
Setelah bibi indah pergi Maxsim turun dari pangkuan Amin dan turun mengambil dua buah mainan . Satu mobil remote dan sebuah robot Tyrannosaurus . Amin menyipitkan matanya karena tidak tau dari mana Maxsim mendapatkan mainan itu .
"Itu bukan mainan bekas , sepertinya masih baru dan bukan mainan murahan , itu sangat mahal ." Amin melihat lihat mungkin harga mainan itu lima kali lipat dari harga mobil remot yang ia beli .
"Axsim , darimana kamu dapat mainan robot sayang ." tanya Amin .
"Ini hadiah dari nenek ,Mama ." jawab maxsim
"Nenek indah ."
"bukan , nenek buyut mama ."
Amin mengerutkan keningnya ." nenek buyut , bukan bibi indah , siapa yang maxsim maksud nenek buyut ." batin Amin
Takdir memang sungguh rumit , Amin tidak tau nenek buyut yang maxsim maksud adalah buyut kandung Maxsim sendiri Uti Aisyah . Amin mengelus dagunya menatap Maxsim yang begitu bersemangat , dan begitu menyukai mainan itu .
"Axsim suka mainan nya ." tanya Amin .
"Suka ,Axcim sangat suka .hu..hu..hu ." maxsim mengangkat robot Tyirannosaurus sambil.berlari berputar seakan terbang di udara .
"Nenek buyut bilang ,akan datang lagi bawa banyak mainan , Axsim suka ."
Amin tersenyum sambil mengelus kepala putranya ."Maxsim suka . Apa maxsim sudah mengucapkan terimakasih pada nenek buyut ." tanya Amin .
"hemm ." Maxsim memegang dagunya , Anak dan ibu mempunyai tindakan sama bila sedang berpikir .
"Belum ,?
"Axsim lupa ." ucap Maxsim sambil menunduk kan kepalanya sedih .
"Tidak apa sayang , jangan sedih , nanti kalau nenek buyut datang lagi , Axsim masih bisa bilang makasih , ok ." ucap Amin .
"Ok ." jawab Maxsim sambil mengangguk . Maxsim kembali bermain di temani oleh Amin hingga jam menunjuk kan pukul 4 sore .
Amin segera memandikan Maxsim menyapu menyirami tanaman hingga sebuah notifikasi masuk ke ponselnya dan itu dari Haris .
"Nona Amin , aku sudah sampai di depan gang ." isi pesan dari Haris .
__ADS_1
"ok tunggu sebentar ." balas Amin
Saat amin masuk bibi indah juga sudah bangun dan habis mandi
"Bibi kamu sudah bangun . Itu maxsim sudah mandi , aku juga sudah masak , sekarang aku mau siap siap dulu ." ucap Amin
setelah selesai mandi Amin yang tidak punya baju yang pantas untuk menghadiri pesta , ia hanya memakai baju sederhana yang dia kira pantas ia pakai .
Setelah sampai di hotel amin melihat para tamu undangan antri berjajar untuk masuk ke dalam hotel , berjajar hingga sampai trotoar .
Haris segera membawa Amin ke lantai atas hotel ruangan kamar Vvip ." Nona setengah jam lagi Tuan muda akan datang untuk sementara nona akan di temani oleh mereka ." setelah haris selesai bicara .
Masuklah beberapa wanita penata Rias dan ada yang membawa beberapa stel gaun untuk dia pakai di pesta nanti .
Sebenarnya ia tidak butuh gaun lain untuk ke pesta tapi ke empat penata rias itu menyebut nyebut nama King membuat amin menjadi pasrah tidak punya pilihan .
dua puluh menit kemudian mereka telah berhasil merias Amin ." Wah , Nona kamu benar benar cantik ,pantas presdir King sangat tertarik denganmu ." ucap salah satu dari penata rias .
"Benar , kamu sangat cantik bahkan hanya dengan polesan make-up sederhana saja kamu sudah kelihatan sempurna ." jawab yang lain .
Ke empat tata rias itu malah saling melemparkan komentar seperti seorang komentator kontestan lomba merias ,Amin hanya tersenyum membalas semua ucapan mereka .
King menjentikan tangannya memberi tanda kepada keempat penata rias itu .mereka mengerti dan pamit undur diri meninggalkan ruangan itu .
"presdir king
" Aku kira kamu benar benar tidak akan datang ." king melangkah menghampiri Amin dengan kata kata yang sulit di mengerti .
Amin memutar kursi duduknya menghadap ke arah King ." Apa boleh aku tidak datang ? ."tantang Amin
King tersenyum mendekatkan wajahnya "Tentu saja tidak boleh , kamu tau konsekuensinya kalau kamu berani lari dari pesta malam ini .? Bisik king di telinga Amin sambil mengigit samar daun telinga Amin yang membuat dia bergidik geli .
Amin langsung mendorong dada King menjauh ."A..apa yang kamu lakukan ."?
King hanya tersenyum tanpa merasa bersalah sambil mengulurkan tangan nya kepada Amin .
"Uti ingin bertemu denganmu , Ayo ikut denganku ." ucap King
__ADS_1
Tanpa banyak bicara Amin menyambut uluran tangan King .mereka segera berjalan menuju ke dalam ruangan Uti Aisyah .
Uti Aisyah tidak sabar saat melihat kedatangan Amin dia segera berdiri mendekati Amin
" Mimin kamu cantik sekali sayang , semoga kamu cepat istiqomah , Apa kamu gugup .?
Tentu saja saat ini amin benar bensr sangat gugup , terlebih saat membayangkan saat dimana dia harus berjalan di hadapan semua tamu pesta , yang pastinya akan banyak orang dari perusahaan yang lain , mungkin dari mereka ada yang sudah mengenalnya .
"Sedikit Uti ." jawab Amin dan uti Aisyah bisa memahami itu . Wanita yang selalu berpenampilan modis dan religi itu tersenyum dengan lembut . Ia tampak menyukai Amin dan telah memilih dia sebagai calon istri dari cucu sulungnya .
"Malam ini Uti ingin kamu menemani King dalam perayaan pesta ."
Amin tidak punya jawaban panjang dan hanya bisa mengangguk kan kepala . King hanya menikmati interaksi mereka berdua dari tempat duduknya .melihat amin yang selalu salah tingkah mendapat pertanyaan demi pertanyaan dari Uti .
King mengukir senyum yang memancarkan maskulin .
"permisi Tuan ." Haris menyelinap masuk diam diam dengan langkah pelan takut menganggu dan berbisik di telinga King .
"semua sudah siap , tiga puluh menit lagi acara bisa di mulai ."
King mengalihkan sekilas tatapan nya dan memberi isyarat mengerti pada Haris . Tiga puluh menit lagi acara akan di mulai , King berdiri dan menghampiri Amin dan Uti Aisyah .
"Acara akan segera di mulai Uti . Uti harus segera bersiap ."
Uti Aisyah merasa kedatangan King menganggu , Uti mendegus kesal :tapi tidak lama , ia kembali menatap Amin
" Kamu tidak usah gugup , santai saja ok ."
"Ok Uti."jawab Amin .
King segera menggandeng tangan Amin keluar dari ruangan Uti .
Sementara di ballroom hotel telah berkumpul sekitar tiga ratus tamu undangan , mereka sedang menunggu kedatangan pemilik sekaligus pemimpin perusahaan menteng group .
Walaupun mereka menunggu hampir satu jam tak ada satu tamu pun yang kesal atau mengeluh . Bahkan tampak semangat dan antusias . Karena pesta ulang perusahaan menteng group selalu di tunggu oleh semua orang .
Khususnya bagi pegawai dan karyawan dan klien yang mempunyai ikatan kerja sama dengan perusahaan menteng group.
__ADS_1
Yang membuat lebih semangat lagi di pesta ulang tahun perusahaan karena ada rumor bahwa presdir utama perusahaan Menteng group akan memperkenalkan calon istrinya .