REY (ISTRI KEMBAR CEO  1 )

REY (ISTRI KEMBAR CEO 1 )
59 ,kamu jual dan aku membelinya .


__ADS_3

Amanda tidak langsung menjawab pertanyaan Amin . Ia malah menatap amin dengan tatapan sinis .


"kenapa kamu mengatur aku ! ,ini tempat umum ? Siapapun bisa datang kemari .


Amin hanya diam menanggapi ucapan Amanda . Siapa yang tidak tau tentang hal itu . Tentu saja restoran adalah tempat umum , tapi pertanyaan Amin bukan tentang hal itu .melainkan maksud kedatangan Amanda menemui dirinya .


Sebenarnya dulu mereka pernah berhubungan sangat dekat dan bersahabat , tapi sekarang semua telah berubah .mereka tidak harus saling menyapa dan bersikap seperti orang asing . Dengan begitu tidak akan tercipta sebuah masalah .


Amanda menarik cincin pernikahan nya dari jari manisnya dan ia letak kan di atas meja makan amanda , memang dasar nya amanda menemui Amin untuk mencari masalah . Dengan merubah ekspresi wajahnya sesedih mungkin .


"Amin Aku tau kamu dan Ridwan dulu adalah sepasang kekasih , tapi sekarang Ridwan telah memilih untuk bersamaku , dan kami juga sudahbmempunyainseorang anak berusia empat tahun . Dan aku berharap kamu menjauh dari Ridwan , jangan lagi datang di kehidupan kami ." ucap Amanda .


Amin tidak mengerti kenapa amanda tiba tiba mengatakan hal itu ." Amanda , sepertinya kamu sakit , semua itu sudah berlalu dan aku..-


"Aku dan kamu sama sama wanita , bagaimana kamu bisa sekejam itu ." Amin melotot mendengar ucapan nya di potong dan amanda mengucap kan kata kata fitnahan . Yang mungkin akan semakin mengompori Reni yang sudah menilai rendah dirinya sejak awal .


Amanda mengunakan kemampuan nya untuk berakting , untuk menarik perhatian pengunjung restoran .tentu saja tangisan seorang wanita yang seakan akan tertindas , dapat menghasilkan simpati semua orang . Setiap mata yang ada di meja makan restoran lantai satu menatap ke arah Amin semua . Tatapan mereka sinis dan mulai berbisik bisik tetangga .


"Lihatlah penampilan nya saja yang culun , siapa tau dia seorang pelakor , penggoda laki laki orang . Kasihan wanita cantik itu ."


"Ia , pasti suami wanita cantik itu , pasti mempunyai kelainan mata ."


"Ya mungkin dia memakai susu , kita sembur saja pakai air jampi jampi ."

__ADS_1


"sabet aja pakai daun kelor , si sembur menjijikan ."


Banyak celotehan celotehan para pengunjung restoran yang mengelitik perut amin yang ingin tertawa ,bukan nya marah .


Semua pengunjung dafi ibu ibu muda sampai pada paruh baya semua sedang mengatai Amin .mereka yang tidak tau kebenaran nya semua ikut berkoar koar seolah tau segala .


Reni sudah tidak bisa duduk dengan tenang . Dia sudah menahan untuk tidak mengatahan sesuatu hal yang buruk tentang Amin di hadapan nya langsung . Tapi setelah mendengar ucapan Amanda ia tidak bisa bertahan lebih lama .


"Amin , aku tidak menyangka kalau kamu begitu hina . Kamu tidak hanya menggoda presdir tapi kamu juga menggoda suami orang lain . Aku benar benar merasa jijik duduk di sini , aku pergi ." ucap reni kemudian pergi meninggalkan amin dan amanda .


Dia tidak perduli dengan Amin yang di tatap hina oleh semua orang .Linda yang di tinggalkan juga tidak tau harus berbuat apa .


"Amin maaf , karena aku tadi bersama Reni jadi saya juga pergi dulu ." ucap Linda masih dengan sopan dan perasaan menyesal.


Amanda tersenyum puas melihat keadaan Amin yang sangat buruk . Ia mengambil cincin pernikahan nya dan hendak pergi .tepat saat itu Amin sudah berdiri di sampingnya dan menahan tangan nya amanda .


"Kamu mau kemana , minuman nya baru saja datang ." ucap Amin menatap amanda yang baru saja melangkah satu langkah .


Amanda membalik kan badan nya menatap Amin ." Ada apa lagi , bukankah ....aukh..." kalimat amanda mengantung dan terkejut .


Amanda terkejut tiba tiba amin menguyurkan jus jeruk ke seluruh badan nya . Baju putih yang ia pakai sudah tidak putih lagi . Ada bercak dan garis berwarna orange .


Saat itu waktu terasa berhenti , semua terkejut dengan apa yang terjadi , suasana menjadi hening seketika . Sepersekian detik semua melotot kepada Amin .

__ADS_1


"Amin! apa yang kamu lakukan ? Pakaian aku sangat mahal ...kamu ." Amanda meraih tisue di meja dengan membabi buta , berusaha menghilangkan jejak noda di bajunya .


Sialnya noda jus jeruk di pakaian putih akan susah di hilangkan .


"Kamu jual kan , dan aku membelinya ,di mana kesalahan aku . Dan ingat , kamu yang merusak hubungan aku dengan Ridwan . Bagaimana kalian bisa punya anak dari Ridwan .kamu juga jual ....hehh ." amanda menajamkan tatapan nya pada Amin .


"Ok aku tidak akan ungkit . Tapi aku bukan tipe orang yang membuang uang dengan percuma . Karena makanan dan minuman ini sudah saya bayar dan tidak ada yang memakan nya . Jadi sayang jika minuman nya tidak di habiskan ." ucap Amin dengan cepat ia menuang kembali swgelas jus ke baju Amanda . Dan langsung mengambil tasnya dan pergi meninggalkan amanda dengan senyum puas .


Amin tidak perduli dengan penilaian orang lain , baginya orang yang tidak berkepentingan tidak akan bisa melukai perasaan nya . Sementara amin pergi membayar pesanan nya yang tidak ia makan . Amanda masih shock sambil mengepalkan tangan nya .


"Amin , aku tidak menyangka kamu benar benar jahat ." teriak Amanda .wajahnya agak memerah , giginya gemeretak dengan menatap ke arah pintu di mana Amin berjalan semakin jauh .


Di salah satu meja di sudur ruangan restoran lantai satu , ada seorang pria dengan wajah oriental sejak tadi menyaksikan apa yang terjadi .swulas senyum menghiasi bibirnya semakin lama semakin melebar ..


"Tidak aku sangka wanita itu punya nyali yang sangat besar . Aku pikir dia hanya berani mengumpat orang dari belakang ." ucap pria itu yang tiada lain adalah King .king juga kebetulan sedang menikmati makan di restoran itu . Dan ia juga tidak menyangka akan bertemu dengan Amin di restoran itu .


Lebih tidak di sangka lagi ada nya kejadian yang tidak terduga . Dan dengan keberanian nya dia bisa melawan balik tindakkan wanita lain telak di dasar hatinya . tindakan nya seperti belati yang membeset kulit wajah wanita itu yang mungkin tidak mempunyai muka untuk menghadapi para pengunjung .


King mengira kalau amin hanya bisa mengumpat di belakang . Karena semalam setelah mengantar Amin King sempat mendengar umpatan Amin untuk dirinya .walau mobil sudah melaju tapi King masih mendengar umpatan Amin walau samar di telan oleh derasnya hujan . Mengingat itu semua tanpa sadar King tersenyum kembali .


Haris yang berada di samping King merasa terkejut melihat Tuan nya tersenyum , Haris sampai mengedip ngedipkan matanya tidak percaya bisa melihat tuan nya tersenyum .


"Oh my good ." Ya Alloh apa hamba sedang bermimpi , tuan saya tersenyum ." gumam Haris dalam hati .

__ADS_1


"Sepertinya sebentar lagi , keluarga samudra akan benar benar mempunyai Nyonya besar ."tambah Haris .


__ADS_2