
Amin menghela nafas sebelum berbicara ." Uti meminta saya untuk menjadi pendamping anda di pesta ulang tahun perusahaan yang ke empat puluh tahun .
King menaikan alisnya ." Hanya itu ? apa ada yang salah ." tanya King .
"Tentu saja ini salah . Kalau seperti ini semua orang akan tau , apalagi Uti bilang kita harus meresmikan hubungan kita , kita tidak punya hubungan ini semua hanya salah paham ."
Kening King kembali berkerut secara berlahan , saat ia mendengar Amin mengatakan kalau semua hanya kesalah pahaman .
"Presdir King anda harus mencari cara untuk tidak melakukan ini semua ." Amin mengetuk ngetuk dagunya seakan mencari cara .
"Oh ..bagaimana jika nanti pas hari perayaan ulang tahun perusahaan saya tidak usah masuk , alasan sakit , saya juga akan bawa surat medis dari rumah sakit . Dengan begitu nanti Uti tidak akan memaksa ." ucap Amin bicara dengan lancar seperti kereta api. Sedangkan King hanya diam sedih .
"Bukankah itu ide yang bagus ." ucap Amin yang merasa dirinya sangat pinter . Ia tidak menyadari perubahan raut wajah King yang sangat kesal .
"nanti aku tidak masuk kerja , akan menyertakan surat dari kedokteran . Sempurna bukan ide aku ." ucap Amin yang terus bicara tanpa menatap ke arah King .
"Presdir King bagaimana menurut anda ." tanya Amin sambil mengangkat wajahnya menatap King . Amin tidak tau kalau saat ini kepala King berasap .
" siti Aminah , Apa aku begitu buruk di mata kamu , sehingga kamu tidak mau berpasangan dengan ku ."
Amin terkejut mendengar reaksi King .Dia mundur beberapa langkah ke belakang , tapi king telah meraih tangan nya dan mendorongnya ke arah pintu .
"Katakan , Apa aku begitu buruk di mata kamu ." tubuh Amin bergetar . Matanya menatap tajam ke arah bola mata King .
"Bu...bukan begitu .isssst...." Amin mendesih menahan sakit di pergelangan tangan nya , king tidak sadar telah mencengkeram pergelangan tangan Amin yang terluka . Begitu sadar ia segera melepaskan tangan nya .sambil mundur satu langkah ke belakang .
"Masih sakit ." tanya King langsung melangkah ke ruang pribadinya meninggalkan amin . Tak lama kemudian King kembali dengan membawa air dingin dan handuk kecil untuk mengompres pergelangan tangan Amin .
Amin hanya diam membiarkan King mengompres tangan nya dengan pelan dan telaten .tidak lama kemudian King mengangkat wajahnya dengan sorot mata penuh peringatan .
"Aku ingin kamu tetap datang ke pesta ulang tahun perusahaan , tidak ada penolakan , mengerti ."
__ADS_1
***
Sementara pangeran baru saja akan masuk ke pemakaman keluarga samudra , tiba tiba ada seorang gadis menghampirinya , tanpa bicara tapi hanya menatapnya dari atas hingga ke bawah .
"maaf nona ada yang anda butuhkan ." tanya king .
Gadis itu hanya menghela nafas berat ." Hidup ini berat ya ." ucapnya .
"Maksud nya ."
"Saya punya seorang teman sejak kecil sudah di tinggal oleh kedua orang tuanya . Dia tinggal bersama neneknya ,membantu neneknya membersihkan makam ini ." pangeran mengerutkan keningnya mendengar cerita itu .
"pernah suatu hari dia menabrak seorang anak laki laki , dan dia berharap kelak dia akan menjadi suaminya , karena ia merasa ciuman pertama nya telah di ambil oleh anak laki laki itu ." Pangeran menutup bibirnya dengan kedua tangan nya .gadis itu ikut tertawa .
"kamu juga merasa aneh kan . Sejak kejadian itu mereka tidak lagi bertemu . Saat lulus smp dia mendapat bea siswa ke ibu kota dia bisa masuk SMA menteng samudra . Di sana dia kenal seorang pria dari keluarga Rojak mereka menjalin kasih sayang , tuan Rojak mengurus beasiswa ke luar negri untuk mengejar S1 .tapi tuan muda keluarga Rojak tidak bisa menahan nafsu . Setelah Amin ..
"Amin ..
"Pangeran , lanjut ceritanya ."
"ya setelah amin mengejar gelar sarjana empat tahun , diam diam ia pulang ingin beri kejutan ,tapi malah amin yang mendapatkan kejutan , ia sudah menyiapkan kamar hotel . Tapi amin malah dapat telepon permintaan putus karena dia akan menikah di mana pacar dia sudah hamil . Belum habis keterkejutan nya datang lagi sebuah kejutan dari laki laki asing yang mengetuk kamarnya dan merengut kesucian nya .".
"kapan ..
"empat tahun yang lalu , di hotel samudra , Tuhan tidak bosan memberi dia cobaan , setelah kejadian itu dia hamil di saat kandungan nya berumur tujuh bulanan , dia terjatuh dan putranya harus di lahirkan ." lagi lagi pangeran membekap mulutnya .
"Dia melahirkan seorang putra ."
"ya , dan anehnya sahabat aku memberi nama anaknya sesuai dengan nama hotel itu ..
"Takdir semua sudah takdir ..
__ADS_1
"Apa .."tanya julia
"ngak ada , bagaimana dengan kamu sendiri ."
"Aku , Aku dah menikah tapi bolehkah aku mengatakan kalau Alloh juga tidak adil padaku , Aku yang sudah menikah punya suami hampir 5 tahun tapi malah aku mandul ..
"Maaf .."pangeran menatap julia dari samping . Ia tidak bisa melihat wajah gadis itu dengan jelas .
Setelah Julia pergi pangeran melangkahkan kakinya ke dalam pemakaman . Ia duduk di antara makam Ayah dan bundanya .
""Assalamualaikum Ayah , bunda , selamat Ayah dan bunda telah menjadi kakek dan nenek . Siapa menantu Ayah bunda , dia adalah gadis kecil yang sering membersihkan makam bunda .tapi cucu Ayah dan bunda lahir karena sebuah kecelakaan . Semoga Ayah dan bunda cepat mempersatukan mereka .
***
"Apa aku begitu buruk di mata kamu ?."
Untuk ke sekian kalinya ucapan itu terlintas di dalam kepala nya . Amin memeluk bantal dan guling sambil tengkurap di kasurnya .
" Ini sudah satu minggu berlalu dan aku tidak bisa melupakan itu . Bukan kamu yang Buruk Bang , tapi aku., aku yang tak pantas untuk mu , " Amin membenamkan wajahnya agak frustasi . Ia masih ingat dengan jelas bagaimana King mengucapkan kalimat nya pada waktu itu . Dia hampir tidak bisa merasakan detak jantung sendiri karena begitu cepat nya berdetak .
"Mama ." Maxsim berlari masuk ke dalam kamar bersama bibi indah . Perlahan Amin menyingkirkan bantalnya dan mengulurkan kedua tangan nya menyambut putranya masuk ke dalam pelukan nya .
"Amin , tidak biasanya kamu pulang lebih awal ." tanya bibi indah .
"Ya bi , karena nanti malam ada acara ulang tahun perusahaan yang ke empat puluh .oleh karena itu semua pegawai di suruh pulang lebih awal ." Amin menarik Maxsim duduk di pangkuan nya .
"O ya bik , kebetulan aku juga harus hadir dalam pesta itu , bibi aku minta tolong jaga in Maxsim lagi . Sekarang bibi Istirahat dulu saja , biar Maxsim bersama aku sekarang ." ucap Amin
"Baiklah kalau begitu bibi ke kamar dulu ." ucap Bibi indah sambil manggut manggut .
"Selamat tidur siang nenek ." Maxsim melambaikan tangan nya dia kelihatan mengemaskan . Bibi indah sampai ingin mencubit saja rasanya , pipinya begitu tembem .
__ADS_1
"terimakasih tampan ."ucap bibi indah