
Amin terkejut melihat seorang pelayan yang masuk ke toilet menemuinya .
"Nona , presdir King masih menunggu anda di dalam ." ucap pelayan itu .
"Terimakasih , saya akan segera keluar ." ucap Amin , pelayan itu mengangguk kemudian pergi meninggalkan toilet .
Amin sekali lagi menatap pantulan wajahnya di cermin . Sudah beberapa tahun ia tidak ada waktu untuk berdandan . Tapi tidak ia sangka saat berdandan ia masih dapat tampil seperti ini .
Drt....Drt..
Amin mengeluarkan ponselnya yang berdering , mata nya membola melihat panggilan itu datang dari King . Ia hanya berdecak tidak berani mengangkat atau pun menolak , ia hanya segera keluar dari toilet .
Keluar dari toilet Amin ingin segera sampai ke depan , tapi karena terlalu terburu buru dan kurang memperhatikan jalanan , salah satu kakinya tersandung anak tangga .
Beruntung di depan nya ada seseorang hingga tidak jadi terjungkal. Tapi orang yang di depan nya lah yang terjerembab ke lantai karena terdorong olehnya . Bukan satu orang yang jatuh tapi dua orang .
"Maaf ..maaf aku tidak sengaja ." ucap Amin sambil mengulurkan tangan nya untuk membantu orang itu , dan ternyata orang itu seorang wanita dan pria . Pria yang terjatuh sudah bangkit duluan juga akan membantu wanita itu bangkit , tapi wanita itu memilih untuk bangkit sendiri ,dia ingin segera memarahi orang yang telah mendorongnya .
Kedua alis wanita itu seketika menyatu ,saat melihat siapa wanita yang telah mendorongnya ,bukan hanya wanita itu yang terkejut tapi pria di sampingnya juga .
"Amin ." teriak kedua orang itu .
Amin merasa dunia benar benar sangat sempit . Di antara banyak orang yang tinggal di ibu kota , bisa bisa ia masih juga bertemu dengan pasangan yang penuh dengan drama itu .
Pasangan Amanda dan Ridwan ." Amanda , Maaf aku tidak sengaja ." Amin tidak berniat mencari masalah sehingga ia cepat meminta maaf .
Tapi ternyata Amanda tidak mau menerima apapun alasan nya ." Tidak sengaja , kamu pasti dengan sengaja melakukan nya .? Kamu irikan melihat aku berjalan beriringan dengan Ridwan ,kan ? Dia sekarang suami aku ."
Amin tersenyum acuh tidak acuh ." kamu ingin mengatakan berapa kali., sejujurnya aku tidak perduli ."
"Teruslah berbohong , Aku tau kamu pasti merasa kesal , benar bukan ." saat itu juga datang seorang wanita paruh baya mendekati mereka , Amanda , Ridwan bahkan Amin sendiri juga menatap kedatangan wanita itu .
"Apa yang terjadi di sini . Kenapa kalian ribut ." tanya wanita itu .
__ADS_1
Amanda melirik amin sekilas dan tak lama kemudian tersenyum mengembang .
"Mama ." panggil Amanda , mata Amin tak lepas dari sosok wanita paruh baya itu . Dia adalah silvia mama kandung Ridwan .
Saat Silvia menatap Amin kerutan di keningnya semakin jelas , dia juga terkejut .
"Aminah ." kerutan di kening dan ekspresi terkejut di wajah silvia dengan cepat berubah menjadi biasa saja .
"Aminah , sekarang Ridwan dan Amanda sudah menikah . Mereka juga sudah memiliki Anak . Kamu bukan tipe wanita perusak rumah tangga orang kan .? ." ketus Silvia .
Ada ketidak sukaan yang di tunjukan silvia kepada Amin secara kentara . Amin hampir tidak percaya , wanita yang dulu begitu yang ia kenal delapan tahun yang lalu , wanita yang lembut penuh kasih sayang kini berubah menjadi seperti ini .
Amin tersenyum samar ." bibi tenang saja , aku tidak akan merusak kebahagiaan mereka ." jawab Amin .
Amin menundukan wajahnya sambil mengepalkan tangan nya . Hatinya benar benar berkecamuk . Tapi entah dari mana datangnya . Tiba tiba muncul sebuah tangan memeluk pinggangnya . Amin mengangkat wajahnya , matanya membulat melihat siapa pemilik tangan itu .
"Presdir King ." bisik Amin .
" Pres presdir King ,Kenapa kamu ada di sini ." Ridwan bertanya dengan nada terkejut .
"Sampai kapan kamu akan membuatku menunggu mu , hemm ? ." tanya King .
"Sudah selesai , Ayo pergi ? ." ajak Amin sambil melingkarkan tangan nya di pinggangnya tanpa di minta . Tentu King terkejut dengan sikap aktip amin yang benar benar di luar kebiasaan nya .
Silvia menelisik King dari atas hinga bawah sejak King datang , King memakai jas yang kelihatan mahal tapi tidak ada merek khusus , dia mengira King hanya pegawai kantoran biasa.
" Aminah , apa dia pria baru kamu .? ."Ridwan terkejut mendengar pertanyaan ibunya , mata nya membulat sempurna .
"Mama ." panggil Ridwan .mengingatkan ibunya sambil menggelengkan kepalanya . Tapi siapa yang mengira Amin akan memberikan jawaban .
"Bibi sudah melihat sendiri bukan . Jadi bibi tidak perlu takut , kalau aku akan merusak rumah tangga putra bibi ."
Silvia diam beberapa saat , kemudian menunjuk amin dengan marah .
__ADS_1
"Bagus sekali , jika begitu . Aku tidak perlu khawatir rumah tangga orang lain akan kamu rusak juga ."
"Mama ." suara Ridwan tertahan , lagi lagi Ridwan memberi peringatan kepada Silvia agar diam .
"Kenapa kamu masih membela nya ? Yang mama katakan tidak salah kan ." Amanda ikut protes dan membela Silvia .
Silvia mengangguk ." benar apa kata Amanda , Amanda adalah istrimu seharusnya kamu membela nya bukan membela wanita seperti itu ."
"Cukup Ma , dan kamu amanda ,diam !."Ridwan yang sebelumnya beeusaha mengingatkan mama dan istrinya dengan kesabaran , kini tak dapat lagi bersabar dan berakhir membentaknya hingga mereka berdua diam .
Amin hanya bisa menggelengkan kepala dengan sabar menyaksikan kembali Drama pertikaian ini . Kemudian ia mengangkat wajahnya menatap mata King mengajaknya pergi .
"Ayo kita pergi ." king terseyum dan menatap ke arah silvia .
" Nyonya Rojak , apa kamu mengenal saya , Tapi seingat saya yang jadi perusak rumah tangga , "king hanya menunjuk silvia
"Siapa istri tuan abu Rizal Rojak yang sebenarnya , dan siapa Ayah kandung dari anak anak Rey safitri yang sebenarnya kamu juga taukan ." seketika silvia terhuyung ke belakang .
King tersenyum dan kembali menatap Aminah sambil memeluk kembali pinggang Amin ." Baik kita sekarang pergi dari sini ."
Ridwan menatap kepergian King dan amin yang kian menjauh dari tempatnya berada . Tatapan matanya fokus pada tangan King yang melingkar di pinggang Aminah begitu mesra .
Panas , marah kesal kecewa bercampur aduk menjadi satu . Dirinya yang telah perpacaran selama enam tahun dengan nya tidak pernah sekalipun melakukan itu , apalagi menyentuh hanya ada kontak fisik sebatas jari tangan saja .
Tapi malam ini Amin membiarkan pria lain merangkul pinggangnya .
Amanda menyadari ke mana arah tatapan Ridwan dan ia menghentak kan kakinya dengan kesal .
"Ridwan , sebenarnya siapa istri kamu , kenapa kamu malah memperhatikan dia bukan aku . Aku yang telah melahirkan seorang anak untuk kamu ."
"Kalian berdua tau apa , kalian berdua telah menghancurkan masa depan Rojak kontruksi secara berlahan lahan tau ." ucap Ridwan .
"kenapa.kalian tidak mau dengar peringatan dari aku ." tambah Ridwan .
__ADS_1
"Dia sebenarnya siapa , yang Amanda katakan tidak salah , selama beberapa tahun ini dia berusaha untuk menjadi istri yang baik untukmu . Tapi kamu malah perlakukan dia seperti ini., ini tidak adil tau ." ucap Silvia .