samudra untuk Maxsim ." jelas Amin .


"Semoga Alloh telah memberimu jalan yang indah untukmu dan Maxsim ." ucap Bi indah sambil menepuk punggung tangan Amin . Ia sangat prihatin dengan nasib Amin gadis yatim piatu , di tengah tengah perjalanan nya dia harus mengalami cobaan hingga lahir maxsim di luar pernikahan .


Malam itu Amin menemani maxsim yang masih merasa bahagia mendapatkan hadiah mobil mobilan mewah dari mamanya , hingga tidak kunjung tidur .

__ADS_1


Amin sangat bahagia dan bangga pada putranya . Yang sangat pandai membawakan mobil mainannya sesuai dengan pola lantai yang sangat rumit . Berbelok dan menikung Amin mengakui putranya mempunyai pola pikir dan IQ yang sangat bagus .ia juga penasaran siapa Ayah kandung putranya , tidak mungkin dia pria biasa dengan IQ yang begitu bagus .


"Mama harus menyembuhkan sakitmu Nak , sayang IQ mu yang begitu bagus tapi kekebalan tubuhmu sangat minim , penyakit apa sebenarnya yang kamu derita , apa penyakit turunan dari Ayahmu atau dari keluarga mama ." amin mengusap wajahnya sedih mengingat nasib masa depan putranya , dia masih sangat kecil sudah harus menderita .


__ADS_2