
Keadaan Amin telah membaik setelah istirahat di rumah seharian .hari ini ia putuskan masuk kerja walau masih ada plaster yang menempel di keningnya tapi ia merasa sudah lebih baik , sudah bisa melakukan semua hal .
Masalah dengan keluarga Rojak telah terselesaikan . Tentang sapu tangan Maxsim , juga sudah dapat ia atasi , Maxsim sudah semakin dewasa sehingga ia bisa menerima alasan yang di katakan oleh Amin . Di tambah dengan satu kotak es krim rasa vanila semua jadi beres .
Tapi dari sekian banyak masalah yang telah dapat ia atasi . Amin masih kepikiran dengan nasib sopir taxsi langganan nya .
"Entah bagaimana keadaan dia sekarang ." kemarin Amin sempat bertanya kepada King . Kata king semua sudah dia urus , dari pengobatan dan juga Taxsi dia yang rusak telah dia ganti . Sungguh tidak tau apa maksud kebaikan king di balik ini semua . Sopir taxsi juga tidak ada hubungan apa apa dengan nya , atau kecelakaan juga bukan dia yang melakukan .
"Nona , sudah sampai ."
"Ah...." Amin mengangkat wajahnya terkejut , ia segera menoleh keluar dan ia sudah melihat gedung yang tinggi menjulang tempat ia bekerja berdiri kokoh di sampingnya .
Sebelum turun dari taxsi amin tidak lupa memberi tip pada sopir taxsi yang selalu mengantarnya dengan selamat . Kemudian amin berjalan memasuki perusahaan dengan pakaian normal seperti biasa saat bekerja .
 Penampilan normal buat Amin tapi aneh buat yang menatapnya tidak suka . Karena memakai kacamata tebal berbingkai hitam dan baju kerja yang sederhana .
Sesampainya di ruangan tempat kerjanya . Amin melirik jam , masih jam tujuh tiga puluh , masih ada waktu setengah jam untuk sarapan
Amin mengeluarkan bekalnya sambil menyuap sarapan ia mengamati forum di group perusahaan yang tiba tiba ramai . Mereka membahas sesuatu yang mungkin sangat menarik .
"Amin , apa kamu sibuk ." sebuah suara mengejutkan Amin . Ia menoleh ada seorang wanita tua yang sangat ia kenal sedang menghampiriny .Amin segera meninggalkan semuanya dan berdiri menghampiri .
"Nyonya besar , tidak , tidak sibuk . Mari silahkan duduk ." ucap Amin sopan .
"Jangan panggil Nyonya besar , panggil Uti aja ." ucap Uti Aisyah sambil berjalan masuk ke dalam ruang kerja Amin .
Amin pun tersenyum ." Baik , mari duduk Uti ." ucap Amin sambil menuntut Uti Aisyah untuk duduk .
__ADS_1
Uti Aisyah sangat antusias semenjak datang ke perusahaan . Dia sudah sampai di perusahaan sejak pukul tujuh dan menemani King di ruangan nya . Dan ketika mendengar suara pintu ruangan Amin terbuka ia segera keluar untuk menemui Amin .
"Ada keperluan apa , hingga uti datang ke perusahaan ." ucap Amin sambil mengambil botol air mineral dari lacinya untuk Uti Aisyah .
" ini tentang pesta ulang tahun perusahaan ."
Tangan Amin berhenti seketika , ulang tahun perusahaan . Itu juga yang lagi marak di bahas di forum group perusahaan . Hampir semua orang membahasnya sekarang .
"Ya Uti ,terus ada masalah apa dengan pesta ulang tahun perusahaan ."Tanya Amin .
Uti Aisyah meraih botol mineral yang di berikan oleh Amin . Sambil membuka tutup botol mata masih tetap menatap Amin .
"Uti ingin kamu datang sebagai pasangan King . Uti ingin kalian meresmikan hubungan kalian di pesta ulang tahun perusahaan yang ke empat puluh ini ." Amin bengong dengar permintaan Uti Aisyah .
"Meresmikan hubungan , hubungan apa yang harus di resmikan .? Gumam Amin . Walau belakangan ini hubungan mereka memang membaik tapi untuk meresmikan hubungan ini masih terlalu dini , untuk membicarakan ini lebih jauh . Terlebih masih ada rahasia yang ia sembunyikan dari semua orang " Maxsim samudra , ia juga tidak tau dari mana ia harus menjelaskannya . Si tambah nama putra nya sama dengan marga mereka .
"Tidak Amin ,Uti tidak mau dengar penolakan . Kamu tau Uti sudah Tua ,Uti juga tidak tau akan hidup berapa lama lagi . Uti hanya ingin King menikah dengan wanita yang tepat .memiliki anak garis keturunannya sebagai pewaris keluarga samudra .
Amin semakin bingung tidak tau harus mengatakan apa , tidak berani menolak juga tidak berani mengatakan tentang dirinya yang sebenarnya .
"Nyonya besar sudah waktunya minum obat . Tuan muda menyuruh saya untuk menjemput Nyonya besar kemari ." Diana datang . Wanita yang berusia bisa di bilang seumuran dengan Amin . Berjalan mendekati Uti Aisyah dan mengajaknya berdiri untuk kembali ke ruangan King .
Uti Aisyah berdiri dan sebelum pergi ia memegang tangan Amin meminta dan memohon ." Jangan menolak ya , Uti hanya percaya padamu , hanya kamu wanita yang cocok untuk mendampingi King ."ucap Uti Aisyah .
"Diana , ayo kita pergi ." ajak Uti Aisyah setelah selesai mengatakan apa yang ingin ia katan pada Amin .
"Baik nyonya , sampai bertemu lagi Nona Amin ." ucap Diana sambil membungkuk .
__ADS_1
Amin terduduk lemah di sofa setelah mereka berdua pergi .di dalam kepala timbul berbagai macam pertanyaan yang membuat kepala nya pusing .
"Sekarang apa yang harus aku lakukan ." Rasanya Amin ingin mengatakan semua kebenaran tentang identitas dirinya . Agar semua tidak menjadi rumit , Tapi melihat keadaan Uti Aisyah yang tidak begitu Fit , ia takut hanya akan memperparah kesehatan nya ketika mendengar penolakan nya .
"Sekretaris Amin , saya datang untuk mengambil berkas kerja sama dengan perusahaan BenQ elektronik ." ucap Director Adi .
Amin segera bangkit dari tempat duduknya . Ia pergi menuju ke rak di samping meja kerjanya .
"Direktur Adi , tolong nanti berkasnya di cek lagi ya . Terakhir saya edit empat hari yang lalu jika ada yang tidak relevan tolong kamu revisi kembali ." ucap Amin
"Baik , kalau begitu saya permisi dulu ." pamit Direktur Adi yang di anguki dengan sopan oleh amin . Setelah menutup pintu Amin kembali duduk di kursi kerjanya . Tanpa ia sadari waktu berputar dengan cepat waktu pulang kerjapun telah tiba .
Amin segera membereskan berkas berkas yang berserakan di mejanya . Setelah selesai ia memeriksa emailnya berjaga jaga kalau ada tugas baru untuknya . Setelah memastikan kotak masuk kosong , amin segera mematikan komputernya dan bersiap untuk meninggalkan ruangan .
Sampai di depan pintu tanpa sengaja Amin berpapasan dengan King yang berjalan di ikuti oleh Haris di belakangnya
"Sudah mau pulang ." tanya king dengan suara datarnya .
Amin ingin menganggukkan kepalanya ,tapi ia urungkan karena ingat akan permintaan Uti Aisyah tadi , ia ingin membicarakan ini dan bicara dengan jelas pada king .
"Apa bisa saya minta waktunya sebentar saja ." ucap Amin .
King melirik ke pada Haris memberi kode pada nya , Haris paham dan undur diri terlebih dahulu .
"Pergi ke ruangan ku ." ucap king dan pergi berjalan lebih dulu dan amin jalan mengikutinya dari belakang .
Setelah amin masuk ke dalam ruanganya King segera mengunci pintunya .
__ADS_1
"Apa yang ingin kamu bicarakan ." tanya king .