
Malam itu King juga lembur tidak segera pulang , memang itulah kerjakan king setiap tahun belakangan ini .
"Tuan ." sapa Haris
King mengangkat wajahnya.menatap haris yang berdiri di ambang pintu , tak lama kemudian ia kembali fokus terhadap berkas berkasnya yang ada di depan nya dan harus ia tanda tangani segera .
"Aku tidak akan kembali sebelum semua ini selesai ,kau kembalilah berikan kuncinya padaku aku akan menyetir sendiri ." ucap king .
"Tapi tuan .-..
Haris tidak melanjutkan kata katanya setelah mendapat kode dari king . Dia mengangguk dan mendekat untuk menyerahkan kunci mobilnya , sambil berpamitan . King melanjutkan pekerjaan nya lagi .menanda tangani berkas berkas kerja sama menteng group dari ratusan mitra kerja samanya dari berbagai kota .
Wajah tampan nya yang berkharisma ini tampak semakin mengagumkan dengan sikap seriusnya . Di tambah dengan sinar lampu temaram di atas mejanya . Menambahkan kesempurnaan wajah tampan nya bagai dewa yunani .
Waktupun berlalu hingga tumpukan berkas berkas di mejanya semakin menyusut dan habis .king memegang berkas terakhir dan membubuhkan tanda tangan terakhirnya setelah membaca semuanya dengan teliti .
"Sudah jam sepuluh ..." gumam King sambil melihat jam di tangan nya . King bangkit dari tempat duduknya dan meraih mantel hitam nya yang tergantung di sandaran kursinya , ia segera memakainya dan melangkah pergi meninggalkan ruangan kerjanya setelah mematikan lampunya .
Kerja dari pagi hingga larut malam bagi orang biasa adalah gila . Tapi tidak bagi king keturunan dari darah pangeran menteng .di tambah selama hidup bersama Papanya itulah yang ia lihat pada diri ayahnya . Entah apa sebab dan masalahnya .
King menghela nafas panjang , menatap ruangan nya yang telah gelap
" Aku bukan horlik aku hanya menunggu kalian , kalau memang kalian jodoh untuk ku cepat lah kembali ke samping papa sayang , bawa sekalian ibumu , Ayah akan minta maaf , dapatkah kamu mendengar isi hati ayah ."
King percaya kejadian malam empat tahun itu melahirkan seorang anak mungkin juga kembar , apa pun itu walau dia hadir tanpa dia sengaja dan ia minta . Tapi ia percaya itu kehendak Alloh .
__ADS_1
King membalikan badannya untuk jalan menuju ke lift ia melewati ruangan milik amin . Ia mwngerutkan alisnya saat melihat lampu di ruangan amin masih menyala .
"Dia benar benar tidak pulang ." gumam King . Entah apa yang merasuki jiwa king dan membawa langkah kakinya memasuki ruangan Amin .
" dia tertidur ." king terkejut melihat pekerjaan amin benar benar telah di selesaikan malam itu juga . Semua berkas berserakan di meja , komputer nya juga masih menyala tapi amin sudah tertidur
"Wanita ini benar benar menyelesaikan tugas dariku malam ini juga ." King kembali di buat terkejut dan terpaku . Ia melihat Aminah tertidur tanpa memakai kaca mata tebalnya .
"Benar dugaan ku , di balik wajah culun nya dia menyembunyikan kecantikan dan kesempurnaan."ucap king .
"wajah kecil , hidung mancung , bulu mata yang lentik ,kau menyembunyikan kecantikan mu terlalu dalam ." king masih terus memperhatikan wajah Amin tanpa sadar ia bergumam
"Wajahnya sepertinya tidak asing ...." pada saat dirinya menginggat sesuatu tiba tiba ponsel Amin yang ada di meja berdering . King spontan mengambil ponsel amin ,dan ia melihat ada lima panggilan tak terjawab dari bibi indah .
"Apa yang kamu lakukan ,? Kembalikan ponsel aku ." ucap Amin sambil merampas kembali ponselnya tanpa melihat dengan jelas siapa orang yang ada di sampingnya . Karena nyawanya juga belum terkumpul sepenuhnya .
Amin hampir meloncat saat melihat dengan jelas siapa orang di samping ." pres presdir king ? ." mata amin melotot dan hampir melompat .Amin meneguk ludahnya mengingat kesalahan nya .meski semua bukan ia sengaja . Namun dirinya tetap salah karena telah meninggikan nada suaranya .
Ini sama saja mencari mati , memancing masalah dengan temperamen seorang king . Tapi sepertinya keberuntungan masih berpihak pada dirinya . Tepat pada saat itu ponselnya kembali berdering dan menunjukan bahwa bibi indah yang menelpon nya .
"Hallo bibi indah ." sengaja Amin menerima telepon dan menjauh dari meja kerjanya .king tetap menatapnya hingga membuat dirinya susah bernafas . Pria itu benar benar membahayakan .
"Maaf bibi indah , telah membuatmu cemas , jangan khawatir aku segera pulang , pekerjaan ku juga sudah selesai ." ucap Amin sambil menutup sambungan telepon nya . Amin melirik king yang masih setia berdiri di samping meja kerjanya .
"Kenapa dia masih di sini , apa dia tidak mau pulang , atau kembali.ke ruangan nya ." gumam Amin. Amin menarik nafas cukup dalam .lalu berjalan berjalan kembali ke meja kerjanya dan membereskan berkas berkasnya yang berceceran .
__ADS_1
"Presdir king , saya sudah menyelesaikan tugas dari anda , dan sekarang saya pamit untuk pulang ."ucap amin .
"hemm ." jawab king .
Amin langsung berlari seperti seekir kelinci yang kabur dari terkaman serigala . Ia mendekap erat tasnya di dada nya dan tidak menoleh ke belakang .
Begitu sampai di dalam lift amin menyandarkan punggungnya di dinding lift dengan nafas yang ngos ngosan ." padahal dia tidak melakukan apa pun kenapa aku jadi parno dan panik ." gumam amin dalam hati sambil mengatur nafasnya .ia mengeluh pada diri sendiri merasa konyol .
Huh....amin melepaskan nafasnya dengan kasar , kemudian ia menempelkan id cardnya untuk mengaktifkan tombol lift agar turun ke bawah . Sekarang yang ada dalam pikiran nya adalah untuk segera cepat sampai rumah .
Dengan mendapatkan pekerjaan yang lumayan . Ia sedikit merasa bersalah kepada putranya maxsim , waktunya menjadi berkurang untuk putranya . Juga tidak bisa merawatnya dengan baik karena ia harus pergi kerja pagi pagi dan pulang larut malam . Waktunya bersama putranya sangat berkurang .
Ting..
Pintu lift terbuka , ia segera berjalan dengan cepat keluar dari lift , tapi langkahnya terhenti ketika melihat turun hujan yang sangat lebat di sertai kilatan petir .
Amin berdiri mematung di tempat sambil menatap jam di tangan nya .dan wajahnya mulai khawatir , ia terjebak hujan dan bagaimana cara dia unyuk pulang .
"Aduh bagaimana sekarang , bagaimana cara aku untuk pulang ." gumam amin. Di saat amin sedang berpikir tiba tiba sebuah mobil Mayback hitam berhenti tepat di depan amin .
"Masuk ." suara seseorang dari kursi kemudi bersamaan dengan turunnya kaca jendela mobil itu . Amin sedikit menunduk untuk melihat siapa gerangan pemilik suara itu . Dan mengundangnya masuk ke dalam mobil .
"Kamu mau menginap di sini ." ucap nya lagi .
Amin tertegun sejenak , ada keraguan di hatinya , tapi tidak bisa ia dipungkiri, mustahil masih ada taxsi di jam jam segini dalam keadaan hujan yang sangat lebat . Para sopir taxsi pasti memilih duduk manis di rumah sambil menikmati secangkir kopi atau coklat panas .
__ADS_1