
Amin tersenyum sinis kala mendengar ucapan Ridwan yang terakhir kali .
"Ridwan , kenapa.kamu menganggap semua pria sama sepertimu ? Yang akan bosan dengan satu wanita .? Sebaiknya kamu cepat pulang , aku khawatir seseorang membuntutimu karena kecemburuan istrimu , dan dia mengambil fotomu dan foto itu sampai ke tangan Amanda . " jelas Amin .
Ridwan mengigit ujung bibirnya , tidak sedikitpun kata kata Amin menohok hatinya ." presdir King benar benar orang yang sangat berbahaya . Dan kamu akan dalam bahaya jika terlalu dekat dengan nya ." Kekeh Ridwan untuk memisahkan Amin dari kedekatan nya dengan King .
" Setidaknya dia tidak pernah mengecewakan aku ." jawab Amin .
"Jadi kamu tetap memilih bersamanya ." tanya Ridwan sambil mengepalkan tangan nya yang ada di saku celana .
"Ya ! Aku akan bersamanya ." tegas Amin .
"Kamu mencintainya ."
"Ya , Aku mencintainya ." Amin mengigit bibir dalamnya . Ia merasa sangat gila mengatakan hal itu semua . Namun ia tidak perduli dengan semua itu karena di dalam kepalanya yang ada hanya cara untuk cepat bisa menyingkirkan Ridwan . Sungguh ia tidak memikirkan akan dampaknya .
Tiinn..
Tiba tiba mobil mayback hitam berhenti tepat di depan mereka . Dan kaca mobil belakang turun .
"Naik ." perintah seseorang yang ada si dalam mobil .
Amin dan Ridwan secara kompak menatap pria yang ada di dalam sana . King samudra ! .
Ridwan menyipitkan satu matanya dan tangannya menahan tangan Amin .
"Tidak , aku akan mengantar kamu pulang . Ayo Ikutlah dengan ku ." pinta Ridwan .
Mata king menjadi merah melihat tangan Ridwan yang menyentuh Amin .
"Masuk ." ucap king dengan suara yang dingin penuh dengan amarah .
Sementara Ridwan menggelengkan kepala memohon pada Amin . Agar tidak masuk ke dalam mobil King .
Tapi Amin langsung menghempaskan tangan nya , " cepat kamu pulang saja , dan jangan mengurusi lagi hidup ku . Urusi saja istri pilihan mu juga anak kamu yang sudah menunggu kepulangan kamu di rumah ."
__ADS_1
Amin segera masuk ke dalam mobil King . Dan Haris langsung melajukan mobilnya sesuai dengan perintah Tuan nya .
Hanya tinggal Ridwan seorang diri di sana , yang menatap kepergian Amin yang lebih memilih King dari pada dirinya .
Benar benar kacau !
"Tuan apa kita kembali sekarang ? Alex menghampiri Ridwan mencoba bertanya kepada sang Tuan . Tapi dia salah memilih waktu , waktu nya tidak tepat , Bukan mendapat jawaban tapi mendapat tatapan tajam yang siap menerkam.
"Apa kamu perlu bertanya dengan sesuatu yang sudah jelas .cepat nyalakan mobilnya ." ucap Ridwan dengan nada yang marah .
Tidak cukup ia melampiaskan marah dan kekesalan nya pada Alex . Tong sampah di sekitarnya tidak punya salah juga dapat tendangan darinya . Juga tiang rambu lalu lintas juga dapat tempol darinya .
"Aminah kamu benar benar telah berubah ."
***
Setelah bisa masuk ke dalam mobil King , amin menarik nafas lega dan puas bisa lepas dari Ridwan . Akan tetapi suasana di dalam mobil agak tidak kondusif dan penuh dengan aura mencekam .
King tidak bicara begitu juga dengan Haris yang fokus dengan kemudi mobilnya dan jalanan di depan nya .
Haris melihat dari kaca spion belakang ada kendaraan atau tidak . Kemudian Haris memutar kemudinya untuk menepi .saat mobil akan berhenti King menyuruhnya untuk jalan terus .
"Jalan terus ."
"baik Tuan ."
Haris memberikan tanda dengan kedipan mata , permintaan maaf karena tidak bisa menuruti keinginan nya . Amin pun mengerti , ia juga tidak mau melibatkan Haris dalam masalah .
Setengah jam kemudian mobil King berhenti di ujung gang . Amin akan turun meninggalkan jok belakang , tapi anehnya Sepatah katapun King tidak mau bicara , juga menahan nya atau memeprsulitnya .
Amin bingung dengan sikap King yang berubah ubah , entah sifat King yang sudah menjadi kebiasaan baginya , atau dirinya yang terlalu mengharapkan .
"Sepertinya aku yang sudah benar benar tidak waras ." Amin menggelengkan kepala seraya menutup pintu lalu berjalan memasuki gang .
Di dalam mobil King terus memperhatikan langkah Amin yang semakin jauh . Tanpa sadar tercipta sebuah senyum yang cukup lebar di antara wajahnya .
__ADS_1
Haris yang melirik dari kaca spion ,mulai bergumam . " Tuan tidak pernah tersenyum sebahagia.ini semenjak kepergian Tuan besar . Apa itu karena pengakuan Nona Amin barusan yang tanpa sengaja tuan dengar muda ."
Memang benar saat perdebatan Amin dan Ridwan di wilayah depan kantor , King dan Haris sudah menunggu Amin di luar , karena ia tau Ridwan sengaja untuk menunggu Amin pulang kerja .
Saat king melihat Ridwan mulai berani pada Amin . King sudah tidak sabar dan menyuruh Haris mengemudikan mobilnya agar mendekat .Begitu jarak semakin jelas dan kaca mobil tidak di tutup hingga King mendengar pengakuan Amin atas pertanyaan Ridwan . Terdengar begitu jelas di telinga king dan Haris .
"Kehadiran Nona Amin benar benar membuat Tuan muda menemukan kebahagian nya . Nyonya tua sudah memberi restu . Harusnya ini tidak akan ada hambatan , bukan ."
"Haris pergi sekarang ."
"Baik Tuan ."
Mobil king baru saja pergi meninggalkan tempat itu . Tidak beberpa lama datang sebuah mobil pajero hitam juga berhenti di tempat yang sama , kaca depan di turunkan sedikit nampak pria paruh baya dengan perut sedikit buncit dan seorang lagi kurus cungkring .
Senyum sinis penuh niat jahat tersunging di antara bibir mereka berdua . Setelah selesai memperhatikan gang itu . Mereka menutup kembali kaca mobilnya dan pergi meninggalkan tempat itu .
***
Amin sampai di rumah dan langsung mencari keberadaan Maxsim . Lagi lagi Maxsim sedang bermain mobil remot controlnya . Amin berjalan sambil jinjit maksud hati ia ingin mengejutkan Maxsim . Siapa yang menyangka bila ikatan batin dan kepekaan Maxsim sangat peka . Saat langkah Amin tinggal lima langkah Maxsim membalikan badan nya sambil berteriak "Mama ."
Amin jadi tertawa sambil jongkok ia melebarkan kedua tangan nya menyambut Maxsim yang sedang berlari ke arahnya.
"Bagaimana hari ini , Axsim nakal tidak , Hari ini ." Maxsim menggelengkan kepala .
"Axsim baik tidak nakal , juga tidak nagis .
"Axsim memang anak baik ." ucap Amin sambil mengusap kepala Maxsim .
"Kebetulan sekali kamu sudah pulang , kamu cepat mandi sebentar lagi akan ada tamu yang bertandang ." ucap Bibi Indah yang baru keluar dari dapur , dia tampak sibuk di lihat dari apron yang menempel di badan nya .
"Tamu dari mana bi , apa teman teman lama bibi ingin berkunjung ." tanya Amin
"Bukan itu lo , pasangan suami istri yang ngontrak di ujung gang sana jtu lo , saat datang aku pernah bawa maxsim ke sana , dan di sana maxsim main air , kamu ingat ."
Amin mengangguk dan dia ingat saat maxsim demam karena terlalu lama bermain di air dan tentu saja tidak bisa menyalahkam keluarga itu .
__ADS_1