REY (ISTRI KEMBAR CEO  1 )

REY (ISTRI KEMBAR CEO 1 )
70


__ADS_3

King dengan di dampingi oleh Amin memasuki ballroom menjadi pusat perhatian .mulai dari tamu yang sedang berdiskusi sambil mencari relasi , Atau tamu yang sedang berdansa di lantai dansa , semua sempontan melihat ke arah pintu .


Yang tau kepribadian King anti wanita dan anti ke pesta , tentu langsung membulatkan matanya tidak percaya melihat secara langsung hadir di pesta yang mereka hadiri .


Namun bukan hanya king yang menjadi fokus utama , tapi juga Amin yang datang mendampingi King , berjalan begitu angun sambil mengaitkan tangan nya di lengan King .


Kecantikan yang murni den proporsi tubuh yang sempurna .tak hayal sebagian besar para tamu undangan bertanya tanya akan identitas amin . , banyak yang mengira kalau Amin adalah berasal dari kalangan artis . Tak sedikit pula yang mengatakan kalau dia seorang model.


"Presdir King di rumorkan tidak pernah dekat dengan wanita , atau pergi ke pesta dengan membawa wanita .malam ini dia datang di temani oleh seorang wanita yang sangat cantik dengan menggandeng tangan nya .


" Apa wanita ini pasangan nya ?.


"Ya dia sangat pantas jadi pasangan presdir King . Dia sangat cantik dan elegan ."


Hampir tidak ada yang tidak komentar tentang amin . Tapi di antara begitu banyak orang yang hadir , hanya Ridwan yang berdiri dengan raut wajah yang kusut .


"Min ? Gumam Ridwan dalam hati .


"presdir Ridwan sepertinya saya harus meninggalkan anda sendirian , saya harus menemui presdir king dulu ." ucap tuan Arnol pada Ridwan .


Setelah itu tuan Arnol meninggalkan Ridwan yang masih termenung di tempat . Dengan langkah lebar lebar tuan Arnol melangkah buru buru menghampiri King .karena tidak ingin King menunggunya lama .


"Presdir King senang rasanya anda berkenan hadir . Saya merasa benar benar terhormat ." ucap Tuan Arnol


King hanya menjawab ala kadarnya dan melirik Amin yang hanya menundukan kepala .


"Apa lantainya begitu menarik hingga kamu terus menatap ke bawah , angkat wajahmu ." ucap King setengah berbisik di dekat telinga amin .


Perlahan Amin pun mengangkat wajahnya . Tapi ia di buat sangat tidak nyaman dengan puluhan pasang mata yang menatapnya dengan lekat . Sungguh , datang ke pesta seorang diri dan datang ke pesta mendampingi seorang Bos adalah dua hal yang berbeda .

__ADS_1


"Presdir King selamat datang , saya sudah menyiapkan ruangan , bagaimana kalau kita bicara sebentar ." ucap tuan Arnol . Ia merasa sangat susah , tidak mudah untuk mengundang King datang ke pestanya .


Tentu saja , tuan Arnol tidak akan melewatkan kesempatan untuk menjalin kerja sama . Tidak perlu banyak , bisa mendapatkan proyek kerja sama satu atau dua , sudah luar biasa .


" Kamu mau tunggu di sini , atau ikut denganku . Aku hanya pergi dengan tuan Arnol sebentar ."ucap King pada Amin . Amin menggelengkan kepala untuk tidak ikut King .


"Di sini saja , kalau ikut takut hanya akan menganggu ."ucap Amin seraya melepas pegangan tangan nya dari lengan King . King segera pergi bersama tuan Arnol sementara pesta tetap berlanjut .


Amin masih tetap menjadi perhatian para tamu undangan yang terbuai oleh kecantikan nya . Tapi tidak ada yang berani mendekat mengingat dia datang bersama dengan King .karena mereka masih menginginkan hidup normal dan tenang .


Amin merasa bosan seorang diri tanpa ada satu orang pun yang ia kenal ." Tidak ada yang bisa aku lakukan di sini ." gumam Amin sambil menatap ke sekeliling , dan memperhatikan beberapa tamu yang sedang berdansa di lantai dansa , dan itu juga tidak membuatnya tertarik .


"Nona ,maaf ada seseorang menitipkan pesan untuk anda ." ucap Waiters yang membawa beberapa macam minuman di nampan nya , menghampirinya sambil menyerahkan sebuah kertas memo untuk Amin .


Amin menyipitkan matanya sambil menatap isi kertas itu ." siapa yang menyuruhmu ." tanyanya .


Bukan menjawab pertanyaan Amin. Waiters itu hanya menyuruh amin membuka dan membaca isi kertas itu .


Amin kembali mengerutkan alisnya dan membuka lipatan kertas itu .dan membaca pesan di sana.


" pergilah ke balkon ."


Amin masih belum mengerti , perlahan ia mengedarkan pandangan nya mencari keberadaan Balkon yang di maksud ,tak lama kemudian ia pun menatap sebuah balkon yang di maksud ,berada tidak jauh dari tempat nya berdiri .


"Siapa sebenarnya yang menulis surat ini ." Amin mulai khawatir , jangan jangan itu surat dari King .l, meski tidak terlalu yakin ,tapi ia harus datang ke sana untuk melihatnya .


Sesampainya di balkon , amin melihat seseorang berdiri di sana membelakanginya .melihat dari seluit tubuhnya amin sudah tau dan yakin ,jikalau dia bukan king , si lihat dari jas yang dia pakai saja sudah berbeda .


"Siapa kamu sebenarnya , kenapa kamu mengirim surat ini pada saya ." tanya Amin .

__ADS_1


Setelah diam benerapa saat tanpa menjawab pria itu membalikan badan nya menghadapap ke arah amin .


"Min ,ini aku , Ridwan ."


Ekspresi wajah Amin dwngan cepat berubah menjadi datar , setelah mengetahui siapa pria yang ada di hadapan nya .


"Kenapa kamu ada di sini ." ucap Amin sambil melangkah pergi .


"Min tunggu ,jangan pergi dulu , ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu ." ucap Ridwan .


Ridwan tau Amin akan pergi.ia dwngan cepat meraih tangan amin dan berdiri di depan amin untuk menghalanginya agar tidak bisa pergi .


"lepaskan tangan mu ." ucap Amin .


"aku akan melepaskan jika kamu mau berjanji untuk menjawab pertanyaan ku ." ucap Ridwan dengan kekeh.


"Aku benar benar baru tau , jika kamu orang yang pemaksa dan kekanakan , Baiklah , tanyakan apa yang ingin kamu tanyakan .tapi lepaskan tangan ku ." ucap Amin tegas .


Dengan ragu Ridwan melepaskan cengkeraman nya ." Ada hubungan apa kamu dan presdir King , apa kalian berdua telah menjalin hubungan yang ...


Amin mengerutkan keningnya mendapat pertanyaan itu dari Ridwan ." sepertinya aku tidak harus menjawab pertanyaan kamu ini kan . Karena masalah ini tidak ada sangkut pautnya dengan mu , jadi aku tidak perlu menjawabnya ." ucap Amin .


Ridwan menatap Amin dan beralih saat merasakan getaran di ponselnya . Ridwan membuka notifikasi pesan di dalam ponselnya .


" jalan kenanga nomer 50 , datang sekitar dua minggu yang lalu dengan seorang anak kecil berusia tiga tahunan , tanpa pasangan ." Ridwan kembali menyimpan ponselnya .


"Aku mengikuti kamu saat pulang dari taman .Dan mendapatkan informasi dari beberapa tetangga yang tinggal di sekitar sana . Kamu belum menikah bukan ?


Amin mengepalkan tangan nya , tanpa ia sangka Ridwan nekat mengikutinya dan akan mencari tau tentang kehidupan nya .

__ADS_1


"Amin , aku hanya ingin mengingatkan kepadamu saja . Kamu jangan terlalu dekat dengan presdir King , dia orang yang sangat berbahaya .kamu mungkin tidak akan bisa membayangkan , orang seperti apa dirinya ."


"Terlebih orang orang seperti presdir king , tidak mungkin mau menerima seorang wanita yang telah mempunyai seorang anak ." amin kembali mengepalkan tangan nya .


__ADS_2