REY (ISTRI KEMBAR CEO  1 )

REY (ISTRI KEMBAR CEO 1 )
65 , Pria malam itu .


__ADS_3

King memejamkan matanya nya sejenak sambil mengambil nafas panjang . Tiba tiba ia merasakan ada sepasang tangan memeluk dari belakang .seketika King membuka matanya .


"Siti aminah ? Apa kamu mencoba mencari kesempatan .?


Amin yang saat itu sedang fokus memijit King . Merasa kesulitan menjangkau punggung king , karena terhalang oleh sandaran kursi kerja king yang terlalu tinggi . Dia pun berinisiatif untuk jinjit .


mungkin karena amin yang juga memakai heels dengan posisi tidak seimbang sehingga membuat Amin terjungkal kehilangan keseimbangan .


Merasa dirinya akan jatuh Amin hanya ingin mencari pegangan dan tidak taunya tanpa sengaja , ia malah memeluk King dari belakang .


"Ma..maaf pak , saya tidak sengaja ." jawab Amin dan segera menarik tangan nya .


King juga terdiam , tidak bicara dalam kurun waktu yang lama .Amin yang tidak bisa melihat raut wajah King ,mengira King sedang marah .


"Celaka ...celaka...celaka , aku harus mencari cara untuk membujuknya ." ucap amin dalam hati .Dan saat itu pula King membuka suara .


"Karena tidak sengaja ,maka lanjutkan pijitan nya ." ucap King .mendengar ucapan king membuat amin termenung beberapa saat . Dan kemudian amin menghela nafas lega . Amin segera melanjutkan pijitan nya untuk king , seperti tadi.


"Mungkin ngak ada Bos aneh selain Bos aku ini , ingin pijit tidak panggil tukang pijit profesional , malah panggil aku ,memang aku kelihatan seperti tukang pijit apa ,di mata dia " amin mengedumel dalam hati sambil memijit bahu king kanan dan kiri secara bergantian .


Hingga pandangan amin terhenti pada tengkuk king yang ada sebuah tato .kening amin mengkerut tiba tiba hadir bayangan seluit seseorang dalam pikiran amin .


"Pria malam itu ? ." amin menelan ludahnya kasar , tiba tiba dada amin bergemuruh . Dia tidak mungkin melupakan kenangan malam itu , seorang pria yang datang ke kamarnya , yang entah dari mana datang ke kamarnya dan menghabiskan malam dengan nya .


Walau pada saat itu Amin sudah terpengaruh oleh bau alkohol yang di minum oleh pria itu . Walau dalam keadaan setengah sadar amin masih mengingat bayangan sosok pria itu ada jelas di otaknya . Walau tidak seluruhnya .


Tapi yang sangat jelas adalah tato sepasang sayap yang tergambar terbalik di punggung King .


"Kenapa kamu berhenti , aku belum menyuruh kamu berhenti ." ucap King .

__ADS_1


Suara King menyadarkan lamunan Amin .dengan spontan amin kembali memijit . Walau perhatian nya terbagi dengan tato milik king .


"Mungkinkah pria empat tahun yang lalu adalah dia ."pikiran amin semakin kacau .sambil memijat ia berusaha mengintip tato di punggung King lewat celah kemejanya . Tapi sialnya King memakai kaos dalaman lagi .


"Oh! Aku tidak bisa memastikan karena kaos dia menghalangi ."tanpa Sadar amin bergumam .


King mengerutkan kening saat mendengar gumaman amin , walau kedengaran sangat pelan .tapi mulut amin begitu dekat dengan telinga King. Sehinga tidak susah bagi King untuk mendengarkan itu .


"Apa kamu ingin , aku melepas bajuku ." tanya king sambil menaikan alisnya .


Dengan tanpa sadar amin mengiyakan ucapan King ." Benar kaos ini harus di lepas , biar semua kelihatan dengan jelas ." jawab amin .


Sekali lahi King mengerutkan alisnya ." Siti aminah ! Apa kamu sedang ingin menggodaku ? Tanya King .


"Menggoda ? ." sekarang Amin benar benar sadar , ia segera menarik tangan nya dari bahu King dan mundur ke belakang satu langkah .


"hanya ." King memutar kursinya menghadap ke arah amin.


Amin semakin gugup dan mulai memegang kaca matanya , sambilberpikir ." saya hanya ....hanya berpikir , memijat akan lebih maksimal. Jika melepas pakaian nya . Karena pakaian terlalu tebal ..


King mengerutkan alisnya kembali ." Benarkah ? Jadi siapa yang harus melepas pakaian nya ? Aku , kamu atau kita berdua .?


Wajah amin langsung memerah mendengar kalimat King .mulutnya berkedut tak mampu berbicara .


Diam diam king mengulum senyum ,melihat amin yang menundukkan wajahnya kelihatan sangat menarik .tepat saat itu terdengar suara ketukan pintu . King berdiri dari tempat duduknya .


"Nanti kita bicarakan lagi , siapa yang harus melepas pakaian , sekarang aku ada urusan harus pergi dulu ." ucap King sebelum melangkah keluar dari ruangan nya .


Amin mengankat wajahnya yang memerah setelah King melangkah pergi meninggalkan dirinya seorang diri

__ADS_1


"Dasar Bos gila . Siapa juga yang akan membahas siapa dan siapa yang harus lepas pakaian denganmu ." amin ingin rasanya menjambak rambutnya sendiri karena . Merasa gemes sendiri .


Dulu ia pernah memenangkan lomba depat , tapi entah kenapa dia malah tidak berkutik kala berhadapan dengan King . Setiap.kali berargumen dengan nya , selalu saja dirinya yang kalah .


Amin menarik nafasnya dengan dalam dalam . Ia melihat jam di tangan nya


." sabar Min , kamu harus fokus ini masih terlalu pagi untuk kamu menjadi gila . Sudah cukup kamu punya bos seperti itu , jangan sampai kamu juga terpengaruh .?


Amin menginggatkan diri sendiri sampai dirinya menjadi lebih tenang. Setelah itu ia menarik kursi King untuk ia taruh di tempatnya dan melangkah pergi meninggalkan ruangan King.


Saat akan keluar tiba tiba Amin teringat lagi akan tato yang di miliki oleh King di punggungnya


"Tidak tidak ...tidak mungkin dia pria malam itu . Ini semua pasti hamya kebetulan saja ." amin berusaha berpikir terbuka , tidak boleh hanya karena melihat tato yang ada di punggung King .yang bahkan bentuknya tidak dapat ia pastikan , ia tidak boleh langsung menunduh King adalah laki laki empat tahun yang lalu .


Jaman sekarang banyak orang memakai tato di anggota tubuhnya dan itu sudah di anggap umum . Dan bahkan mungkin ada ratusan orang yamg memiliki tato ditubuhnya .


Jadi sangat tidak masuk akal , kalau menuduh King hanya karena sebuah tato sebagai laki laki yang telah menghabiskan malam bersamanya empat tahun yang lalu .


Terlebih porsi badan King sekarang kelihatan sedikit besar . Jika di banding dengan pria malam itu . Tapi Amin tetap masih bisa mengingat dengan jelas . Bagaimana pun ia masih bisa mengambarkan sosok pria malam itu meski terlihat samar .


Setelah sampai di meja kerjanya , amin segera mengerjakan banyak kerjaan ,selain urusan internal kantor , Amin juga bertangung jawab untuk menerima telepon yang masuk, dari perusahaan lain yang ingin buat janji temu dengan King .


Jam makan siang tiba , baru amin bisa bernafas lega . Ia segera menuju ke kantin yang ada di lantai dua pulih lima untuk mengisi perutnya .


"eh jangan berdiri di tengah jalan banyak orang yang mau lewat ." suara seorang wanita dengan ketus .


Amin yang akan melangkahkan kakinya saat pintu lift terbuka mengurungkan niatnya dan menoleh ke belakang .awalnya wanita itu tidak mengetahui kalau yang berdiri itu adalah Amin .


" oh kamu to , aku kira siapa , pantas saja begitu angkuh....

__ADS_1


__ADS_2