
Amin menatap kotak coklat yang ada di tangannya ."Aku tidak tau apakah ini akan berhasil , Apa dia mau menerimanya ."
"Nona kita sudah sampai , Apa benar ini lokasinya ." tanya sopir taxsi pada Aminah .
"Ya benar , ini tempatnya pak ." ucap Amin sambil menyahut tasnya dan turun dari taxsi .
"pak , kamu tunggu aku sebentar ya ." pesan Amin sebelum melangkah pergi .
"Iya Non ."
Amin melangkah menuju ke pintu gerbang tepatnya pos keamanan .
"Saya ingin bertemu dengan presdir king . Bisa tolong buka gerbangnya .?." ucap Amin .
Dua penjaga keamanan yang sudah mengenal Amin , sebagai satu satunya wanita luar yang pernah memasuki Villa mustahil tidak mengingat nya .
"Maaf nona , tapi Tuan muda belum pulang ." jawab salah satu penjaga membuat kening Amin mengerut .
Padahal sudah jelas King meninggalkan kantor lebih awal tapi sekarang belum sampai si villa .
"Saya punya urusan yang penting dan ingin bicara dengan presdir king ." Amin mengira mereka dapat perintah dari king untuk mengatakan kalau dirinya belum pulang .
"Sekali lagi mohon maaf Nona . Tuan muda benar benar belum pulang ." kedua satpam itu bingung karena King memang belum pulang .mereka juga tidak tau harus bilang apa karena Amin memaksa masuk karena seakan tidak percaya .
"Jika begitu bisa panggilkan bibi Idah ." harapan terakhir Amin jatuh pada Bibi Idah . Mungkin Bibi idah akan bisa membantunya .
Satpam yang memanggil Bibi Idah telah mengatakan terlebih dahulu apa tujuan Amin . Bibi Idah segera datang menghampiri Amin .
"Nona Amin , benar tuan muda seharian ini belum pulang ." jawab bibi Idah . Amin tidak lagi memaksa mereka dan mengeluarkan ponselnya dan menghubungi nomor kontak King . Tapi semua sia sia King tidak mengangkat panggilan nya dan mengabaikan nya begitu saja .
Amin tersenyum kecut dan menatap kotak cokelat di tangan nya .mulai dari penjaga dan bibi Idah mengatakan hal yang sama , kalau King belum pulang . Ketika mencoba menghubunginya dengan sengaja tidak mau mengangkatnya .Dan panggilan nya di abaikan begitu saja .
Bukankah ini sama saja ,tidak mau lagi berbicara atau bertemu lagi dengan nya seakan terasa di usir . Sangat jelas kalau dia tidak mau bertemu dengan nya .
"Naona Amin apa kamu baik baik saja ." tanya bibi Idah menyadarkan Amin dari lamunan nya .
__ADS_1
Amin tersadar dari lamunan nya , ia segera menyodorkan kotak coklat itu pada bibi idah dan segera pergi meninggalkan villa King .
"Tolong berikan ini pada presdir King , katakan padanya , saya minta maaf ."
Bibi idah sedikit bingung melihat raut wajah Amin yang kelihatan murung .
"Nona Amin...
Panggilan bibi Idah tidak terdengar oleh Amin karena Amin sudah masuk ke dalam taxsi dan taxsi juga telah bergerak meninggalkan tempat . Tapi tatapan bibi Idah terpaku pada mobil pajero hitam yang bergerak mencurigakan mengikuti taxsi yang di tumpangi oleh Amin
"Kenapa mobil hitam itu mengikuti taxsi yang di tumpangi oleh nona Amin ? Atau hanya kebetulan ." bibi idah mengelus dagunya tampak curiga .
"Bibi idah , ada telepon dari Tuan muda ." teriak seorang asisten rumah tangga dari teras .
Bibi idah menggelengkan kepalanya menghalau pikiran buruk di otaknya ." mungkin hanya mobil yang sama sama melintas ." batin bibi Idah .
"Bibi Idah ." seru asisten itu lagi .
"Ya aku datang ." Bibi Idah sekali lagi menatap kotak dari Amin yang ada di tangan nya .ia sebenarnya juga penasaran dengan isinya . tapi juga tidak berani membukanya .karena itu khusus untuk Tuan mudanya .
Sementara di sisi lain sopir taxsi yang membawa Amin merasa ada mobil yang mengikutinya . Sopir taxsi curiga dan bertanya pada Amin .
"Nona , Apa kamu mengenal mobil yang ada di belakang kita , sepertinya dia mengikuti kita sejak meninggalkan Villa ."
Amin mencoba untuk menoleh ke belakang untuk melihat mobil yang ada di belakangnya , Amin mengerutkan keningnya ia seperti familiar dengan mobil itu tapi ingatan nya masih samar .
"Tidak pak , aku tidak mengenali pemilik mobil itu , tapi mungkin saja dia kebetulan juga akan melintasi jalan yang sama dengan kita ." jawab Amin masih berpikiran positip .
"Atau kita coba mengambil jalan lain pak ." tambah Amin . Sopir Taxsi mengerti dengan apa yang di maksud oleh Amin . Dia mencoba mengambil jalur lain yang agak jauh , tapi anehnya mobil itu masih saja mengikuti nya . Hal ini membuat Amin semakin takut hingga wajahnya membeku .
" pak coba putar balik , kalau mereka masih mengikuti kita ,berarti mereka penguntit atau seseorang yang ingin mencelakai aku ."
"Non ." sopir taxsi merasa kasihan melihat wajah Amin . walau sebenarnya sekarang mungkin nasib mereka sama dalam bahaya .
Supir taxsi mengikuti arahan Amin . Ia segera memutar haluan ke jalan utama tapi mobil hitam itu masih terus membuntuti kemana saja mereka pergi .Amin semakin panik dan wajahnya berubah menjadi pucat .
__ADS_1
" Nona , mereka pasti memiliki niat buruk kita harus melapor polisi ." ucap sopir taxsi .
Amin segera mengeluarkan ponselnya . Ia segera menghubungi kantor polisi setelah sambungan di angkat raut wajah amin berubah bahagia merasa mendapat harapan .
Tapi jawaban dari kepolisian tidak sesuai dengan harapan .
"Nona dengarkan saya , nona harus tenang coba ceritakan apa yang terjadi dan posisi nona sekarang ada di mana ." tanya dari anggota kepolisian .
Akhirnya Amin menceritakan semua yang dia alami dan ia telah lakukan juga mengatakan posisi dia sekarang .
Tapi tanggapan dari anggota kepolisian tetap menyuruh ?elakukan apa yang telah dia lakukan tadi untuk menjauhi mobil yang sedang mengikutinya .
" nona bagaimana ." tanya sopir taxsi di mana tangannya sudah gemetar memegang kemudi dan mulai berkeringat . Amin mengeratkan gigi giginya , tanpa basa basi dan membuang lebih banyak waktu , Amin langsung mematikan telepon nya . Karena merasa sudah tidak memiliki harapan .
Amin kembali menggeser kontak nomor yang ada di ponselnya hinga melihat nama kontak terakhir swbagai harapan nya .
"King...
Tut...tut...
Ponsel berdering satu kali., dua kali...hingga tidak satu pun panggilan nya yang terjawab . Amin menoleh ke belakang melihat mobil itu semakin mendekat .
"Ayolah ! Kenapa kamu tidak mau menganggkatnya .? Gumam Amin sambil tangan nya menekan tombol beberapa kali tapi naas semua berakhir sama .
"Nona ." panggil sopir taxsi .
"Ayo pak lebih cepat lagi ." ucap Amin kembali menatap sopir taxsi .
"Ini sudah maksimal nona , di tambah mobil ini juga sudah sangat tua . Tidak akan bisa di bandingkan dengan mobil di belakang itu ."
Brak...
Sopir taxsi baru berhenti bicara mobil hitam di belakangnya telah menghantam body mobil belakang .beruntung nya sopir taxsi memiliki skil mengendarai mobil yang bagus . Jika tidak taxsi dia sudah akan terpelanting menabrak pembatas jalan .
Mungkin karena jalan yang mereka lewati adalah kawasan yang sepi dan jarang ada kendaraan umum yang lalu lalang , maka mobil hitam itu mulai mempunyai keberanian memberikan serangan .
__ADS_1
memang satu kali dua kali serangan sopir taxsi masih bisa menghindar dan mengendalikan mobilnya . tapi karena serangan dari belakang yang semakin keras dan membabi buta , taxsi berputar 136 derajat dan menabrak pembatas jalan .