
"Pres ...presdir King ? Amin menjauhkan ponselnya dari telinganya ia melihat rangkaian nomor yang tertera di layar ponselnya .
"Aneh bukan nya nomor presdir King sudah saya simpan .kenapa ada nomor baru masuk dan jelas itu suara presdir King , apa yang terjadi ." gumam Amin .
"Siti aminah , aku bicara di sini , apa kamu dengar ." teriak King dari sebrang .
Amin terlonjak kaget dengar teriakan King .ia segera mendekatkan ponselnya ke telinga ." I iya presdir King ,saya mendengarnya .? " jawab Amin .
Sebenarnya Amin ingin berteriak pada pria itu ,hari ini adalah hari libur dan sudah seharusnya ia bersantai , tapi Bosnya malah masih menelpon nya .
"Apa ada hubungan nya dengan kerjaan kantor ." gumam Amin . Amin sebenarnya sangat untuk ingin sebenarnya ia menolak tapi ia tidak berdaya .
"Aku sebenarnya hanya ingin memberi taumu , kalau bonus pertama kamu sudah aku transfer , coba kamu cek dulu sudah masuk apa belum ." ucap King .
Setelah mengatakan itu king segera mematikan panggilan nya . Sementara Amin masih terpaku di sana , ia masih belum mengerti dengan ucapan King .ia benar benR di buat linglung .
"Bonus ."
Amin segera membuka E-banking miliknya . Sedetik kemudian bola mata amin hampir keluar , ia melihat laporan notifikasi mutasi terakhir saldo rekeningnya bertambah lima juta .
"Ini nyata , aku tidak mimpikan ." amin masih belum percaya dengan apa yang ia lihat . Dia me- refresh kembali E-bankingnya dan menelitinya sekali lagi ,tapi hasilnya tetap sama . Hati amin benar benar bahagia .ia mendapat bonus walau ia bekerja belum ada satu bulan . Wajah Amin berubah berseri seri .
"Ini bonus pertama aku kerja ." tanpa sadar Amin sedikit berseru dengan kencang ,membuat ibu ibu yang tidak jauh darinya menoleh ke arahnya. Amin pun berdehem dan kembali duduk di tempat duduk nya .
"Tidakku sangka ternyata Bos anngkuh aku itu ternyata Royal juga . Seharusnya ini adalah bonus aku untuk presentasi kemarin "gumam Amin .
__ADS_1
Dari awal amin sudah tau kalau membawakan presentasi materi dalam akan mendapatkan bonus , tapi karena kemarin ia tidak enak badan jadi ia melewatkan semua ini . Tapi siapa yang mengira kalau dia masih mendapatkan bonus itu .
"sepertinya ini jawaban dari masalah aku., uang ini aku harus menggunakan sebaik mungkin ." amin tersenyum begitu manis .dia yang tidak memakai kaca mata dan menyanggul rambutnya , saat seperti bekerja , dia kelihatan lebih cantik dari biasanya .
"Aku harys mentranfer sebagian uang ini untuk yulia . Aku berhutang tetap harus membayar walau yulia tidak menghutang kan uang itu , aku tidak boleh memanwaatkan kebaikan mereka selama ini padaku ." amin tidak akan pernah melupakan hutangnya .
Amin mentranfer uang kepada yulia sebesar dua jta . dan mengirim pesan kalau akan mencicil sisa nya secara bertahap. Ia tidak mau menelpon kalau menelpon yang ada hanya perdebatan .
Setelah membayar sebagian dari hutang kecilnya Amin merasa sangat lega .ia mengeluarkan sebungkus popcron dan memakan nya .
Saat itu ada seorang laki laki yang datang mendekat dan menyapanya .
"Amin , kebetulan sekali kita bertemu di sini , apa yang kamu lakukan di sini ." tanya laki laki itu pada Amin .
"Ridwan .? " Apa yang kamu lakukan di sini , di sana masih banyak tempat untuk duduk . kalau kamu ingin duduk carilah tempat duduk yang lain ." ucap Amin dengan ketus .
Namun Ridwan seolah tidak mendengarkan ucapan Amin . Dia tetap bersi kekeh duduk di sebelah Amin .
"Amin , sungguh aku minta maaf atas sikap Amanda dua hari yang lalu . Aku tidak tau bagaimana dia bisa datang dan mengacaukan semua nya .tapi aku sudah memperingatkan nya , dan sudah dua hari juga aku tidak bicara dengan nya , sejak kejadian itu ." ucap Ridwan .
Amin berusaha mencerna apa yang di katakan oleh Ridwan . Dia mengira ucapan amanda kemarin hanya lah alasan yang di buat buat saja .tapi setelah mendengar apa yang di katakan Ridwan barusan dari mulut Ridwan sendiri .
Ternyata memang itu terjadi dan Amanda mencari masalah dengan nya , karena sikap Ridwan . Dengan kejadian ini Amin semakin kuat ,ingin menjaga jarak dengan Ridwan kalau bisa tidak perlu bertemu kembali .
"sebaiknya kamu pergi dari sini , jangan buat masalah lagi . Satu lagi perlakukan amanda layaknya seorang istri , karena dia wanita pilihan dan tujuan terakhirmu menemani sisa hidupmu ." ucap Amin . Amin mencoba untuk mengusir Ridwan ,tapi Ridwan tak bergeming .
__ADS_1
"Amin..aku..sudah katakan aku dan dia sebuah kesalahan , bukan keputusan , dan aku juga sudah menginggatkan amanda agar tidak menganggumu lagi , jadi dia tidak akan pernah menemuimu , kalau lah bertemu kalau bisa aku suruh dia untuk menghindar ." jelas ridwan .
Amin diam diam tertawa mencibir , ingin rasanya ia mengatakan pada pria itu kalau kemarin istrinya , baru saja datang mencari masalah dengan nya .mungkin dengan begitu dia akan kehabisan kata kata . Amin tau bagaimana sifat amanda cantik di depan ,arogan di belakang .
Tapi dengan melihat beberapa kali kejadian yang telah berlalu , tidak mungkin amin mengatakan kejadian kemarin . Yang ada Ridwan akan mengancam dan memarahi amanda lagi . Dan ujung ujungnya Amanda akan mencari masalah lagi dengan dirinya .
Amin berpikir semua masalah yang terjadi merupakan sebab dan akibat ."akulah penyebabnya dan aku juga yang menanggung akibatnya ." oleh karena itu amin memilih untuk diam .
"jika kamu menginginkan tempat duduk ini maka silahkan , saya yang akan pergi ." ucap Amin sambil meraih tasnya .
"Tunggu amin ." dengan cepat Ridwan meraih lengan Amin .
"kenapa -...
"Mama ..num ...tutu " kata kata Ridwan terhenti oleh suara cadel anak kecil memanggil mama , dari arah wahana permainan sedang berlari ke arah mereka , dengan wajah yang merona mengingginkan botol susu .
Tentu saja kedatangan anak kecil itu membuat Ridwan dan Amin mematung . Terkhusus Ridwan , dia sangat penasaran dengan sosok anak laki laki kecil itu .
"Amin , siapa anak itu ." tanya Ridwan . Bibi indah yang melihat Amin sedang bersama seorang pria segera dengan cepat menyusul maxsim .
" Maxsim , ayo ikut nenek beli es krim ." ajak bi indah untuk menarik perhatian Maxsim agar tidak menganggu Amin dan menambah penasaran pria di samping amin .
Maxsim mengangkat wajahnya menatap Bibi indah ." axsim mau bersama mama ,enekkk ." ucap Maxsim dengan suara cadelnya yang gemes , memanjangkan panggilan nenek memberi penekanan kepada nenek nya kalau ia ingin bersama dengan mamanya .
Bibi indah masih berusaha membujuk maxsim ." ia ,kita beli es krim dulu . Nanti mama akan nyusul , jadi maxsim sekarang sama nenek dulu ke kedai es krim itu ya ." ucap Bibi indah .
__ADS_1