
"Lagi lagi aku tidak bisa menolak . Sebenarnya ada apa dengan diriku ini ." Amin merutuki kekonyolan nya . Tapi masih tidak berani berhenti dan tanpa sadar ia telah berada di ruangan presdir .
"Presdir King ...
"Duduk ." perintah King , lagi lagi Amin hanya bisa mengikuti dan duduk dengan tenang .
King terus melangkahkan kakinya ke kursi kerja nya . Dan mulai membuka laptop sibuk melanjutkan pekerjaan nya .
Meli&at hal itu Amin menjadi bingung sendiri dengan keadaan ini , dalam hati mulai mendumel ." Apa dia hanya memintaku duduk ,? Dia telah membuka perban luka aku , aku kira dia akan mengobati kembali atau apa kek ."
Sepuluh menit kemudian terdengar suara pintu di ketuk dan King mempersilahkan nya masuk . Tak lama kemudian masuk seorang wanita dewasa dengan memakai pakaian seragam dokter memasuki ruangan King .
"Tuan muda , apa anda sakit ." tanya dokter itu dengan panik . King melambaikan tangan nya dan kemudian menunjuk kepada Amin .
"Rawat luka dia ." ucap King .
Dinda dokter pribadi keluarga samudra itu sejenak mengerutkan keningnya merasa bingung . Akhirnya dia menoleh ke kiri dan menemukan seorang yang duduk cantik di sofa .
"Kenapa ada seorang wanita di sini ." batin Dinda , yang tau betul kepribadian King selama ini , yang tidak pernah perduli akan lawan jenis karena King anti dengan wanita . Kalau Dia bukan bersetatus sebagai dokter pribadi keluarga samudra , mungkin juga tidak akan punya kesempatan berada satu ruangan dengan nya .
" Rawat dia dengan baik , aku akan keluar sebentar , dalam tiga puluh menit aku akan kembali dan kamu harus pastikan sudah selesai semuanya . " ucap King sambil beranjak pergi keluar ruangan.
Amin juga tidak mengatakan apa pun , sementara Dinda masih dalam mode terkejut . Tuan mudanya yang di kabarkan tidak pernah dekat dengan wanita sekarang malah membiarkan seorang wanita berada di dalam ruangan nya . Bahkan dengan sengaja memintanya untuk datang ke merawat lukanya . Ini benar benar hal yang mengejutkan .
"Nona , dapatkah kamu menunjukan lukanya ." tanya Dokter Dinda .
Dalam diam Amin menunjukan lukanya . Dokter Dinda mengamati luka yang di alami Amin kemudian mengangguk , ia tau apa yang harus ia lakukan .
__ADS_1
Sebenarnya apa yang di lakukan oleh Dokter Dinda tidaklah jauh dengan apa yang di lakukan oleh bibi indah . Tapi bedanya Dokter Dinda melakukan semua itu tanpa menimbulkan rasa sakit pada Amin .
Bukan Amin tidak menghargai pertolongan dari bibi indah , hanya saja penanganan seorang dokter mungkin lebih setiril .
"Nona , kamu coba lipat siku anda dengan pelan ya ," ucap Dokter Dinda sambil membantu Amin untuk melipat sikunya pelan pelan .
"Apa ada yang sakit atau tidak nyaman ." tambah Dokter Dinda .
"Tidak ada Dok , semua baik baik saja ," ucap Amin sambil melipat kembali siku dengan gerakan lebih cepat sedikit .
Dua puluh menit kemudian King kembali memasuki ruangan nya , Dokter Dinda segera berdiri dan meringkas semua peralatan nya .
"Tuan muda , apa masih ada tugas yang lain ."
King melirik ke arah Amin sejenak ." tidak ada ada , kalau membutuhkan lagi aku akan menghubungimu ." ucap King .
Setelah kepergian Diana tinggalah King dan Amin . King kembali ke tempat kerjanya dan sibuk lagi dengan laptopnya .
Amin berniat untuk kembali lagi ke ruangan nya , karena ia juga banyak kerjaan yang harus ia kerjakan . Tapi tatapan penuh peringatan terlontar padanya .
"Kamu tidak usah kemana mana , duduk saja di situ . Hari ini semua kerjakan mu akan di selesaikan oleh Haris .' ucap King .
seharusnya Amin bahagia tidak harus bekerja , tapi entah kenapa ia malah menjadi tidak tenang . Ia akan duduk seharian di ruangan king tanpa melakukan apa apa , ia akan merasa bosan .
Sesekali King akan melirik Amin , dan kembali mengerjakan pekerjaan nya . Karena kemarin seharian ia menemani neneknya yang kembali ke ibu kota untuk jalan jalan . Dan pekerjaan nya menumpuk sehingga ia harus menyelesaikan pekerjaannya kemarin dan hari ini .
Jam demi jam telah berlalu hingga sampai jam makan siang pun tiba .King segera menutup laptopnya ia ingin melihat keadaan Amin , tidak ia sangka wanita itu malah tertidur pulas di sofa .
__ADS_1
King beranjak dari kursi kerjanya dan berjalan melangkah mendekati Amin dengan langkah berlahan .king melepas kaca mata Amin dan meletak kan nya di meja sampingnya .
"Wanita ini...Bahkan tidak bisa melindungi diri sendiri . Benar benar wanita yang ceroboh ."king segera membopong tubuh Amin untuk ia pindahkan ke kamar pribadinya .saat ia akan membuka pintu ruang pribadinya , Amin malah mengalungkan tangan nya ke leher King . Dan menenggelamkan kepalanya ke dalam dada king .
King hanya tersenyum melihat tingkah Amin , rasa nyaman yang ia dapatkan dari Amin bukan risih atau jijik . Pelan pelan King meletak kan tubuh amin ke atas tempat tidur . Tangan nya terluka ia ganjal dengan guling , dan menyelimuti juga sebelum ia keluar .
Andai saja ada orang yang melihat tindakan dan perlakuan nya terhadap Amin , orang tidak akan percaya kalau dia King putra samudra . Pria yang terkenal dingin dan Arogan malah takluk dengan sekretaris sendiri .
Aneh , sangat aneh ? . King sendiri juga tidak sadar sejak kapan ia begitu sangat menikmati peran nya ini . Semua hal yang dia lakukan yang berhubungan dengan Amin , ia rasa sangat menarik baginya .
Drtt .....Drtt....
Ponsel King tiba tiba berdering , ia segera melihat siapa yangbmenghubunhinya . Ternyata telepon dari sang nenek Uti Aisyah .
"Hallo Uti ." terdengar dengusan pelan dari neneknya .wanita beeumur tujuh puluhan lima itu diam beberapa saat sebelum berbicara .
"Uti dengar dari Diana , kamu membawa seorang wanita ke ruang kerjamu . Bahkan kamu sendiri yang memanggil Diana secara khusus untuk datang ke kantormu untuk mengobati lukanya .Siapa wanita itu ."
Wajah King langsung berubah seketika mendengar perkataan neneknya . Ia tidak menyangka kalau Diana akan melaporkan semua ini kepada Neneknya . Setelah meninggalkan perusahaan nya .
"leon apa kamu masih di sana ." panggil Uti Aisyah dengan nama samaran masa kecil King .
"Ya ,king masih di sini , dan untuk apa uti menanyakan hal itu .?
"Untuk apa kamu bilang , kamu harus membawanya untuk menemui Uti secepatnya . Kamu yang tidak pernah berhubungan dengan wanita , kamu pasti tidak tau mana wanita yang baik dan wanita yang buruk . Jadi sebelum terlanjur Uti ingin bertemu dengan nya secara langsung ."
King memijit keningnya dengan perasaan bingung , ia menarik nafas panjang ." Uti , masalah ini kita bicarakan lain kali ya , hari ini aku sangat sibuk ." king menjauhkan ponselnya dari telinganya . Ia mendengar Neneknya mengumpati dirinya .
__ADS_1
"Mirip ."